Meski pun Goku sudah menjadi karakter yang sangat kuat dan hebat sejak pertama kali muncul di seri Dragon Ball, tetapi dalam seri sekuelnya, Dragon Ball Z, terungkap bahwa sebenarnya Goku merupakan bagian dari salah satu ras alien yang dikenal sebagai ras Saiyan. Ras Saiyan dikenal karena kemampuan mereka dalam bertarung, dan tentunya juga kemampuan mereka lainnya.

Kejam, penuh dengan rasa banga, memiliki serangan mematikan, dan memiliki kemampuan untuk melakukan transformasi, keluarga kerajaan Saiyan – yang dipimpin oleh King Vegeta – dikenal sebagai Saiyan yang paling kuat yang pernah ada. Mengapa kemudian keluarga kerajaan Saiyan dikenal menjadi petarung yang paling hebat di seluruh ras Saiyan? Bagaimana Goku mampu melampaui Vegeta, yang notabene Goku alias Kakarot hanyalah Saiyan biasa?

Ras Saiyan hanya berfokus pada bagaimana mereka bertarung dan juga menaklukan planet lainnya. Berdasarkan hal tersebut, tidak heran jika kemudian mereka yang memiliki kekuatan paling besar akan disegani dan dinyatakan sebagai pemimpin para Saiyan. King Vegeta dikenal sebagai Saiyan yang sangat kuat di planet tersebut, sehingga dia yang kemudian ditasbihkan sebagai pemimpin.

Anaknya, Prince Vegeta, kemudian ditunjuk sebagai penerusnya. Sedari kecil Vegeta sudah menunjukan kemampuan dahsyatnya sebagai keluarga kerajaan Saiyan. Namun, keluarga kerajaan sepertinya menggunakan jasa orang lain yang memang memiliki kekejaman dan metode yang lebih mematikan, untuk menjaga kekuasaan mereka agar tetap terjaga.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Dalam film anime non-canon yang dirilis pada 1993, Dragon Ball Z: Brolly – The Legendary Super Saiyan, memperlihatkan bahwa para ilmuwan Saiyan menemukan bahwa level kekuatan Broly sejak masih bayi pun sudah berada di atas 10.000. Khawatir bahwa kekuatan dahsyatnya akan membuat dia dan anaknya hancur, King Vegeta memerintahkan Broly dan ayahnya, Paragus, untuk dihabisi.

Dan seperti yang diduga, keduanya berhasil selamat dalam upaya pembunuhan tersebut. Broly kemudian kembali diperkenalkan dalam film canon Dragon Ball Super: Broly, yang dirilis pada 2018 kemarin. Filmnya memperlihatkan bagaimana Broly dan ayahnya kabur ke planet Vampa setelah King Vegeta menyadari kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh anaknya.

Artinya King Vegeta menggunakan taktik yang sama untuk melindungi kekuasanya, mengirimkan seseorang untuk kemudian menghabisi “ancaman” tersebut. Dan di sisi lain, ini mungkin cara yang dilakukan oleh King Vegeta untuk tetap menjadi yang terkuat diantara yang terkuat dari ras Saiyan. Goku sendiri berhasil selamat karena dia lahir dengan level kekuatan yang relatif kecil, artinya Goku tidak menjadi ancaman bagi King Vegeta.

Dia kemudian dikirim ke bumi untuk menguasai planet tersebut, setelah diketahui bahwa manusia adalah makhluk yang dianggap lemah. Namun, ternyata Goku bukanlah Saiyan sembarangan. Dia digambarkan sebagai sosok petarung yang memang memiliki bakat alami, setelah dia berhasil melepaskan diri dari program Saiyan yang tertanam di dalam dirinya.

Goku kemudian dilatih oleh kakek angkatnya, Gohan, sebelum kemudian dia berlatih bersama Master Roshi dan juga Kami. Dan meski pun Goku masih menjadi Saiyan yang relatif lemah dibandingkan dengan para Saiyan yang berpengalaman lainnya, pengalaman bertarung tersebut yang kemudian membuat Goku mengalami peningkatan kekuatan dan bahkan melampui Vegeta dalam seri DBZ.

Dragon Ball Z (TV Series 1996–2003) - IMDbSaiyan Saga memulai seri Dragon Ball Z dengan fakta yang mengejutkan, di mana Goku kemudian mengorbankan dirinya untuk melindungi bumi dari sosok kakaknya yang jahat, Raditz. Goku kemudian berlatih di dunia lain bersama King Kai. Latihan yang Goku lakukan bersama sang dewa mungkin memang meningkatkan kemampuan potensialnya secara drastis.

Namun, teknik Kaio-Ken yang Goku pelajari dari King Kai yang mungkin berhasil mendorong fisik Goku untuk melampaui batasnya. Dipadukan dengan latihan intentif yang dilakukan olehnya, wajar jika Goku sering kali jauh lebih unggul dibandingkan Vegeta – meski pun Vegeta pun pada akhirnya menyadari hal tersebut dan mencoba untuk memperkecil jarak kekuatan di antara mereka.

Goku dan Vegeta memang kemudian berlatih bersama di awal seri Dragon Ball Super. Namun, Whis kemudian memberikan penjelasannya mengenai perbedaan antara Goku dan Vegeta. Menurutnya, Vegeta memiliki kemampuan berpikir taktik yang sangat kuat dibandingkan Goku, namun sering kali Vegeta terlalu memikirkan strategi yang dia buat sendiri.

Di sisi lain, Goku merupakan sosok yang spontan dan semuanya dia serahkan kepada insting dalam dirinya. Berdasarkan hal tersebut, Vegeta sering kali berlatih dengan memaksimalkan apa yang dia miliki untuk menghasilkan efek yang mematikan. Sedangkan Goku, memiliki cara dan tahu bagaimana memaksimalkan latihan yang dia lakukan.