Stone Cold alias Steve Austin adalah salah satu pegulat profesional WWE legendaris, selain The Rock atau X-Pac, atau bahkan Triple-H. Kemunculan Steve Austin benar-benar memberikan perubahan signifikan terhadap WWE, bahkan Steve Austin masih memegang rekor rating TV tertinggi untuk tayangan gulat profesional (pertandingan melawan Undertaker pada 28 Agustus 1999 RAW meraih nilai 9.5).

Sebelum bergabung dengan WWE, Steve merupakan bagian dari WCW bersama Sting dan Hulk Hogan. Setelah WWE membeli WCW pada 2001,  Steve Austin menjadi salah satu wajah-wajah baru industri gulat bersama The Rock, Kurt Angle, dan Chris Jericho. Tentunya ada banyak momen hebat selama Stone Cold bergabung di WWE, dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Royal Rumble 1997

Penampilan Ric Flair dalam pertandingan Royan Rumble pada 1992, dianggap sebagai pertandingan Royal Rumble paling heboh dan menarik sepanjang sejarah. Tapi, Steve Austin membuktikan bahwa penampilannya juga tidak kalah menarik dalam Royal Rumble pada 1997. Steve Austin bahkan menjadi pegulat kuda hitam, dimana Chris Benoit justru yang lebih diunggulkan.

Kejutan muncul dimana Stone Cold yang justru menjadi juaranya. Stone Cold masuk di urutan ke lima, dimana dia berhasil memecahkan rekor dengan mengeliminasi 10 orang dalam waktu 45 menit 7 detik. Sorak sorai penonton untuk Stone Cold Steve Austin pun tidak lagi tertahankan. Kemenangan ini menjadi salah satu bukti bagaimana kehebatan dari Stone Cold.

Mengancam Vince McMahon

Steve Austin pernah menolak untuk menjadi wasit dalam pertarungan The Undertaker dan Kane dalam perebutan sabuk juara WWE. Karena menolak, akhirnya Vince McMahon kemudian “memecat” Steve Austin. Tapi, Steve sendiri berjanji dia akan kembali dan hal itu dibuktikan ketika dia menyusup dalam sebuah pertandingan RAW, menyerang dan menyandera mantan bosnya tersebut.

Austin menyeret dan menahan McMahon ke tengah ring dan melakukan salah satu adegan paling kontroversial dalam sejarah WWE, dimana Steve kemudian mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke kepala McMahon. Tapi, kemudian diketahui bahwa itu adalah pistol mainan. Sayangnya, McMahon sudah takut duluan dengan apa yang dilakukan oleh Steve dan para penonton pun tertawa melihat McMahon yang ketakutan bahkan sampai buang air kecil di celananya.

Bekerja Sama Dengan “Musuhnya”

Persaingan antara Steve Austin dan Vince McMahon sudah menjadi salah satu “legenda” bagi pecinta WWE. Tapi, persaingan tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah pertemanan dalam sebuah peristiwa tidak diduga. Dalam acara WrestleMania X-Seven yang diselenggarakan di kampung halaman Steve, Texas, keduanya bekerja sama agar The Rock gagal meraih kemenangan.

Steve berhasil membuat The Rock tidak sadarkan diri, dan di akhir pertandingan Steve dan Vince berjabat tangan sambil minum bir bersama. Selain membuat para fans Steve Austin terkejut, hal ini juga ternyata menjadi bumerang bagi Steve dan juga pihak WWE. Selama ini para fans senang dengan citra Steve Austin sebagai pembangkang WWE. Tapi, dengan “berubahnya” sosok Steve hal ini justru membuat para penonton kecewa.

Menghancurkan Mobil Kesayangannya

Steve Austin juga dikenal sebagai mimpi buruk bagi Vince McMahon, dimana dia sering kali melakukan tindakan atau hal-hal yang tidak diduga. Dan akibat dari “teror” yang dilakukan oleh Steve terhadap Steve Austin (atau terkadang sebaliknya), persaingan diantara mereka semakin panas. Meskipun begitu, inilah yang nyatanya disenangi oleh para fans.

Pada suatu ketika, Vince mengendarai mobil kesayangannya dan diparkir di area dekat lokasi pertandingan. Namun, siapa yang sangka jika Steve Austin melakukan tindakan gila dengan menghujani mobil kesayangan Vince McMahon dengan semen basah. Dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh Vince, selain melihat momen tersebut dengan tatapan yang seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Menyiram Tubuh Vince McMahon Dengan Bir

Hal ini terjadi dalam RAW terakhir sebelum WrestleMania XV yang berlangsung di Pepsi Arena, Albany, New York. The Rock ada disana, menjadi “perwakilan” dari pihak WWE ditemani oleh Vince McMahon dan juga Shane McMahon. Seperti biasa, penampilan mereka kemudian diganggu oleh kemunculan Stone Cold Steve Austin yang muncul dengan menaiki sebuah truk berisi bir.

Stone Cold turun dan kemudian beradu kata-kata dengan mereka bertiga. Tidak lama setelahnya Steve turun, dan mulai mengeluarkan selang untuk kemudian menembak ketiganya dengan bir. Momen tersebut menjadi momen yang tidak terlupakan, bahkan setelah 21 tahun kemudian. Satu minggu setelah peristiwa tersebut Steve Austin menjadi juara dunia WWF untuk yang ketiga kalinya.

Merajai Pertandingan

WrestleMania XIV berakhir dengan manis bagi Stone Cold Steve Austin, dimana dia berhasil menang melawan Shawn Michael. Hal ini juga berkat “bantuan” dari hitung cepat yang dilakukan oleh Mike Tyson. Dengan memegang sabuk juaranya sambil meminum bir, Jim Ross kemudian mengatakan bahwa “Era Steve Austin sudah dimulai” dan sejak saat itu, Stone Cold menjadi pusat komersil bagi WWE.

Namun, bertahun-tahun kemudian Steve mencoba memberikan curahan hatinya mengenai pertandingan tersebut. “Aku menjadi juara WWE pada saat itu, tapi kemudian aku mengatakan kepada Vince (MCMahon) bahwa pertandingan itu benar-benar sangat buruk.” Bukan tanpa sebab memang, Steve sendiri masih dalam pemulihan cedera leher akibat peristiwa di tahun sebelumnya. Shawn Michael juga sedang mengalami masa pemulihan setelah tulang belakangnya cedera.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2