Cowboy Bebop merupakan sebuah franchise yang memulai debutnya pada tahun 90-an dan masih terkenal hingga sekarang. Cowboy Bebop menceritakan tentang sekelompok pemburu hadiah yang rela melakukan apa saja demi uang. Meski judulnya menggunakan kata Cowboy, namun sebenarnya serial ini mengangkat tema luar angkasa, masa depan, dan lain-lain. Setting Cowboy Bebop adalah tahun 2071, yang berarti mengangkat tema yang futuristik.

Kepopuleran Cowboy Bebop membuat beberapa pihak ingin mempopulerkannya kembali dengan cara yang berbeda yaitu menggunakan format live action. Live action Cowboy Bebop akhirnya telah resmi tayang di Netflix. Namun sayangnya ada sesuatu yang kurang dari serial live action tersebut, yaitu hilangnya salah satu karakter yang memiliki peran penting di animenya.

Nama karakter itu adalah Edward Wong Hau Pepelu Tivrusky IV. Dia merupakan anak kecil yang sangat suka membuat onar dan bagian dari tim Bebop. Edward memiliki julukan “Radical Edward” dan memiliki sifat periang yang mudah mencairkan suasana. Edward menjadi salah satu tokoh penting karena dia telah memiliki kontribusi yang cukup besar di tim Bebop.

Edward terkenal sebagai hacker yang berjasa bagi tim Bebop. Dia akan menggunakan keahliannya dalam ilmu IT untuk membantu tim menghadapi masalah di setiap misi yang mereka jalankan. Edward sering menyelamatkan tim jika sedang terpojok, sehingga dia sangat berharga untuk tim. Meski masih kecil, terkadang sikap Edward bisa lebih dewasa daripada beberapa anggota di tim Bebop.

Sayangnya di live action Cowboy Bebopm karakter Edward tidak muncul sama sekali. Padahal Andre Nemec selaku Showrunner telah menjanjikan kehadiran Edward di serial live actionnya, meski tidak banyak. Karakternya dijanjikan muncul sesuai porsinya. Kabarnya serial Cowboy Bebop tidak menampilkan Edward karena serialnya mendapat rating TV-MA, atau rating dewasa, sehingga Edward tidak cocok untuk tampil di dalamnya.

Anime Cowboy Bebop sebenarnya juga memiliki rating dewasa karena ada beberapa adegan yang tidak layak ditonton untuk anak di bawah usia 17 tahun. Jadi tampaknya, Netflix sengaja membuat live action Cowboy Bebop bernuansa lebih “dewasa” daripada animenya. Karakter Edward menjadi satu-satunya anggota Bebop yang memiliki akhir bahagia, tidak seperti Jet, Spike dan Faye.

Edward selalu bisa menghindari nasib buruk yang bisa membuatnya tewas. Jadi Edward tergolong karakter yang selalu mengalami nasib beruntung. Karena serial live actionnya ingin menonjolkan sisi sadis sesuai ratingnya, maka mungkin saja mereka sengaja menghilangkan karakter yang selalu bernasib baik seperti Edward.

Tidak munculnya Edward akan membuat live action Cowboy Bebop menjadi sedikit berbeda daripada animenya. Sehingga mungkin saja akan ada kejutan-kejutan lain yang telah dipersiapkan untuk para penggemar. Walau Edward absen dalam serial ini, tetapi kalian masih bisa melihat kembalinya para karakter lama seperti Spike Spiegel yang diperankan John Cho, Jet Black yang diperankan Mustafa Shakir, Faye Valentine yang diperankan Daniella Pineda, Vicious yang diperankan Alex Hassell, dan Julia yang diperankan Elena Satine. Lantas bagaimana menurut kalian, sepakatkah jika hilangnya Edward adalah solusi terbaik untuk live action Cowboy Bebop? 

Avatar
seorang manusia yang kebetulan tinggal di Malang dan lulusan salah satu kampus di sana pula. Lahir di Lumajang dan anak pertama dari dua bersaudara. Meski menyukai banyak hal, terkadang ada juga yang tidak disukainya juga sebab itu adalah sifat alami manusianya. Salam kenal untuk para Pembaca dan selamat menikmati sajian tulisannya.