10 Game Horor yang Diangkat dari Kisah Nyata

0
1823

Bukan cuma film horror yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Kadang, adaptasi game dari kisah nyata justru dapat lebih menakutkan bila dibandingkan dengan film. Hal ini dikarenakan ketika bermain game kita serasa “terjun langsung” dengan pengalaman horror yang diberikan.

Di dalam artikel ini Geeks akan menemukan kesepuluh judul game yang diangkat berdasarkan kisah nyata. Beberapa judul mungkin Geeks pernah bermain atau mendengar, namun tahukah kalian kisah nyata dibalik adaptasi game tersebut? Simak terus artikel ini untuk mengetahuinya.


Kholat


Kholat – The Dyatlov Pass Incident Story diangkat berdasarkan kisah nyata “The Dyatlov Pass Incident.” Insiden ini bercerita mengenai kesembilan pendaki Gunung Ural di Rusia pada tahun 1959 yang menghilang kemudian ditemukan mati secara misterius. Kholat adalah sebuah game horror yang memiliki gabungan dari film Blair Witch dan Silent Hill, namun di tengah salju.

Hingga hari ini kematian kesembilan pendaki ini masih misterius, meski ada beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka mati karena longsor atau diserang Yeti dari Russia. Teori longsor memang terlihat logis, namun fakta yang ditemukan di lapangan menunjukkan kalau salah satu korban kehilangan mata dan lidah, sementara satu korban lain ditemukan memiliki keretakan pada kepalanya. Misteri inilah yang dicoba dibawa dalam Kholat.


Fatal Frame


Game horror terkenal di mana gamer harus menggunakan kamera penangkap hantu ini bercerita mengenai seorang gadis bernama Miku Hinasaki. Ia mengunjungi Himuro Mansion untuk mencari saudara lelakinya yang menghilang setelah diduga mengunjungi lokasi angker ini untuk mencari gurunya. Game ini adalah salah satu game yang populer di PS2.

Himuro Mansion adalah lokasi yang benar-benar ada di Jepang. Tempat ini dianggap sebagai salah satu lokasi di mana salah satu pembunuhan masal terbesar di Jepang terjadi. Tujuh orang dilaporkan tewas karena ritual yang menyeramkan. Salah satu ritualnya mengharuskan seorang gadis muda untuk diikat di anggota tubuhnya. Tali ini kemudian direnggangkan sehingga memutuskan anggota tubuh sang gadis. Tujuan dari ritual ini adalah untuk menahan roh jahat yang ada di dalam rumah.


Eye of Basir


Game ini adalah game horror yang memfokuskan kepada eksplorasi. Di dalam No. 70: Eye of Basir  pemain berusaha untuk menyelediki rumah masa kecil karakter yang dimainkan setelah neneknya meninggal. Sang karakter ternyata telah menyaksikan penampakan mahluk paranormal. Setelah saudara laki-laki karakter utama meninggal, maka tugasnyalah untuk mencarinya di rumah misterius tersebut.

Volkan Demir, sutradara game ini mengatakan bahwa rumah no. 70 itu benar-benar ada. Game ini diangkat berdasarkan kejadian yang terjadi di dalam rumah tersebut beberapa dekade lalu. Meski ia tidak menyebutkan detail mengenai rumah ini lebih jauh, game ini adalah salah satu game horror yang akan membuat bulu kuduk merinding; apalagi kalau Geeks takut akan gelap.


STAIRS


Game horror psikologi buatan Swedia membuat kalian bermain sebagai jurnalis investigatif yang tengah mencari berita baru. Ia kemudian memutuskan untuk menyelediki kasus kehilangan orang secara misterius di daerah dekat rumahnya.

Inspirasi dari game ini adalah insiden Donner Party dan kasus pembunuhan berantai Ed Gein, yang diangkat ke dalam layar lebar sebagai The Texas Chainsaw Massacre. Pemain nantinya akan mengeksplorasi pabrik bekas dan tempat mengerikan lainnya.


Neverending Nightmares


Ketua Game Designer Matt Gilgenbach yang bertarung dengan obsessive-compulsive disorder dan depresi secara pribadi, mengangkat pengalamannya tersebut ke dalam game yang dirilis tahun 2014 ini. Seperti judulnya, pemain akan terjebak di dalam sebuah mimpi buruk yang tidak pernah berakhir.

Gilgenbach mengatakan bahwa gambaran tertentu, ketakutan berlebihan, dan pikiran yang aneh dan menekan yang dialaminya pada tahun 2000-an dapat ditemukan di dalam game ini. Dari lorong tak berujung, suara jam yang terdengar menakutkan, kapak berlumuran darah, dan referensi lainnya diangkat berdasarkan penyakit lama yang benar-benar menghantui Gilgenbach.


