Setelah sempat tertunda cukup lama, akhirnya film pembuka untuk Phase 4 MCU, Black Widow, resmi dirilis. Perilisan filmnya sendiri memang tidak seperti yang direncanakan di awal yaitu di layar lebar, melainkan di kanal milik Disney, Disney Plus. Berdasarkan kabar terbaru, film Black Widow bisa dibilang cukup meraih kesuksesan besar di tengah pandemi ini.

Filmnya meraih pemasukan dalam jumlah yang fantastis. Black Widow sendiri bersetting pasca Captain America: Civil War, di mana Natasha mencoba untuk kabur dari kejaran pemerintah. Natasha pun kemudian harus menjalankan misi yang ternyata belum selesai sepenuhnya. Meskipun begitu, pada kenyataanya ada beberapa plot hole yang muncul di film ini. Apa saja?

Nastaha Romanoff Tidak Dikenali (?)

Ketika Natasha dan Yelena berhasil kabur dari kejaran Taskmaster dan tim operasi Red Room di Budapest, mereka kemudian bersembunyi. Bahkan, mereka sempat berhenti di sebuah SPBU untuk mempersiapkan perbekalan. Di tokonya, Yelena sempat mengejek Natasha yang sering melakukan gerakan aneh, ketika beraksi bersama Avengers. Dan hal ini sebenarnya memancing keanehan.

Natasha adalah buronan global, alias dia adalah salah satu sosok yang paling dicari di seluruh dunia. Meskipun sang penjaga toko terlihat sedang menonton bola, rasanya informasi mengenai Natasha adalah buronan internasional pasti sudah dia ketahui/dengar. Natasha tidak menggunakan penyamaran apa pun. Bagaimana mungkin dia tidak mengenal sosok Natasha? Orang-orang di jalan pun sepertinya acuh dan tidak mengenali sosoknya. Hal ini tentunya sangat membingungkan.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Red Room Tidak Memeriksa Yelena

Ketika Melina menginformasikan pihak Red Room bahwa, ada “penyusup” yang mencoba masuk ke rumahnya, Yelena terlihat menghindari beberapa serangan. Namun, kemudian dia melihat Melina berdiri di atas tubuh Natasha yang tidak sadarkan diri. Sebenarnya, sosok tersebut adalah Natasha yang menyamar menjadi Melina, dan Natasha pun kemudian membuat Yelena tidak sadarkan diri. Mereka semua kemudian dibawa ke fasilitas Red Room. Melina yang asli kemudian menghubungi Yelena melalui sebuah earpiece. Dan dari segi keamanan, rasanya aneh jika mereka tidak mengecek terlebih dahulu sosok Yelena, apakah dia memiliki senjata atau memiliki earpiece untuk berkomunikasi.

Dreykov Memiliki Obat Penawar

Obat penawar tersebut adalah sebuah gas berwarna merah yang mampu melepaskan pengaruh para Widows dari pengendali pikiran yang ditanamkan oleh Red Room. Dalam salah satu momen, terlihat bahwa Dreykov menyimpan obat penawar tersebut. Yang menjadi petanyaan kemudian mengapa kemudian Dreykov, sosok yang ingin berkuasa di dunia, menyimpan obat penawar para Widows? Bukankah seharusnya obat penawar tersebut dihancurkan?

Logikanya, ketika Natasha berada berada di ruangannya, Dreykov seharusnya menghancurkan obat penawar tersebut sehingga Natasha tidak memiliki kesempatan untuk membebaskan para Widows yang lain. Yang juga penting adalah adalah seharusnya Natasha tidak merahasiakan mengenai serum tersebut kepada Tony Stark dan Thaddeus Ross. Meskipun hubungan mereka tidak selamanya baik, setidaknya ada pertimbangan keselamatan global, sehingga Natasha seharusnya mengirimkan serum tersebut untuk diproduksi massal dan diberikan kepada para Widows yang masih memiliki pengaruh dari Red Room.

Para Widows dan Dreykov Tidak Menggunakan Kekuatan Mematikan

Para Widow yang dilatih di Red Room adalah pembunuh elit. Mereka sudah sangat ahli dalam menggunakan pisau, senjata, atau apa pun itu. Ketika Dreykov diserang oleh Natasha di ruangannya, para Widows yang mencoba melindungi pemimpin mereka sama sekali tidak ada yang menggunakan senjata. Hal ini tentunya sangat aneh mengingat latihan sendiri mereka diperlihatkan sangat ahli dala menembak tepat. Apakah hal itu semacam protokol keamanan yang dibuat oleh Dreykov? Masih belum diketahui secara pasti.

Tidak Ikut Pergi Bersama Para Widows Lainnya

Momen terakhir filmnya memperlihatkan keluarga Natasha berhasil menghancurkan fasilitas Red Room, dan juga Dreykov pada akhirnya tewas. Dengan begitu, para Widows dan Taskmaster pun sudah terbebas. Namun, di momen-momen final ketika Ross datang bersama pasukannya, Natasha memilih untuk tidak ikut bersama keluarganya, dan memutuskan untuk “menyerahkan diri” kepada Ross.

Pertanyaannya kemudian bagaimana Natasha mengetahui bahwa Ross tidak akan menggunakan kekerasan atau menggunakan hal yang agresif untuk menangkapnya? Natasha, pada saat itu, sedang tidak berhubungan dengan para Aevngers. Jadi, Natasha bisa saja pergi dan bekerja dengan para Widows lainnya dan juga keluarganya. Jika pun dia mencoba untuk membebaskan Team Cap yang lain dari the Raft, pergi bersama Ross bukanlah sebuah ide yang baik.