Leap-Frog adalah salah satu villain Marvel yang cukup sering mengganggu Daredevil di Marvel Universe. Hal inilah yang kemudian membuat Daredevil memandangnya sebagai musuh yang menyebalkan. Menariknya, sosok menyebalkan yang satu ini juga akan melakukan debut MCU-nya di serial She-Hulk Attorney At Law. Berdasarkan apa yang terlihat di trailernya, ada seseorang yang mengenakan kostum katak berwarna hijau, mirip penampilan Leap-Frog di Marvel Comics.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah siapa sebenarnya Leap-Frog? Jika dia memang musuh yang alot bagi Daredevil, mengapa namanya terdengar asing? Padahal Daredevil sendiri adalah hero veteran Marvel yang sudah tidak perlu kita ragukan lagi kehebatannya. Untuk itulah kali ini kita akan membahas karakter Leap-Frog di Marvel Comics, yang memang sudah membuat banyak penggemar penasaran. Mari kita kenali musuh Daredevil yang cukup alot ini.

Leap-Frog, Penemu Frustrasi yang Jadi Villain

Leap-Frog adalah salah satu villain Marvel yang pertama kali muncul di komik Daredevil #25 (1966). Karakter bernama asli Vincent Patillio ini awalnya adalah seorang penemu yang berharap suatu hari nanti bisa terkenal karena penemuannya. Sayangnya, karena mimpi tersebut tidak pernah terwujud, akhirnya dia menggunakan keterampilannya untuk menciptakan kostum Leap-Frog yang kemudian dia gunakan untuk tujuan jahat. Dalam berkarier sebagai penjahat, Leap-Frog cukup sering berhadapan dengan Daredevil.

Pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah bandara, di mana pada saat itu Leap-Frog menyandera Matt Murdock agar bisa kabur dari polisi, tanpa mengetahui siapa dia sebenarnya. Beberapa hari kemudian, mereka kembali bertemu saat Leap-Frog tengah melakukan pencurian di toko perhiasan. Kali ini Matt yang tengah beraksi sebagai Daredevil lantas mencoba untuk meringkusnya. Namun, ternyata Leap-Frog jauh lebih lincah dari para musuh yang pernah Daredevil hadapi. Akhirnya Leap-Frog berhasil kabur sambil mengejek Daredevil karena gagal menangkapnya.

Kejadian seperti ini terus berulang di antara Daredevil dan Leap-Frog. Saat akan kalah, Leap-Frog selalu berhasil menipu atau mengungguli Daredevil, sebelum akhirnya kabur sambil mengejeknya. Suatu hari, setelah Leap-Frog berhasil merampok bank, Daredevil akhirnya bisa meringkusnya dengan menjeratnya menggunakan kawat. Sang antihero lantas langsung membawanya ke kantor polisi. Saat tengah diadili pun, Leap-Frog bahkan sempat mencoba untuk kembali kabur. Sialnya, karena sepatunya longgar, dia akhirnya jatuh dari ketinggian dan pingsan.

Salah Satu Musuh Daredevil Paling Lincah

Keunikan dan kecanggihan kostum Leap-Frog adalah alasan utama mengapa Daredevil sering kewalahan saat menghadapinya. Semuanya bermula saat Vincent alias Leap-Frog berhasil menemukan per atau pegas elektrik yang memungkinkannya untuk melompat jauh. Tidak lama setelah itu dia kemudian mendesain kostum katak berwarna hijau untuk menyembunyikan identitas aslinya. Sejak saat itulah dia memulai karier penjahatnya sebagai Leap-Frog yang dapat melompat sampai setinggi gedung enam lantai.

Seiring berjalannya waktu, Leap-Frog terus menerus melakukan pembaruan terhadap kostum dan pegas elektriknya. Untuk membuat pegas elektriknya bertahan lama, Leap-Frog mengenakan baterai tambahan yang dia pakai seperti tas ransel. Dia juga menambahkan beberapa bantalan di bagian dalam kostumnya. Di mana bantalan ini mampu melindunginya saat mengeluarkan jurus andalannya, yaitu memantul-mantul di dinding. Kekuatan inilah yang akhirnya membuat Daredevil menganggap Leap-Frog sebagai musuh yang sangat lincah.

Menjadi Musuh Bagi Superhero Lain

Setelah karakternya sempat menghilang, Leap-Frog akhirnya kembali di komik Daredevil Annual #1 (1967). Kali ini dia bekerja sama dengan villain lain, seperti Electro, Gladiator, dan Matador, sebagai bagian dari kelompok Emissaries of Evil. Tujuan utama Emissaries adalah mengalahkan Daredevil, yang menurut mereka lebih mudah jika bekerja sama. Namun ternyata dugaan mereka salah, Daredevil justru berhasil meringkus mereka sekaligus. Setelah mengikat Leap-Frog bersama para Emissaries lainnya, Daredevil memanfaatkan listrik Electro agar mereka tidak berdaya sampai polisi tiba.

Selain Daredevil, Leap-Frog juga pernah bertarung melawan Sam Wilson alias Falcon di komik Defenders #64 (1978). Hal itu bisa terjadi karena Leap-Frog bersama sekelompok penjahat lain menggunakan nama tim superhero Defenders sebagai nama kelompok mereka. Sehingga para Defenders asli terpaksa turun tangan untuk mengalahkan mereka. Di komik Iron Man #127 (1979), Leap-Frog juga pernah menjadi bagian dari para pengawal Justin Hammer, musuh Iron Man. Hal ini lantas membuatnya sempat berhadapan dengan Iron Man, tetapi dalam prosesnya dia pingsan setelah tertimpa pengawal lain.

Itulah pembahasan tentang supervillain Leap-Frog di Marvel Universe. Alasan mengapa dia mendapatkan predikat musuh yang ‘alot’ bagi Daredevil adalah karena Leap-Frog sering kali berhasil kabur. Kejadian seperti ini bahkan bukan hanya satu atau dua kali, tetapi terus menerus sampai akhirnya Daredevil pun merasa kewalahan. Apalagi saat kabur, Leap-Frog selalu mengejeknya karena gagal mengikuti gerakannya yang lebih lincah. Sepertinya akan sangat menarik juga jika di serial She-Hulk nanti dia muncul sebagai lawan Daredevil. Meskipun nama dan penampilan terbilang konyol, tetapi setidaknya dia sangat berkesan.