10 Monster Yang Bisa Kalahkan Godzilla

Dengan kemunculan trailer terbaru dari Godzilla: King of Monsters, para penggemar disuguhkan tampilan penuh dari tiga monster yang akan menghadapi Godzilla: Mothra, Rodan, dan King Ghidorah. Masih belum diketahui apakah dua monster pertama akan menjadi lawan atau teman dari sang raja monster, namun dapat dipastikan kalau King Ghidorah adalah musuh utama dari film ini. Dari judul sekuel yang akan dirilis pada tahun 2020, Godzilla vs Kong, para penggemar sudah dapat membayangkan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan meraih gelar “Raja Para Monster.” Godzilla sendiri adalah karakter monster yang ikonik, karena terlahir dari reaksi Jepang terhadap ancaman bom nuklir, terutama yang jatuh di Kota Nagasaki dan Hiroshima. Dengan radiasi nuklir yang menjalar di sekujur tubuhnya, Godzilla telah membuktikan bahwa dirinyalah raja para monster.

BACA JUGA: Yang Kita Harapkan Dari Season Final Game Of Thrones!

Namun, meski dapat kembali dalam berbagai inkarnasi, ada beberapa kejadian di mana Godzilla dapat dikalahkan. Sayangnya justru kebanyakan pihak yang mengalahkan Godzilla bukanlah para monster saingannya, melainkan manusia sendiri. Namun, itu hanya berlaku di dalam dunia Godzilla. Bagaimana jadinya apabila raja para monster ini dihadapkan dengan monster atau makhluk berbahaya lainnya dari franchise yang berbeda? Nah, di dalam artikel ini Geeks akan menemukan sepuluh nama monster yang dapat mengalahkan Godzilla. Memang, tidak semua jenis monster atau makhluk ini memiliki ukuran yang sama dengannya, namun itu bukan berarti mereka tidak bisa mengalahkan sang raja monster.


Kraken


Salah satu monster legendaris populer yang sering ditampilkan di berbagai media populer, terutama layar lebar, adalah Kraken. Monster ini sering digambarkan sebagai gurita raksasa dengan tentakel besar dan gigi yang tajam (dalam kebanyakan kasus). Beberapa versi Kraken yang muncul di layar lebar antara lain di dalam Clash of the Titans (1981) dan versi remake yang dibintangi oleh Sam Worthington, serta franchise Pirates of the Caribbean.

Meski ukuran Godzilla bervariasi, Kraken kemungkinan dapat mengalahkan sang raja monster ini. Cara paling ampuh untuk mengalahkan Kraken sendiri dapat dilihat di dalam Clash of the Titans, di mana Perseus menggunakan kepala Medusa untuk membuatnya menjadi batu. Mengingat tangan Godzilla terlalu besar, ia tidak dapat menggunakan cara ini, sehingga ia dapat menjadi lalapan dari tentakel-tentakel Kraken yang berbahaya.


Old Gods


Di dalam Hellboy (2004) mistikus asal Rusia, Grigori Rasputin, mencoba untuk membuka sebuah pintu di bumi menuju kedalaman luar angkasa. Tujuannya adalah untuk melepaskan old gods (dewa lama) bernama Ogdru Jahad, entitas raksasa yang terinspirasi dari karangan karya H.P. Lovecraft. Ia ditahan oleh Right Hand of Doom, yang menempel di tangan Hellboy.

BACA JUGA: Godzilla: King of the Monsters Hadirkan 2 Titan Baru?

Ukuran entitas ini jauh melampaui Godzilla. Selain itu para dewa lama juga dapat membuat gila bagi setiap orang yang melihatnya, meskipun hanya sekilas. Banyak orang melihat sang raja monster, namun sejauh yang diketahui tidak ada satupun dari mereka yang kehilangan akal sehatnya. Sehingga semburan atom saja tidak cukup untuk melawan entitas ini.


Pennywise


Menetap di kota Derry, Maine, Pennywise the Clown adalah entitas kuno yang memangsa rasa takut dari korbannya. Setiap 27 tahun sekali ia terbangun untuk mencari mangsa favoritnya, yakni anak-anak, dengan cara berubah bentuk menjadi hal-hal yang paling ditakuti oleh mereka. Pennywise sendiri berasal dari ruang angkasa interdimensi, dan kemungkinan umurnya sama dengan dimulainya waktu.

Sayang bagi Godzilla, Pennywise akan sangat sulit untuk dibunuh. Hal ini dikarenakan ia bisa berubah bentuk dan membengkokkan realitas itu sendiri. Kelemahan Pennywise sendiri adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi rasa takut mereka. Hal ini merupakan sebuah masalah bagi Godzilla, karena meski ia berani, namun ia tidak memiliki kapasitas mental yang cukup untuk memahami apa itu Pennywise, sehingga ia tidak bisa merasakan rasa takut dan menghadapi rasa takut itu sendiri seperti manusia.


Deadites


Deadites adalah manusia yang menjadi seperti zombie atau monster di dalam franchise Evil Dead. Seseorang dapat berubah menjadi deadite apabila buku Necronomicon Ex-Mortis dibacakan untuk memanggil iblis Kandar, yang dapat merasuki siapa saja yang ada di dekatnya, kemudian mengubahnya menjadi deadite.

Secara individi atau perkelompok, manusia yang menjadi deadite, bukanlah masalah. Namun, apabila iblis Kandar ini dapat merasuki monster lain, atau Godzilla sendiri, maka hal ini akan menjadi berita buruk bagi umat manusia.


