Tidak banyak informasi yang kita ketahui saat ini mengenai sosok protagonis utama di seri One Piece, yaitu Monkey D. Luffy. Salah satu informasi yang masih misterius adalah siapa orang tua, khususnya ayah, dari Luffy. Banyak yang berspekulasi bahwa dia adalah anak dari Gol D. Roger, sang raja bajak laut. Tetapi, kemudian spekulasi tersebut berhasil terbantahkan.

Dalam arc Water Seven akhirnya para fans pun mendapatkan sedikit informasi mengenai orang tua Luffy. Luffy ternyata memiliki seorang kakek yang menjadi wakil admiral di angkatan laut, yaitu Monkey D. Garp. Dia merupakan pahlawan perang dan pahlawan bagi pihak angkatan laut. Garp kemudian memberi tahu Luffy mengenai sosok ayahnya yang tidak lain adalah Monkey D. Dragon.

Luffy sendiri sedari kecil dibesarkan oleh sang kakek, bersama Portgas D. Ace dan juga Sabo. Sosok Garp sendiri tidak pernah hadir atau bertemu dengan Luffy. Sebenarnya, Dragon sempat muncul di awal serinya, tepatnya di Loguetown, ketika Luffy berada dalam situasi terdesak saat Smoker berhasil melumpuhkannya. Dragon kemudian menyelamatkan Luffy dari Smoker.

Tetapi, semua itu terus menjadi misteri sampai akhirnya informasi mengenai Dragon adalah ayah dari Luffy pun semakin menguat. Monkey D. Dragon sendiri diketahui merupakan “Kriminal Paling Mengerikan di Dunia” dan dia merupakan pemimpin tertinggi dari Pasukan Revolusi. Tujuan utamanya adalah menggulingkan dan menghancurkan kekuasaan dari Pemerintah Dunia, dan mengembalikan kekuasaan tersebut kepada masing-masing wilayah atau penduduk.

Hal inilah yang kemudian membuat Pasukan Revolusi mendapatkan dukungan dari berbagai negara dan kerajaan, yang sama-sama menentang kekuasaan dari Pemerintah Dunia. Sosok Dragon begitu dihormati oleh para anak buahnya, terlepas dari begitu rahasianya informasi mengenai masa lalunya dan juga keluarganya. Meski pun Dragon tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari hidup Luffy, Dragon masih menunjukan kepeduliannya terhadap sang anak.

Ivankov menyadari bagaimana Dragon selalu melihat ke arah East Blue, seolah-olah ada sosok yang dia cintai tinggal di sana. Dragon juga sangat peduli terhadap Luffy, dan sangat mendukung apa pun yang dilakukan oleh Luffy. Dia bahkan mendukung Luffy untuk menjadi raja bajak laut. Ketika informasi bahwa Luffy adalah anak dari Dragon diketahui banyak orang, banyak dari rekan-rekan Dragon berusaha untuk melindungi Luffy, seperti Ivankov, saat dia berusaha kabur dari Impel Down.

One Piece: Rencana Dragon Adalah Rekrut Luffy? | Greenscene

Masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab Dragon kemudian meninggalkan Luffy dan menitipkannya kepada Garp. Mungkin, seperti halnya Yasopp, Dragon sengaja meninggalkan Luffy demi memulai revolusi besar dan membentuk Pasukan Revolusi. Dragon sendiri baru bertemu kembali dengan Luffy sekitar 17 tahun kemudian. Selain membentuk Pasukan Revolusi, bisa jadi juga koneksi dari sang ayah Dragon, Garp, dengan angkatan laut, memaksanya untuk pergi.

Seperti yang kita ketahui, Garp sangat mencintai keluarganya. Dia sangat sayang terhadap Luffy dan Dragon, namun pada akhirnya tanggung jawabnya sebagai angkatan laut yang membuat Garp dan Dragon harus memiliki perbedaan prinsip. Garp selalu memiliki prinsip bahwa garis keturunan tidak bisa menentukan nasib seseorang, dan menjadi kriminal tidak melulu membuat seseorang jahat.

Hal ini kemudian dibuktikan ketik Garp mau menerima tawaran Roger untuk merawat Ace. Dan dia juga rela menitipkan cucunya dan anak Roger kepada kenalannya, yang merupakan bandit gunung, yaitu Dadan. Karena hal ini juga, ditambah kebencian Garp terhadap Pemerintah Dunia, mungkin yang membuat Dragon mau mempercayakan sang ayah untuk merawat Luffy.

Meskipun Dragon bisa dibilang adalah sosok ayah yang tidak bertanggung jawab dengan meninggalkan sang anak untuk urusan lain, sampai pada titik di mana Luffy tidak peduli tentang keberadaanya, Dragon tetap memperlihatkan bagaimana dia memiliki kepedulian terhadap keluarganya. Luffy sendiri pada akhirnya mau menerima bahwa Dragon merupakan ayahnya. Jadi, meski pun Dragon bukanlah orang tua yang baik, tetapi dia juga bukanlah sosok yang jahat.