10 Komik Batman Terbaik Tanpa Bruce Wayne!

0
918

Bruce Wayne dan Batman bisa dibilang adalah dua sisi koin yang tak bisa dipisahkan. Selama 80 tahun sang pahlawan bertopeng telah mengawasi Kota Gotham agar aman dari serangan-serangan supervillain seperti Joker, Bane, Killer Croc, Harley Quinn, R’as Al-Ghul, dll. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan beragam karakter dengan kepribadian yang menarik dan tidak segan membantunya untuk melindungi Gotham.

Nah, apa jadinya kalau komik Batman tidak menampilkan Batman sendiri. Di dalam artikel ini kamu akan mengetahui 10 komik yang menampilkan karakter yang ada di dunia Batman, entah dalam membasmi kejahatan di Gotham City atau kehidupan sehari-hari mereka. Kalau Geeks penasaran dengan kesepuluh judul komik tersebut baca terus artikel ini untuk mengetahuinya!


Gotham Academy


Komik ini memang memiliki kata “Gotham” di judulnya, namun sang manusia kelelawar hanya muncul sesekali lewat bayangan. Karakter utama komik ini, Olive Silverlock, memiliki masa lalu yang melibatkan Batman. Hal inilah yangt kemudian membuatnya masuk ke dalam Gotham Academy. Komik ini adalah komik drama remaja, namun ada banyak hal yang membuatnya masuk ke dalam daftar komik Batman (tanpa Batman).

Penulis Becky Cloonan dan Brended Fletcher menceritakan bagaimana sekolah ini berhubungan dengan mitos Batman. Hal ini ditunjukkan dengan simbol-simbol aneh, perkumpulan rahasia, hantu Millie Jane Cobblepot, dan sesuatu yang tinggal di lantai bawah tanah sekolah. Yang membuatnya semakin menarik adalah fakta kalau Gotham Academy berada tepat di seberang Arkham Asylum. Pada akhirnya Gotham Academy mengajak pembaca untuk menelusuri lebih jauh rahasia gelap yang dimiliki Gotham.


Batman and The Oustiders (V2)


Komik ini bercerita mengenai grup The Outsiders, sebuah grup beranggotakan superhero yang dipimpin oleh Batman, jauh dari pengawasan publik dan persetujuan pemerintah. Namun, di dalam komik ini diceritakan bagaimana awal grup ini terbentuk sebelum dipimpin oleh Batman. Awal terbentuknya grup ini adalah setelah kejadian Teen Titans/Young Justice: Graduation Day. Roy Harper (Arsenal/Red Arrow) mengajak Dick Grayson untuk membentuk sebuah tim di luar Teen Titans. Sayang selama berjalannya pada tahun 2003-2007, tim ini tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Semua berubah ketika komik ini berganti judul pada tahun 2007 sebagai Batman and the Outsiders, dengan Batman sebagai pimpinannya. Meski ada nama “Batman,” komik ini lebih berfokus kepada Outsiders dengan Roy Dixon yang bertanggung jawab untuk mengatur para anggotanya. Batman sendiri lebih seperti seorang dosen yang kadang hadir kadang tidak. Outsiders bisa dibilang sebagai tim black ops atau rahasia dari Batman.


Batwing (#1-19)


Bayangkan apabila Black Panther dari Marvel bukan seorang raja dari negara Afrika termaju, namun seorang anak yatim piatu karena orangtuanya terjangkit HIV, direkrut untuk menjadi prajurit anak-anak, dan tumbuh menjadi seorang polisi di Republik Kongo. Nah, Batwing adalah komik tersebut. Pada awalnya David Zavimbe, alter ego Batwing, direkrut oleh Bruce Wayne untuk menjadi Batman di Afrika. Namun setelah New 52 diterbitkan, Batwing akhirnya memiliki komik sendiri.

