10 Aturan Gila Death Eater di Harry Potter Universe

Para anggota Death Eaters adalah mimpi buruk bagi setiap orang di dalam dunia Harry Potter. Mereka adalah pengikut setia sang Dark Lord Voldermort, yang percaya bahwa hanya mereka yang memiliki darah atau keturunan penyihir saja, yang berhak belajar sihir di Hogwarts. Mereka akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuan mereka, termasuk penyiksaan, ancaman, dan pembunuhan bagi siapa saja yang menentang mereka.

Alasan para penyihir masuk menjadi anggota Death Eater ini bermacam-macam. Ada yang karena mencari perlindungan, untuk mencari kemenangan, atau mencari pemimpin sadis (Voldemort) untuk membiarkan mereka melampiaskan tindakan sadis. Bagi mereka yang mau bergabung dengan kelompok radikal ini, para penyihir harus mengikuti aturan yang kejam dan gila dari Voldemort. Baca terus artikel ini untuk mengetahuinya!


Memiliki Tato Dark Mark


Aturan pertama yang harus dilakukan anggota Death Eaters adalah memiliki tato Dark Mark di lengan mereka. Tato ini memiliki bentuk tengkorak yang mengeluarkan ular dari mulut mereka. Tato ini dapat bergerak, sehingga menampilkan kesan yang menyeramkan.

Hanya anggota Death Eaters yang berada di lingkaran dalam Voldermort yang dapat memiliki tato ini. Uniknya, kedalaman warna tato ini ditentukan oleh kesehatan Voldermort: apabila ia kurang sehat, maka warna tatonya memudar, namun apabila ia sehat maka tatonya akan kelihatan terang.


Memenuhi Panggilan Voldermort


Tato Dark Mark yang berwarna pekat itu biasanya akan memberikan rasa terbakar kepada pemiliknya. Hal ini mengindikasikan kalau sang Dark Lord ini memanggil para anggotanya. Rasa terbakar ini dapat terjadi kapan saja, sehingga para anggota Death Eaters harus lihai untuk menyembunyikan rasa sakitnya, atau mereka akan ketahuan.

Kalau mereka ketahuan sebagai anggota Death Eaters, hukuman berat menanti para penyihir Death Eaters, mengingat menjadi kelompok radikal ini merupakan sebuah hal ilegal.


Jangan Bertanya


Para anggota Death Eaters tidak pernah diizinkan untuk bertanya. Setiap interaksi yang dilihat ketika para anggota ini berinteraksi dengan Voldermort biasanya memintai persetujuan tuan mereka, atau menjawab pertanyaan Voldermort. Tidak pernah ada momen di mana mereka bertanya mengenai sesuatu, dan ada firasat yang jelas kalau mereka akan dihukum apabila bertanya.

Memang terdengar tidak adil mengingat Voldermort selalu meminta hal yang mustahil kepada bawahannya. Namun, mengingat mereka tidak tahu apa-apa mengenai Voldermort sendiri, mereka tampaknya tidak memiliki masalah atas hal ini.


Tinggalkan Semua Orang Demi Death Eaters


Semua orang yang berada di sekitar anggota Death Eaters harus ditinggalkan demi kepentingan tujuan kelompok. Termasuk anggota keluarga para Death Eaters sendiri. Pada akhirnya Voldermort dan kemurnian keturunan, yang menjadi tujuan organisasi inilah, yang lebih penting dari segalanya.

BACA JUGA: Review Aquaman: Penyelamat Atlantis dan DCEU

Hal ini pastinya sangat sulit bagi anak-anak anggota Death Eaters. Lucius Malfoy adalah salah satu contoh dari kasus ini, di mana ia harus berjuang untuk memilih antara kepentingan organisasi atau keluarganya. Voldemort pastinya sangat kharismatik sehingga ia dapat membujuk anggotanya untuk melakukan hal ini.


Jangan Kotori Keturunanmu


Menjadi anggota yang menjunjung tinggi kemurnian keturunan penyihir berarti melarang mereka untuk mengotorinya. Keturunan penyihir murni tidak dapat menikah “ke bawah,” yang berarti anggota Death Eaters tidak bisa menikahi keturunan tidak murni.