Blob


Meski memiliki konsep yang sederhana, namun Blob adalah monster yang mengerikan. Pertama kali muncul di dalam The Blob (1958), Blob adalah monster yang berbentuk seperti lendir, yang dapat menelan semua yang ada. Semakin banyak ia menelan barang, semakin besar pula ukurannya. Cara untuk mengalahkan monster ini adalah dengan cara membekukannya kemudian membuangnya ke benua Antartika.

Blob dapat menjadi masalah yang serius bagi Godzilla, yang memiliki semburan atomik, sebuah kebalikan dari suhu dingin. Jikalau Blob dapat tumbuh menjadi sebesar Godzilla, maka raja monster ini dapat menelannya hidup-hidup. Pada saat hal itu terjadi Godzilla tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Kaiju


Di dalam Pacific Rim (2013), Bumi secara rutin diserang oleh monster raksasa yang diberi nama Kaiju. Mereka mencapai planet ini melalui retakan interdimensi di Laut Pasifik, yang diberi julukan  Breach. Untuk melawan ancaman Kaiju ini, umat manusia membuat robot raksasa yang dikendalikan oleh dua pilot. Namun, setiap kali serangan baru terjadi, para monster ini semakin kuat dan pintar. Pada akhirnya, Kaiju ini datang melalui Breach dengan jumlah dua kali lipat dari biasanya.

Hal inilah yang dapat membuat Godzilla kalah. Para Kaiju menggunakan link telepati, di mana ketika satu monster kalah, monster lainnya yang ada di dalam Breach akan mempelajari teknik baru untuk melawannya. Sehingga Godzilla tidak akan hanya melawan satu monster, namun sebuah pasukan monster yang siap mencari titik kelemahannya, dan kembali dengan teknik baru yang tidak dapat diprediksi.


The Thing


The Thing yang dimaksud bukanlah Thing anggota Fantastic Four dari Marvel, namun spesies alien yang ditemukan di benua Antartika, melalui film John Carpenter dengan judul yang sama pada tahun 1982. Jenis alien ini dapat menginfeksi korbannya, kemudian menggantikan sel korban dengan sel alien miliknya. Ia juga bisa mengambil bentuk dari korban, sehingga dapat menggantikan mereka secara rahasia.

Kelebihan yang dimiliki Godzilla dari Thing ini adalah api, yang menjadi kelemahan dari sang alien. Namun, alien ini juga memiliki akal yang tinggi, sehingga ia bisa menyamar di kerumunan orang banyak tanpa diketahui. Meski Thing belum ditunjukkan menyerap korban sebesar Godzilla, namun hal tersebut bukanlah mustahil. Hanya dibutuhkan sedikit sel alien ini untuk bergabung dengan Godzilla, maka berakhirlah kekuasaan sang raja monster.


Predator


Predator, atau Yautja, adalah spesies alien prajurit yang memiliki peradaban dengan teknologi yang canggih. Mereka memiliki budaya dan tradisi untuk berburu makhluk-makhluk paling berbahaya di seantero galaksi, untuk dijadikan trofi atau piala. Predator memiliki sistem kehormatan layaknya samurai, yakni melakukan bunuh diri atau seppuku, namun dengan cara meledakkan diri daripada merobek perut dengan pedang.

Meski Godzilla memiliki ukuran besar, nafas atom, dan kekuatan yang dahsyat, Predator memiliki peradaban canggih yang dapat menghancurkan raja monster ini. Dengan ukuran dan kekuatan Godzilla, para Predator akan terus kembali untuk memburu raja monster ini, hingga akhirnya ia tumbang dan tengkoraknya dijadikan trofi kenang-kenangan atas keberhasilan dalam memburu Godzilla.


Slugs


Sebelum menyutradarai Guardians of the Galaxy, James Gunn membuat film horror dengan judul Slither (2006). Film sci-fi horror ini menampilkan serangan alien di sebuah kota kecil yang berbentuk seperti cacing parasit, yang dapat menginfeksi korbannya menjadi zombie. Alien kecil menjijikan ini hampir berhasil membuat seluruh penduduk kota menjadi zombie, namun untunglah beberapa orang dapat bertahan dan menghentikan serangan ini.

Meski ukuran tubuh Godzilla biasanya memberikan keuntungan, namun tidak untuk alien dari film slither ini. Ukuran alien yang kecil ini akan membuat sang raja monster tidak dapat melihat serangan tiba-tiba yang dilancarkan. Walhasil, sang raja monster dapat terinfeksi oleh alien ini dan menjadi salah satu zombie yang berbahaya.


Stay Puft Marshmallow Man


Memang terlihat konyol untuk melihat Godzilla bertarung dengan karakter ikonik dari film Ghostbusters (1984) ini. Namun, di dalam pertarungan ini, sang raja monster bisa dikalahkan. Hal ini dikarenakan Stay Puft Marshmallow Man bukan hanya tumpukan marshmallow raksasa, namun ia adalah Destroyer, wujud dari Dewa Kehancuran, Gozer.

Dengan ini dapat diketahui kalau Stay Puft itu tidak dapat dikalahkan dengan semburan atom saja. Hanya anggota Ghostbusters yang dapat mengalahkan Stay Puft, mengingat mereka menggunakan Proton Pack untuk melintaskan aliran senjata mereka dan memutar balik alur dari portal di mana Gozer dapat masuk ke bumi. Mengingat Godzilla tidak dapat menggunakan alat ini, sang raja monster tidak dapat bertahan lama ketika ia bertarung dengan Stay Puft.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *