Meskipun baru beberapa hari muncul, para fans sudah menghadirkan berbagai teori-teori menarik yang mungkin akan terjadi pada chapter berikutnya. Salah satu teori yang banyak bermunculan dan dibahas adalah kembalinya sosok Gogeta yang akan muncul dalam seri Dragon Ball Super. Peluang kemunculan Gogeta sendiri cukup besar, di mana Vegeta dan Goku saat ini berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Bukan hanya mengenai kemunculan kembali Gogeta. Dalam teori tersebut juga para fans menyebutkan bahwa ada kemungkinan bahwa sosok Gogeta tersebut akan bertambah kuat dengan memanfaatkan transformasi terbaru milik Vegeta yaitu Ultra Ego. Namun, apakah Gogeta kemungkinan akan benar-benar kembali dan mampu menghadapi sosok Gas?

Apakah Gogeta Kembali di Dragon Ball?

Salah satu pertanyaan besar yang kemudian muncul di kalangan para fans terkait chapter yang akan datang adalah apakah sosok Gogeta akan muncul kembali untuk berhadapan dengan Gas. Situasi saat ini terlihat cukup baik untuk menghadirkan kembali sosok Gogeta ke dalam cerita. Apalagi, form Ultra Instinct milik Goku sepertinya tidak terlalu berpengaruh.

Karena itulah Ultra Ego memiliki kesempatan untuk bisa mengalahkan Gas. Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi para fans untuk berteori bahwa Gogeta akan menjadi jawaban untuk bisa mengalahkan Gas. Untuk Geeks yang belum tahu, Gogeta adalah sosok kuat yang lahir hasil dari teknik Fusion antara Goku dan Vegeta.

Vegeta dan Goku menggunakan teknik Fusion Dance dan bukan menggunakan Potara Earrings. Artinya, Goku dan Vegeta perlu untuk mencari momen atau situasi di mana mereka bisa melakukan ritual Fusion Dance dan kemudian menjadi sosok Gogeta. Ada dua skenario yang bisa terjadi untuk mewujudkan hal ini.

Skenario pertama adalah Vegeta dan Goku perlu mengambil jarak yang cukup jauh dari sosok Gas, setidaknya untuk beberapa waktu. Namun, skenario ini sepertinya kecil kemungkinan untuk terjadi. Karena, mereka baru saja menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mendengarkan rekaman suara milik Bardock. Skenario kedua memerlukan sosok Granolah untuk bisa memberikan jeda kepada keduanya untuk menyatu.

Granolah sendiri saat ini masih belum sadarkan diri setelah pertarungannya melawan Gas. Monaito sendiri masih terus berusaha untuk menyembuhkan Granolah. Jika pun kemudian Granolah sudah kembali sadar dan bisa membantu Goku dan Vegeta, muncul pertanyaan lainnya. Seberapa lama Granolah mampu menahan sosok Gas? Apakah Granolah mampu menahan Gas sampai kemudian Vegeta dan Goku menyelesaikan ritualnya?

Mungkinkah Terwujud?

Sebenarnya, skenario nomor dua menjadi pilihan yang masuk akal. Vegeta dan Goku perlu melakukan Fusion Dance secara tepat dan cepat. Jika mereka berhasil melakukannya dalam hanya satu kali percobaan, maka mereka hanya membutuhkan waktu selama beberapa menit sampai ritualnya selesai. Granolah pun rasanya masih sanggup untuk melakukan hal tersebut.

Namun, jika hal yang terjadi justru sebaliknya maka butuh waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan ritual tersebut. Meskipun begitu, rasanya Akira Toriyama tidak akan menghadirkan elemen komedi di tengah-tengah situasi panas dan juga menegangkan seperti sekarang. Sehingga, artinya Goku dan Vegeta bisa menyelesaikan Fusion Dance mereka hanya dalam waktu beberapa menit.

Skenario Lain

Selain dua skenario di atas, ada juga skenario lainnya yang mungkin bisa terjadi sebagai kelanjutan dari chapter 84. Transformasi Ultra Ego membuat Vegeta menjadi jauh lebih kuat ketika menerima serangan dari Gas. Hal ini dikarenakan memang Ulra Ego akan bertambah kuat ketika penggunanya mendapatkan serangan atau menerima serangan.

Namun, seperti yang mungkin Geeks ingat dalam pertarungan melawan Granolah sebelumnya, Vegeta tetap harus kalah dalam form ini. Meskipun begitu, ada beberapa perbedaan penting antara pertarungan melawan Gas dan juga pertarungan melawan Granolah. Saat bertarung melawan Granolah, Vegeta merasa kasihan terhadap Granolah karena cerita menyedihkan dari penduduk planet Cereal yang tewas oleh para Saiyan.

Meskipun tidak secara langsung merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, Vegeta tetap merasa bersalah karena Goku dan juga dia merupakan Saiyan terakhir yang masih hidup dan menjadi perwakilan dari ras tersebut. Hal ini pun terkonfirmasi di chapter 84 kemarin, ketika Vegeta lupa tentang Saiyan Pride dalam dirinya.

Menurut Vegeta, Saiyan Pride bukanlah tentang dosa masa lalu atas apa yang sudah ras mereka lakukan. Melainkan kebanggaan dari ras Saiyan itu sendiri. Rasa bersalah inilah yang kemudian cukup menganggu teknik Ultra Ego dari Vegeta. Namun, hal berbeda tentunya dirasakan oleh Vegeta dalam pertarungan melawan Gas.

BACA JUGA: One Piece: Siapa Samurai Wanita Terkuat?

Sama sekali tidak ada rasa bersalah yang akan Vegeta rasakan saat bertarung melawan Gas. Mengapa? Karena, Vegeta beranggapan bahwa Gas adalah seorang villain yang perlu untuk dia hancurkan. Dia juga merupakan bagian dari kelompok Heeters yang bertanggung jawab atas hancurnya planet Cereal. Karena itulah, Ultra Ego milik Vegeta kali ini akan berfungsi secara maksimal.

Kesimpulannya di Dragon Ball

Dengan situasi yang ada saat ini perlu ada kekuatan besar lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk bisa menghadapi Gas. Banyak fans yang kemudian berpendapat bahwa sosok yang bisa diandalkan tersebut tidak lain adalah Gogeta. Gogeta bisa menghadirkan peluang untuk menghabisi Gas yang memiliki kekuatan dahsyat.

Ketika Gogeta berhasil muncul dan menjadi lawan dari Gas, para fans pun berspekulasi bahwa dia tidak akan muncul begitu saja. Akan ada peningkatan kekuatan drastis dari sosok Gogeta, seperti penggunaan transaformasi Ultra Ego. Dibandingkan Ultra Instinct, teknik Ultra Ego saat ini lebih dibutuhkan untuk bisa menghadapi Gas. Apakah Gogeta akan benar-benar kembali? Kita nantikan saja kelanjutan cerita Dragon Ball ya Geeks!