Uniknya, ketika Death Eaters dibentuk, hanya tersisa 28 keluarga yang memiliki darah murni penyihir. Sehingga tidak menyisakan ruangan untuk memilih pasangan. Namun, Voldermort sendiri sangat ketat mengenai peraturan ini, jadi para anggotanya tidak memiliki pilihan lain.


Ikuti Seorang Half-Blood Untuk Memurnikan Keturunan Penyihir


Ironisnya, para anggota Death Eaters yang bertujuan untuk memurnikan keturunan penyihir justru malah mengikuti seorang Half-Blood, atau setengah keturunan penyihir: Voldemort. Gila bukan? Tidak ada anggota Death Eaters yang mengetahui kalau pemimpin mereka adalah seorang half-blood. Hal ini tidak aneh mengingat Voldemort tidak membongkar identitas aslinya kepada anggotanya.

Meski begitu para anggota harusnya menyadari kalau 28 keluarga keturunan murni memiliki nama keluarga masing-masing, sehingga mereka bisa bertanya dari silsilah keluarga mana Voldemort? Meski hal ini memungkinkan, para anggota Death Eaters sendiri dilarang untuk bertanya kepada tuan mereka, apalagi meragukan silsilahnya.


Tugas yang Beresiko


Tentu sudah menjadi sebuah resiko apabila seorang penyihir menjadi anggota Death Eaters. Selain dikarenakan kelompok ini ilegal, para anggota juga diberi tugas sulit yang dapat berakhir dengan nyawa mereka.

Mereka juga harus berhadapan dengan Order of Phoenix, kelompok tandingan yang dibentuk oleh Dumbledore, untuk melawan Death Eaters. Belum lagi ancaman penjara Azkaban yang mengerikan bagi seluruh anggota ini.


Buang Saja Nyawamu


Kadang-kadang mempertaruhkan nyawa dengan mengambil tugas yang beresiko tidak cukup. Dalam beberapa kasus para anggota Death Eaters justru harus membuang nyawa mereka cuma-cuma. Kasus ini terjadi pada Draco Malfoy, di mana ia harus membunuh Dumbledore. Voldemort tahu kalau siswa tahun keenam seperti Draco tidak akan bisa mengalahkan Dumbledore. Namun, ia juga tahu kalau Draco tidak akan menolaknya.

Draco mau tidak mau harus membunuh Dumbledore, meski ia dapat mati dalam tugasnya. Ia juga bisa menolaknya, namun sang Dark Lord pastinya akan membunuhnya apabila ia tidak melakukan tugasnya dengan benar.


Jangan Menyebut Nama Voldemort


Ini adalah peraturan yang dikenakan kepada semua orang termasuk para Death Eaters. Hal ini dikarenakan Voldemort menggunakan mantra bernama “Taboo” yang apabila seseorang menyebut nama Voldemort, maka Death Eaters akan muncul di dekat  mereka.

BACA JUGA: 10 Monster Yang Bisa Kalahkan Godzilla

Voldemort berpikir bahwa dengan mengeluarkan mantra ini maka orang-orang akan takut, dan hal tersebut memang benar. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai You-Know-Who atau He Who Must Not Be Named, sementara para anggota Death Eaters menyebutnya sebagai Dark Lord. Meski prinsipinya merupakan sebuah hal yang tidak sopan apabila anggota Death Eaters menyebut namanya.


Lakukan Semua Hal yang Diperintahkannya


Hal terpenting bagi para anggota Death Eaters adalah mereka harus menuruti semua perintah yang keluar dari mulut Voldemort. Tidak peduli siapa targetnya, para anggota dapat mengancam orang, menyiksa mereka, atau bahkan membunuhnya. Serial Harry Potter penuh dengan orang-orang yang mati di tangan para anggota Death Eaters, atau bahkan menjadi gila karena disiksa.

BACA JUGA: Creed III Hadirkan Anak Dari Clubber Lang?

Voldemort sendiri hanya memerintahkan anggota Death Eaters di lingkaran dalamnya, yang ia yakini mampu untuk dimanipulasi untuk mengemban tugasnya. Jikalau anggota yang dipercayakan tersebut gagal atau menolak tugasnya, mereka akan disiksa atau dibunuh, sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *