Dalam cerita komiknya, Dr. Otto Octavius alias Doc Oc merupakan salah satu musuh bebuyutan dari sang manusia laba-laba, Spider-Man. Tapi, dalam sebuah event di komik Marvel Peter Parker dan Doc Oc pernah “bertukar peran” dimana jiwa Peter berada dalam tubuh Otto, begitu pula sebaliknya. Sebagai Peter Parker dan Spider-Man, Otto melakukan berbagai hal yang baik yang mungkin tidak pernah dilakukan oleh Peter sebelumnya. Apa saja?

Memberikan Peningkatan Terhadap Kostumnya

Sebelum para pembaca mengetahui jika ada yang berbeda dengan tubuh Peter Parker, sebuah kostum terbaru memberikan petunjuk bahwa ada perbedaan diantara dua karakter tersebut. Kostum terbaru ini lebih gelap dan memiliki lengan tambahan juga sebuah kacamata terbaru yang memberikan petunjuk tentang kostum Doc Oc dahulu.

Dia kemudian terus mengimprovisasi kostum laba-labanya dengan berbagai teknologi terbaru yang sangat sempurna dan cocok untuk menghadapi para kriminal jalanan, tapi juga melawan ancaman yang lebih besar lagi. Dengan menyatunya Otto dengan tubuh Peter membuatnya mampu untuk mengembangkan berbagai teknologi Spider-Man dengan penemuan miliknya. Sehingga tidak perlu Tony Stark untuk melakukan hal itu.

Patroli Keliling Kota

Peter Parker memang sering juga keluar malam untuk menghentikan berbagai aksi kejahatan jalanan yang terjadi kepada orang-orang yang tidak bersalah. Namun, Otto melihat ada sebuah masalah dengan apa yang dilakukan oleh Peter. Meskipun kostum miliknya sudah dilengkapi dnegan berbagai teknologi canggih untuk melawan kriminal, Otto tetap membuat sebuah alat yang membantunya untuk berpatroli yaitu Spider-Bots.

Desain Spider-Bots sendiri didasari oleh desain Octo-Bots miliknya. Dengan menggunakan Spider-Bots, Otto punya “telinga” dan “mata” di seluruh penjuru kota New York. Dia jadi bisa tahu apa yang terjadi tanpa perlu bergelantungan kesana kemari. Namun, Norman Osborn yang mengetahui hal ini kemudian mencoba untuk mengeksploitasi teknologi tersebut.

Menyelesaikan Gelar Doktornya

Otto memiliki banyak waktu luang ketika bertukar tubuh dengan Peter. Selain digunakan untuk membangun teknologi dan perlatan yang membantunya untuk melawan kriminal. Otto juga menyelesaikan studinya (studi Peter Parker) untuk mendapatkan gelar doktor di Empire State University, di tengah-tengah kesibukannya sebagai Spider-Man.

Meskipun Otto berhasil menyelesaikan studi doktor Peter dengan mudah, namun ada sebuah masalah yang kemudian menghadangnya. Yaitu ternyata Otto menggunakan penelitian lamanya untuk digunakan sebagai bahan penelitian Peter, dan hal itu dianggap sebagai plagiat oleh pihak kampus. Terlepas dari hal itu, Otto tetap berhasil membangun perusahaan teknologi Parker Industries.

Menyelamatkan Nyawa Sebagai Dokter Bedah

Ketika berbicara tentang menyelamatkan nyawa orang lain, Peter memang sudah sering sekali menyelamatkan nyawa orang dengan menggunakan kostum Spider-Man. Tapi, ternyata ada hal lainnya yang dia lakukan untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Ketika dalam situasi genting dimana dokter dibutuhkan, hal yang bisa dilakukan oleh Peter (Otto) adalah dengan membantunya. Dengan menggunakan keahliannya, Otto mampu melaksanakan sebuah operasi otak untuk menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil bernama Amy Chen.

Menghabisi Lawannya

Peter Parker yang asli memiliki sebuah peraturan dan batasan untuk dirinya ketika menjadi Spider-Man. Jika batasan itu dilewati, tentunya akan merusak citra Spider-Man sebagai seorang pahlawan yang bertarung jawab. Lagipula, hal itu bisa melukai musunya secara serius. Oleh karena itu, sering kali musuh yang dihadapi oleh Spidey hanya berakhir di penjara.

Beda Otto beda Peter, sedangkan Otto tidak punya batasan tersebut. Otto tidak akan ragu-ragu ketika harus menghadapi seorang musuh saat menggunakan kostum Spider-Man. Otto pernah benar-benar menghabisi Sinister Six yang baru, juga menghajar Screwball dan Jester, atau bagaimana dia menghabisi nyawa seorang penembak yang menyebabkan kekacauan. Meskipun dianggap sebuah pembunuhan, apa yang dilakukan oleh Otto setidaknya membuat para villain berpikir dua kali untuk mengacau di New York.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2