David tumbuh besar di dalam sisi gelap dari benua Afrika. Masa lalunya menghubungkannya dengan seorang supervillain bernama Massacre. Ia adalah seorang penjahat super yang sanggup menghabisi seluruh anggota dari kantor polisi dan berhadapan dengan satu-satunga grup pahlawan Afrika: The Tower. Sayangnya di tengah cerita David pensiun sebagai Batwing dan menyerahkan kostumnya kepada Luke Fox, anak dari Lucius Fox. Luke kemudian menjadi salah satu dari anggota keluarga Bat-Family dalam membasmi kejahatan di Gotham.


Red Robin


Tim Drake adalah salah satu karakter yang menjadi Robin terkenal, selain Dick Grayson. Ia telah menjadi pemimpin Teen Titans dan memiliki komik solonya sendiri yang cukup sukses. Namun, perannya sebagai Robin kembali menempuh jalan baru ketika ia menjadi Red Robin. Ketika Bruce Wayne “meninggal,” hanya Tim Drake satu-satunya anggota dari Bat-Family yang percaya kalau ia hidup. Ia kemudian menjelajah dunia untuk mencari tanda-tanda kalau Bruce Wayne masih hidup.

Selama perjalanannya inilah ia mengenakan kostum Red Robin agar ia terlihat lebih gelap tanpa menghilangkan simbol yang dibanggakannya selama ini. Di dalam komik ini tim berusaha keluar dari bayang-bayang Batman, namun pada saat yang sama ia mencoba untuk meniru sang mentor dan teman kerjanya. Penulis Chris Yost berhasil mengutarakan semua itu dengan narasi Tim yang menjelaskan perbedaan antara menggunakan topeng sebagai pendamping dan menjadi hero dengan mengenakan penutup kepala sebagai seorang pahlawan


Batman and Robin: Batman Reborn


Setelah “kematian” Bruce Wayne dan kejadian Battle for the Cowl, posisi Batman kini dipegang oleh Dick Grayson. Dick kemudian memutuskan untuk menjadikan Damian Wayne, putra Batman dan Talia Al-Ghul, sebagai Robin. Hal inilah yang membuat Tim Drake kecewa dan menjadi Red Robin. Berkat kepiawaian Grant Morrison dalam membuat cerita, serial ini menjadi salah satu komik Batman tanpa Bruce Wayne paling populer,

Hal ini mengingat Dick Grayson yang menggantikan Batman tidak segelap dan semuram Bruce Wayne ketika menjadi Batman. Sementara Damian Wayne siap untuk menggunakan ilmu mematikan yang didapatnya dari League of the Assassins. Konsep yang berlawanan dari dynamic duo yang terkenal ini membuat sebuah cerita baru yang tak diduga-duga dan disukai pembaca.


Batman: Battle for the Cowl


Satu lagi jalan cerita yang mengambil setting setelah Bruce Wayne “meninggal” di dalam Final Crisis. DC Comics menahan semua serial franchise dari dunia Batman seperti Nightwing, Robin, dan Birds of Prey. Setelah tiga bulan lamanya DC kemudian merilis jalan cerita yang mendefinisikan cerita dari para anggota Bat-Family, yakni Battle for the Cowl.

Di dalam cerita ini para anggota Bat-Family berusaha mengambil alih Kota Gotham dari penjahat baru setelah kepergian Batman. Diceritakan kalau Dick Grayson tengah berusaha untuk mengambil alih kekuasaan untuk menjadi Batman, sementara Jason Todd menjadi Batman yang menggunakan pistol. Tim Drake juga mengenakan kostum Batman, meski hanya sementara.


Batman Beyond: Hush Beyond


Meski hanya tayang selama dua season, Batman Beyond masih diingat sebagai salah satu inkarnasi terbaik sang ksatria kegelapan di dunia animasi. Dampak kepopuleran serial animasi tersebut masih terasa hingga 2010, di mana penulis Adan Beechen diminta untuk membuat enam bagian miniseri, untuk membuat Terry McGinnis keluar day bayang-bayang DCAU (DC Animated Universe).

