Bulan Februari lalu, Valve resmi merilis Steam Deck ke pasaran. Steam Deck adalah pesaing Nintendo Switch, yang dapat memainkan berbagai game triple A, yang biasa kalian mainkan di PC. Sederhananya, Steam Deck adalah perangkat mobile untuk memainkan game-game berat. Harga Steam Deck sendiri tergantung dengan kapasitas storage yang ditawarkan, mulai dari USD 399 atau 5.8 juta, hingga 9,4 jutaan.

Sayangnya, Steam Deck hanya rilis untuk beberapa region saja, dan Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Tidak diketahui secara pasti apakah Steam Deck bakal masuk ke Indonesia atau tidak dalam waktu dekat. Walau jumlah Steam Deck masih sangat terbatas, tetapi Valve tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk terus mengembangkan konsol ini. Baru-baru ini, Valve dikabarkan mulai mengembangkan Steam Deck 2.

Gabe Newell yang merupakan salah satu pendiri Valve mengatakan bahwa mereka tengah mengembangkan Steam Deck 2. Newell menambahkan bahwa harga Steam Deck 2 kemungkinan akan sedikit lebih mahal. “Kami mendengar saran pengguna. Mereka mengatakan bahwa ‘Kami ingin versi yang lebih mahal dari ini’ dalam hal kemampuan performa dan yang lainnya. Kami banyak belajar dari itu dan itu membantu kami mengembangkan Steam Deck 2.” Ungkap Newell.

Newell kemudian menambahkan bahwa perusahaanya sedang berusaha untuk membuat Steam Deck lebih dari sekedar konsol untuk game PC saja, dan akan mencoba memberikan pengalaman bermain yang lebih baik untuk game VR. Selain berfokus pada pengembangan Steam Deck 2, Valve juga akan berfokus pada produksi Steam Deck. Baru-baru ini, designer Steam Deck, Lawrence Yang mengkonfirmasi bahwa produksi Steam Deck akan dipercepat.

Jika di bulan pertama ada sekitar puluhan ribu yang diproduksi, maka di bulan ini, Valve akan memproduksi ratusan ribu unit Steam Deck, dan angka tersebut akan meningkat di bulan-bulan selanjutnya. Kita tunggu aja ya Geeks, apakah nanti Indonesia akan kebagian Steam Deck atau tidak, tetapi untuk saat ini sudah banyak toko online di Indonesia yang telah membuka PO Steam Deck. Namun tentu saja dengan harga yang naik hampir 2 kali lipat dari harga semula.

Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.