Kiprah Twilight alias Loid Forger sebagai seorang mata-mata nomor satu di Westalis tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal inilah yang kemudian membuat Twilight dipilih untuk menjalankan operasi rahasia super yaitu Operation Strix, yang membuatnya harus membentuk sebuah keluarga dalam waktu singkat. Dan inilah yang menjadi cikal bakal terwujudnya keluarga Forger.

Ada banyak misteri yang masih belum terungkap dalam ceritanya, seperti salah satunya adalah apa yang kemudian memotivasi Twilight untuk menjadi seorang mata-mata. Twilight sempat mengatakan bahwa motivasinya untuk menghentikan peperangan antara Westalis dan Ostania adalah agar tidak ada lagi anak kecil yang menangis akibat peperangan. Namun, kita tidak pernah tahu apa yang memotivasinya menjadi mata-mata.

Tetapi, mungkin akhirnya kita bisa mengetahui apa yang menjadi motivasi dari Twilight tersebut berdasarkan chapter terbaru kemarin. Serinya sendiri sudah menghadirkan kisah masa lalu dari Twilight sejak beberapa chapter terakhir. Pada chapter sebelumnya, kita melihat bagaimana kisah masa lalu dari Twilight mulai dia kecil sampai dia dewasa dan masuk militer.

Kehilangan teman-temannya dan juga kedua orang tuanya akibat serangan bom, membuat Twilight akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan militer Westalis. Karir militer Twilight bisa dibilang mentereng, sampai dia memiliki pangkat Sersan. Sayangnya, akibat suatu peristiwa di mana dia pertama kali bertemu dengan Franky, membuat Twilight akhirnya ditarik dari garis depan pertempuran.

Inilah momen di mana Twilight bertemu kembali dengan teman-teman masa kecilnya, yang dia anggap sudah tewas. Namun, kebahagiaan Twilight hanya sementara karena operasi militer yang membuat mereka terjun ke garis depan tidak direncanakan dengan baik. Hasilnya, banyak tentara yang tewas termasuk teman-teman masa kecil dari Twilight.

Penyesalan inilah yang membuat Twilight akhirnya merenungi bahwa andai saja dia bisa mengetahui semuanya terlebih dahulu, mungkin dia bisa mencegah kematian teman-temannya. Potensi yang dimiliki Twilight ternyata berhasil dilirik oleh pihak intelejen militer. Dia pun kemudian direkrut untuk menjadi bagian dari mereka.

Menurut sosok informan yang merekrut Twilight, informasi adalah sesuatu yang sangat berharga apalagi dalam momen peperangan antara timur dan barat yang sedang terjadi sekarang. Twilight dianggap bisa membantu mereka untuk mengumpulkan berbagai informasi tersebut dengan talentanya. Twilight sendiri pada awalnya meragukan hal tersebut. Namun, dia kemudian mengingat kembali momen menyedihkan bersama teman-temannya.

Tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama, akhirnya Twilight pun menyetujui dan menerima tawaran untuk bisa bergabung dengan pihak intelejen militer. Semua identitas asli dari Twilight dibuang dan dihilangkan, demi negara tersebut. Karena menurut Twilight dia tidak memiliki siapa-siapa lagi, Twilight pun menerima semua persyaratan. Twilight pun langsung diberikan misi pertamanya oleh Felicia.

Berdasarkan dari apa yang dihadirkan dalam chapter terbaru ini, bisa disimpulkan bahwa alasan Twilight menjadi mata-mata adalah selain untuk mencegah terjadi peperangan dan juga mencegah adanya anak kecil yang menangis ketakutan, dia juga tidak mau orang lain merasakan apa yang dia rasakan yaitu kehilangan teman-teman terbaiknya akibat peperangan yang terjadi.

Dengan mengetahui informasi penting yang bisa menjadi penyebab peperangan terlebih dahulu, maka peperangan tersebut bisa dicegah. Hal inilah yang Twilight lakukan sejak lama. Banyak yang mungkin menduga-duga bagaimana Twilight kemudian bisa menjadi seorang mata-mata. Namun, akhirnya, kita mengetahui bahwa alasannya sangat pribadi. Dan setelah Twilight bermimpi buruk tersebut, sikapnya terhadap Anya pun berubah. Dia tidak memarahi Anya karena mendapatkan Tinitrus Bolt, tetapi dia berharap Anya bisa menjalin hubungan baik dengan teman-temannya.