Dalam sebuah cerita yang sekelam dan segelap Tokyo Ghoul, melihat karakter favorit kita tewas dalam cerita tentunya bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan. Ishida Sui, kreator dari manga Tokyo Ghoul, sendiri dikenal sebagai kreatof yang senang “membunuh” karakter utamanya. Setiap karakter, baik villain maupun pahlawan, memiliki sebuah beban yang sangat berat dan juga masa lalu yang menyedihkan. Berikut adalah beberapa kematian yang menyedihkan dalam series Tokyo Ghoul.

Hikari Kirishima

Kirishima Hikari merupakan ibu dari Touka dan juga Ayato. Sosoknya sendiri sangat misterius, sampai dalam cerita terbarunya terungkap tentang masa lalunya yang benar-benar menyedihkan oleh adiknya, Renji Yomo. Orang tua Hikari harus tewas terlebih dahulu, Hikari kemudian diberi tugas untuk menjaga dan merawat Renji ketika mereka tiada.

Keadaan perlahan mulai membaik dalam kehidupannya, ketika dia mulau menikah dengan Arata dan melahirkan dua orang anak yaitu Touka dan Ayato. Namun, dia kemudian menjadi buruan bagi sang white reaper dari CCG, Arima Kishou. Hikari tewas dengan cara yang tragis, dimana usianya masih 16 tahun dan kematiannya membuat Yomo menjadi ketakutan di sepanjang hidupnya.

Fueguchi Ryouko

Salah satu kejadian yang paling mengerikan dan juga menyedihkan dalam series Tokyo Ghoul ini adalah momen dimana Fueguchi Ryouko dieksekusi. Setelah eksekusi tersebut dilakukan, berbagai kematian dilaporkan muncul di seluruh Tokyo. Ryouko sendiri sebenarnya adalah sosok ghoul yang tidak berbahaya, dan dia hidup dalam kehidupan yang damai bersama putrinya, Hinami.

Namun, meskipun dia adalah ghoul yang tidak berbahaya sosok Kuroeo Mado tetap memburunya. Melihat Fueguchi adalah ghoul yang lemah dan tidak berdaya, keinginan untuk membunuhnya justru semakin besar. Fueguchi sendiri tewas saat melindungi anaknya, yang mana aksinya tersebut justru malah diejek oleh Mado karena apa yang dilakukan oleh Fueguchi tidaklah berguna. Kematian tersebut benar-benar sebuah agoni.

Arata Kirishima

Arata Kirishima merupakan suami dari Hikari Kirishima dan juga ayah bagia Touka dan juga Ayato. Arata sendiri pada awalnya hanyalah seorang pria biasa, dan kemudian berubah ketika dia mengetahui jika istrinya tewas. Arata kemudian menjadi pria yang malang dan mencoba untuk membalaskan dendam atas kematian istrinya.

Arata pernah dibutakan oleh amarah dimana dia membantai seluruh manusia dan juga ghoul untuk mendapatkan banyak kekuatan yang dia gunakan demi membalaskan dendam, juga melindungi anak-anaknya. Kehidupran tragis Arata kemudian berakhir ketika dia ditangkap oleh Mado dan Shinohara. CCG kemudian menggunakan Arata sebagai sebuah alat untuk keperluan mereka. Kejadian ini tragis karena, sekuat apapun Arata mencoba untuk melindungi anaknya pada akhirnya justru dia yang harus tewas.

Rize Kamishiro

Rize Kamishiro atau yang bias adikenal sebagai “Binge Eater,” merupakan orang yang menghancurkan wilayah 20 (20th Ward) di Tokyo sampai kemudian dia bertemu dengan Kaneki. Dalam usaha untuk mengalahkannya, Rize terjebak di sebuah kecelakaan, yang mana membuat hidupnya berubah menjadi sangat mengerikan. Dia digunakan sebagai alat untuk menciptakan beberapa ghoul bermata satu seperti Kaneki, dan melalui banyak sekali penderitaan sampai-sampai dia kehilangan realita yang ada.

Selain digunakan sebagai alat untuk menciptakan ghoul bermata satu, Rize juga digunakan sebagai inang dari Kagune raksasa, yang juga dikenal sebagai The Dragon. Kehidupan dari seorang Rize sedari dulu memang dipenuhi oleh rasa ketakutan. Dia mengalami ketakuran dikejar oleh V, dan juga idgunakan sebagai pion untuk keperluan tertentu. Kaneki kemudian berusaha untuk mengakhiri penderitaannya dengan membunuhnya secara cepat.

Tatara

Tatara merupakan pemimpin dan juga petarung yang kemampuannya paling mumpuni diantara keluarga Aogiri. Seluruh kepribadiannya dipenuhi oleh kepalsuan. Meskipun dia sering kali muncul dengan sifat sombong dan angkuhnya, dia merupakan orang yang paling setia kepada Eto dan the King. Kesetiaanya kepada Eto sudah tidak perlu diragukan lagi.

Tatara berani bertarung dan mengorbankan nyawanya demi mempertahankan idealismenya. Di Rushima, dia bertemu dengan ajalnya di tangan Seidou Takizawa. Meskipun dia sedang dalam keadaan sekarat, Tatara tidak sedikit pun mengeluh ataupun merasakan sakit tersebut. Dia justru malah flashback ke masa lalu dan berpikir apakah dia sudah melakukan yang terbaik terhadap Eto dan Arima. Kematian Tatara membuat sebuah plot-twist yang besar.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2