Baru-baru ini, Valve dianggap berhasil dalam membuat sebuah perangkat PC portable, bernama Steam Deck. Perangkat tersebut sudah terbukti mampu menjalan game-game triple A sekali dengan visual dan framerate yang memumpuni. Menariknya, kita dapat memainkan game tersebut di manapun kita mau karena berbentuk portable. Tapi seperti kebanyakan produk yang baru dirilis, batch pertamanya sangat terbatas. Terungkap bahwa Valve hanya membuat puluhan ribu Steam Deck saja di batch pertama.

Tapi dengan kesuksesan yang diraih Steam Deck, Valve sepertinya akan terus mengenjot produksi produk mereka. ValveĀ  sudah mengkonfirmasi bahwa mereka akan memproduksi Steam Deck lebih banyak, sehingga ketersediaan stok akan tetap terjaga. Selain itu, Valve juga mengumumkan bahwa mereka akan merilis Steam Deck di beberapa negara lain, salah satu yang sudah dikonfirmasi adalah Jepang. Namun masih belum diketahui negara manalagi yang akan kebagian Steam Deck selanjutnya.

Designer Steam Deck, Lawrence Yang, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa terbatasnya produksi Steam Deck disebabkan karena adanya masalah pada rantai supply. Namun kemudian mereka berhasil mengatasinya. Oleh sebab itu mereka akan mempercepat proses produksinya dalam waktu dekat.

Kemungkinan besar, Valve akan memproduksi ratusan ribu unit Steam Deck bulan ini, dan angka tersebut akan bertambah di bulan-bulan berikutnya. Sayangnya kita masih belum mengetahui apakah Valve akan juga merilis Steam Deck untuk pasar Indonesia atau tidak. Tetapi jika melihat antusiasme yang besar, ada kemungkinan Valve akan menjual Steam Deck di Indonesia dalam waktu dekat.

Nah Geeks, di Indonesia sendiri sudah banyak toko yang menyedikan PO untuk Steam Deck. Namun harga yang ditawarkan naik hampir 2 kali lipat dari harga semula. Untuk varian tertinggi, Steam Deck dengan 512GB NVME SSD, harga yang dipatok sekitar 17,5 juta rupiah. Padahal harga normalnya hanya sekitar 9 jutaan. Sementara untuk varian yang paling rendah dipatok sekitar 9 jutaan. Padahal harga normal untuk varian terendah adalah 5 jutaan. Tentu dengan harga yang selangit, banyak dari penggemar yang mengurungkan niat mereka membeli Steam Deck.

Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.