Beberapa hari setelah peluncuran perdana platform streaming pertama milik Disney, Disney Plus, sepertinya masih ada kejutan lainnya yang masih akan diberikan kepada para pelanggan setianya. Selain berbagai seri dan film animasi dari Disney, sebelumnya pihak Disney juga sudah mengumumkan berbagai konten orisinal mereka seperti seri dari Marvel Cinematic Universe.

Namun, usaha memuaskan pelanggan sepertinya tidak hanya berhenti sampai disitu. Menurut laporan dari We Got This Covered, Disney berencana untuk menghadirkan film adaptasi dari salah satu seri anime populer di dunia yaitu Dragon Ball. Konsep filmynya sendiri adalah live-action dengan aktor yang akan berperan di dalamnya, semuanya merupakan aktor Asia.

Dalam laporannya juga disebutkan, jik Disney tidak ragu untuk menggelontorkan dana yang besar untuk membiayai proyek ambisius tersebut. Jika memang terjadi, bisa jadi film tersebut akan menjadi awal dari sebuah franchise Dragon Ball live-action di Disney. Entah apakah Disney tidak belajar dari kesalahan rumah produksi lainnya, rasanya proyek ini pantas dikatakan ambisius.

Sama seperti adaptasi video game, film adaptasi dari seri anime populer Jepang selalu menjadi sebuah “kutukan” yang masih berlaku saat ini. Bisa dihitung dengan jari, berapa film adaptasi game yang dikatakan sukses di pasaran. Sisanya? Film-film tersebut harus merasakan kerugian akibat tanggapan negatif dari para penonton dan juga para penggemar game tersebut.

Sebenarnya, Disney bukanlah rumah produksi pertama yang berusaha untuk mengadaptasi Dragon Ball dalam bentuk film layar lebar dan juga live-action. Sebelumnya, RatPac-Dune yang bekerja sama dengan 20th Century Fox pernah membuat film adaptasi live-action Dragon Ball, yaitu Dragon Ball Evolution pada 2009 silam. Film tersebut disutradarai oleh James Wong dan diproduseri oleh Stephen Chow.

Bukan sukses yang didapat, justru kritik pedas dan berbagai reaksi negatif lainnya membanjiri film ini. Meskipun menghadirkan berbagai aktor Asia, film ini dinilai buruk karena melakukan whitewashing dengan mengganti berbagai karakter utama dalam ceritanya dengan aktor berkulit putih. Dari segi cerita pun, bisa dibilang film tersebut sangat kurang sehingga wajar jika film ini gagal di pasaran.

Selain Dragon Ball, ada juga usaha Avatar: The Last Airbender yang juga sempat mendapatkan treatment serupa. Hasilnya? Bisa ditebak, film tersebut flop alias gagal di pasaran dan mendapatkan banyak sekali reaksi negatif. Salah satu faktornya adalah whitewashing. Dengan pengalamannya untuk mengadaptasi berbagai dongeng anak-anak ke dalam cerita animasi, mungkin Disney akan mengalami sesuatu yang berbeda.

Film Alice in Wonderland dan Maleficent, bisa jadi contoh kesuksesan Disney membuat versi live-action dari cerita animasi. Tapi, anime jepang dan animasi produksi Disney tentunya memiliki sebuah dimensi yang berbeda. Ada berbagai hal lainnya juga yang membedakan kedua hal tersebut, meskipun keduanya juga sama-sama produk animasi. Apakah Disney akan merubah tren negatif tersebut? atau menjadi yang pertama meraih kesuksesan dari genre tersebut? kita nantikan saja ya Geeks!