Siapa yang tidak kenal dengan sosok Saitama yang menjadi protagonis utama dalam seri One-Punch Man. Dia dikenal sebagai sosok karakter yang memiliki kekuatan dahsyat yang bahkan di luar nalar. Bahkan, bisa dibilang mungkin Saitama adalah karakter terkuat yang pernah ada. Salah satu kekuatan yang paling fenomenal adalah bagaimana dia bisa menghancurkan apa pun dengan hanya satu pukulan.

Bukan hanya para villain, Saitama bisa saja menghancurkan sebuah planet dengan pukulan tersebut. Saitama juga diketahui memiliki kekuatan lainnya seperti kecepatan super, daya tahan yang luar biasa, serta bagaimana dia tidak bisa dilukai sama sekali. Namun, selain kemampuan fisik, Saitama juga ternyata memiliki kekuatan tersembunyi.

Kekuatan tersebut dia perlihatkan dalam chapter 161 di mana Saitama bertarung melawan Garou yang sudah berubah menjadi monster. Ini menjadi pertarungan yang sudah sejak lama dinantikan oleh para fans. Sang Pemburu Pahlawan tersebut akhirnya menyadari bahwa Saitama bukanlah sosok biasa yang bisa dikalahkan dengan mudah. Hal ini terjadi setelah mereka saling beradu serangan.

Yang menarik adalah ada motivasi lain setelah Saitama bertemu dengan Tareo, di mana Saitama kini bukan hanya ingin mengalahkan Garou namun juga menyelamatkannya. Semua serangan epik Garou yang diarahkan kepada Saitama sama sekali tidak berpengaruh apa-apa, namun dia tidak mau menyerah. Kemarahannya justru membuat Garou semakin kuat.

Dia bahkan berevolusi menjadi sosok yang menakutkan. Tetapi, sayangnya, lagi-lagi kekuatan dahsyat tersebut masih belum mampu untuk bisa menandingi kekuatan dari Saitama. Momen tersebut pun akhirnya berhasil merusak mental dari Garou. Dan pada momen ini juga kita melihat talenta atau kemampuan lain dari Saitama, yaitu memberikan nasehat kepada Garou.

Teknik Talk no Jutsu ini sudah tidak asing tentunya dalam seri bergenre Shonen, di mana protagonis utama memberikan motivasi kepada antagonis agar mereka bisa berubah menjadi lebih baik. Dalam kasus Saitama, dia berusaha untuk menasehati Garou tentang mimpinya menjadi jahat. Saitama mengatakan bahwa Garou justru terlihat bukan seperti penjahat, melainkan seorang pahlawan, setelah apa yang terjadi.

Misalnya, ketika Garou bekerja sama dengan Metal Bat untu menyelamatkan orang-orang di helikopter dari serangan Centi Sennin atau bagaimana dia menyelamatkan seluruh orang yang terjebak di bawah bangunan. Apa yang diungkapkan Saitama nyatanya cukup membuat Garou sakit hati, di mana dia menyanggah semua perkataan dari Saitama tersebut.

Saitama terus mengejek Garou dengan semua kata-katanya serta impiannya untuk menjadi penjahat. Dan puncaknya adalah di chapter 164 kemarin, Garou benar-benar sudah frustasi untuk menghadapi Saitama. Garou merasa bahwa semua upaya sudah dia kerahkan, dan beragam cara sudah dia lakukan namun masih belum sanggup untuk sekedar melukai Saitama.

Saitama sendiri tidak menyakiti atau tidak pernah menyerang Garou. Saitama justru bertanya apakah dia sudah puas dengan semuanya. Dan Saitama pun mengatakan jika dia siap mendengarkan cerita dari Garou jika memang ada masalah yang mengganjal atau kekesalan yang terpendam di dalam hatinya. Panel terakhir dari chapternya memperlihatkan bagaimana akhirnya Garou bercerita banyak kepada Saitama.

Momen Talk No Jutsu ini sebenarnya menjadi kejutan besar bagi Saitama. Pasalnya, disepanjang serinya bisa dibilang sangat jarang – bahkan hampir tidak pernah – Saitama memberikan semacam nasehat terhadap para villain yang dia hadapi. Saitama sering kali hanya terdiam atau marah serta kesal karena dia mengalahkan musuhnya hanya dengan satu pukulan.

Selain Garou, mungkin karakter yang juga pernah mendapatkan “nasehat” dari Saitama yang mendekati momen bersama Garou adalah Suiryu. Dalam sebuah turnamen bela diri di mana Saitama menyamar menjadi Charanko, dia akhirnya masuk ke babak final di mana Saitama bertarung melawan Suiryu. Suiryu sangat menganggap remeh Saitama.

Namun, faktanya justru Suiryu yang bisa dikalahkan dengan mudah. Saitama pun kemudian memberikan nasehat kepada Suiryu, yang mana kemudian Suiryu pun terkagum-kagum dengan sosok dan kekuatan Saitama. Dia bahkan meminta Saitama untuk menerimanya menjadi muridnya, yang mana hal tersebut dia tolak. Bagaimana menurut kalian Geeks?