Sherlock Holmes vs Jack the Ripper


Dua tokoh legendaris era Ratu Victoria di Inggris akhirnya bertemu. Di dalam game ini pemain dapat berperan sebagai sang detektif legendaris sendiri, atau asistennya Dr. Watson. Para tokoh yang menjadi korban sungguhan dari Jack the Ripper muncul di dalam game ini.

Seperti Annie Chapman, yang nantinya ditemukan tewas dengan tenggorokan yang diiris lebar oleh sang pembunuh legendaris. Memang Sherlock Holmes dan Dr. Watson adalah karakter fiktif, namun kasus Jack the Ripper dan DNA-nya di kehidupan nyata adalah kunci yang memegang game ini.

 


The Town of Light


Ospedale Psichiatrico di Volterra adalah Rumah Sakir Jiwa di Tuscany, Italia. Lokasi inilah yang menjadi setting utama dari game The Town of Light. Karakter utama dari game ini adalah mantan pasien dari rumah sakit pada tahun 1930-an. Ia mencoba mengunjungi kembali tempatnya dirawat dulu untuk mencari masa lalunya yang terlupakan.

Rumah sakit ini pada kenyataannya ditutup pada tahun 1978, setelah praktek yang dilakukan rumah sakit ini dianggap terlalu kejam pada 6000 pasiennya. Bagi penduduk setempat, rumah sakit ini dikenal sebagai “tempat akhir” di mana pasien yang dikirim ke rumah sakit ini tidak akan kembali.


Masochisia


Game point and click adventure ini membuat pemain sebagai pembunuh bernama Albert Fish. Ia dikenal telah membunuh, memperkosa, dan bahkan melakukan tindakan kanibal pada anak-anak pada awal tahun 1900-an. Fish pada akhirnya ditangkap polisi dan dihukum mati dengan kursi listrik pada tahun 1936.

Namun, tidak seperti bayangan profil pembunuhnya, Masochisia lebih mengeksplorasi psikologi anak dan penyakit mental. Memang di dalam game akan ada darah, namun dengan menggunakan sistem pilihan, game ini merupakan sebuah pengalaman unik bagi yang menyukai genre point and clik adventure.

 


Lizzie Borden: The PC Game


Game first-person adventure ini mengambil inspirasi dari Lizzie Borden. Pada tahun 1892 ia diduga membunuh ayah kandung dan ibu tirinya di rumah mereka. Meski ia diadili dan dilepaskan dari dugaan pembunuhan, banyak spekulasi yang mengatakan kalau ia melakukan pembunuhan tersebut.

Setelah bebas dari dugaan, Lizzie mengganti namananya menjadi Lizbeth A. Borden. Namanya kembali terdengar ke ranah publik ketika ia dituduh mencuri pada tahun 1897. Ia meninggal karena penyakit pneumonia pada 1 Juni, 1927. Kasus dan hidupnya telah diangkat ke berbagai drama teater, buku, film, dan tentu saja video game.


The Texas Chainsaw Massacre


 

Kasus pembunuh berantai Ed Gein rupanya tidak hanya diangkat ke dalam layar lebar, namun juga video game. Nah, uniknya kali ini film yang berdasarkan kisah Ed Gein tersebut diadaptasi ke dalam game dengan judul yang sama: The Texas Chainsaw Massacre. Game ini memiliki kualitas grafik yang jauh ketinggalan jaman, bahkan bila dibandingkan dengan Nintendo Entertainment System. Pemain akan bermain sebagai Leatherface dengan gergaji ikoniknya, dalam mencari korban.

Kasus Ed Gein yang menjadi inspirasi film dan game ini ternyata sangat mengerikan di dunia nyata. Ketika polisi rumah Ed Gein, mereka menemukan bukti mengerikan atas pembunuhan yang dilakukannya. Bukti-bukti tersebut adalah mangkuk yang terbuat dari tengkorak wanita, sepasang bibir yang diikat ke tali penutup jendela, dan kepala lampu yang dibuat dari kulit wajah manusia.

 

Memang terdapat beberapa kebebasan artistic dalam mengadaptasi kisah nyata ini ke dalam game. Namun, mengetahui kisah nyata dibalik game yang dimainkan justru akan membuat pengalaman bermain lebih mencekam dan menarik. Bagaimana Geeks? Game horror apa yang menurut kalian memiliki kisah paling mengerikan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here