Baru-baru ini dalam sebuah sesi tanya jawab, kreator Dragon Ball, Akira Toriyama membagikan sedikit pembahasan tentang teknik asuh dari para Saiyan terhadap para anak-anaknya, dan apa hubungannya dengan Goku dan Vegeta di era Dragon Ball Super ini.

Dan inilah alasan mengapa para Sayian mungkin telah berjuang untuk menjadi ayah yang baik. “Secara bawaan, para Saiyan memang lebih menekankan kepada jumlah orang yang kuat dalam ras mereka, sehingga ikatan antara orang tua dan sang anak tidak terlalu kuat. Vegeta dan Paragus bahkan menggunakan putra mereka untuk memenuhi kebanggaan dan ambisi mereka masing-masing, sementara Bardock lebih mirip dengan para Earthling dimana memiliki sedikit kecintaan terhadap putranya. Kalau di pikir-pikir, Goku sepertinya juga tak terlalu memikirkan anak-anaknya.”

Lalu Toriyama pun menambahkan bahwa dibalik itu, Vegeta senjadi sosok ayah yang penuh perhatian dan lebih baik. Dalam penilaian yang diberikan Toriyama, kehadiran Bulma dalam kehidupan Vegeta telah membuat perbedaan besar. Ia lantas membandingkan kehidupan dari Vegeta dengan Goku. Chi-Chi adalah istri sekaligus ibu yang keras. Memaksa Goku untuk memberikan kasih sayang jelas bukanlah agenda dari Chi-Chi, dan bahkan hubungan antar Chi-Chi dan Goku pun tak terlalu romantis.

Bulma adalah kebalikannya. Dragon Ball Super: Broly mengungkapkan bahwa ia bertindak terlalu jauh dengan menggunakan Dragon Balls untuk mengurangi usianya agar ia terlihat lebih muda. Hal itu tentu saja menyiratkan bahwa Bulma dan Vegeta masih memiliki kehidupan cinta yang masih Romantis, dan apresiasinya terhadap istri dan anak-anaknya mendorong Vegeta untuk mengeluarkan kekampuan terbesarnya di Tournament of Power.

Cara masing-masing Saiyan untuk menunjukan kecintaanya memang tak bisa diprediksi. Bardock pernah membuat caranya sendiri untuk  menunjukan bahwa ia mencintai putranya, Kakarot. Bardock bahkan mengirim Kakarot pergi dan saat inilah putranya dapat menyelamatkan alam semesta. Mungkin Goku hanya perlu lebih memperhatikan bagaimana ayah Saiyan lain di sekitarnya untuk melakukan sesuatu.