Hush mengambil cerita setelah McGinnis menjadi Batman selama beberapa tahun. Di sini ia harus menghadapi musuh baru yang menggunakan trik musuh lama Batman, seperti Two-Face dan Penguin, untuk membunuh korbannya. Serial ini juga memperkenalkan ulang Dick Grayson dan Tim Drake, yang kini diawasi setelah menjadi Joker selama beberapa waktu. Di dalam Hush diceritakan juga bagaimana kegelisahan Bruce Wayne karena tidak turun ke lapangan langsung dan kebutuhannya untuk lebih percaya kepada muridnya yang kini menggantikannya.


Batwoman: Elegy


Setelah beragam judul komik Batman memasuki masa hiatus paska “kematian” Bruce Wayne, DC Comics kembali dengan loncatan besar dengan serial nomor #854 sampai #857. Serial ini lebih memfokuskan ceritanya kepada Batwoman, yang tengah melawan Alice, seorang anggota Religion of Crime yang menggunakan tema Alice in Wonderland. Pertarungan ini sangat personal bagi Batwoman sementara jalan ceritanya sendiri memiliki banyak twist dan climax yang mengejutkan.

Komik ini ditulis oleh Greg Rucka dan digambar oleh J.H. Williams III . Rucka yang terkenal dengan karakter wanitanya yang kuat memberikan gambaran yang menarik untuk Batwoman. Kemiripannya dengan Bruce Wayne, kaya dan menyukai wanita, memberikannya ruang untuk perbedaan baru, seperti memiliki keluarga sungguhan dan latar belakang militer. Karakter ini akan meneruskan petualangannya dengan serial The New 52 miliknya, dengan judul Batwoman: Hydrology.


Batman: White Knight


Joker adalah musuh Batman yang sepopuler dan ikonik sang manusia kelelawar. Banyak penulis mengisahkan kisah Joker menjadi gila. Namun, di dalam Batman: White Knight ada perbedaan besar diantara semua komik yang pernah menceritakan kisah Joker: sang pangeran badut kembali waras. Joker di dalam komik ini memiliki nama seperti film Batman arahan Tim Burton, Jack Napier.

Batman, yang umumnya berperan sebagai pahlawan, kali ini berperan sebagai antagonis utama dari Jack Napier. Sementara sang manusia kelelawar menjadi teror bagi Gotham, Napier justru menjadi ksatria bagi masyarakat Gotham. Penulis Sean Murphy menjadikan komik DC Black Label ini kesempatan untuk menggali kondisi psikologi Kota Gotham dan hubungannya dengan Batman, selama Jack Napier merintis karirnya di dunia politik.


Gotham Central


Di dalam Gotham Central pembaca akan disuguhkan cerita pihak yang selalu membantu Batman di dalam setiap komik, namun jarang mendapat fokus khusus: GCPD atau Kesatuan Polisi Kota Gotham. Gotham Central menceritakan bagaimana para anggota kepolisian harus bertahan dalam melawan ancama para penjahat super dan misteri yang ada di Kota Gotham. Dalam keempat pulih isu komik ini melibatkan para anggota GCPD dengan kasus realistis, seperti Joker yang menembak polisi dari jarak jauh, atau terlibat dengan kasus yang melibatkan pahlawan berjubah, di mana seorang bocah lelaki yang mengenakan kostum Robin ditemukan tewas.

Salah satu cerita yang paling diingat adalah ketika terungkap rahasia di mana Detektif Renee Montoya adalah seorang penyuka sesama jenis. Di dalam cerita ini Montoya mendapat perlakuan diskriminasi dari rekan sekerja dan keluarganya. Cerita yang realistis dan manusiawi ini dapat bergabung dengan beberapa elemen fantasi yang ada di dunia DC, namun mereka sampai tidak melewati batas sampai absurd.

Sebelumnya juga ada komik dengan fokus yang sama seperti miniseri karya Chuck Dixon, Batman: GCPD, atau setelah kisah Batman Reborn, dengan judul Streets of Gotham. Namun, kedua karya itu masih kalah populer bila dibandingkan dengan Gotham Central hasil karya Ed Brubaker dan Greg Rucka ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here