Mengenal Ghazul, villain di film Sri Asih. Berdiri pada tahun 2019, Bumilangit Universe atau Jagat Sinema Bumilangit adalah semesta live action manusia super asli Indonesia. Di mana di dalamnya ada banyak sekali karakter yang berasal dari komik Bumilangit. Salah satunya adalah adisatria (pahlawan super) bernama asli Sancaka (Abimana Aryasatya) yang beberapa waktu lalu debut dengan film solonya, Gundala. Selain adisatria, tentunya di JSU juga terdapat penjahat super berbahaya, seperti Pengkor (Bront Palarae) dan juga Ghazul (Ario Bayu).

Sementara Pengkor mati di film Gundala, Ghazul sebagai rekannya justru masih bertahan dan siap kembali mengacau pada masa depan JSU. Menariknya, dia akan segera kembali di film JSU selanjutnya yang berjudul Sri Asih. Di mana nantinya kemungkinan besar dia akan berhadapan dengan adisatria wanita bernama Alana alias Sri Asih (Pevita Pearce).

Sejauh ini belum terungkap apakah Ghazul akan menjadi penjahat utaman di Sri Asih atau hanya sekadar kameo. Terlepas dari hal tersebut, kembalinya Ghazul ini mengisyaratkan bahwa dia bukanlah penjahat biasa di JSU. Untuk itulah kali ini kita akan membahas siapa sebenarnya Ghazul dan seperti apa potensi ancamannya di JSU. Sebelum membahas versi karakternya di JSU, alangkah lebih baiknya kita kenali terlebih dahulu sejarahnya di buku komik Bumilangit. Langsung saja simak di bawah ini, Geeks!

Origin Ghazul di Komik Bumilangit

Sama seperti Gundala, Ghazul adalah karakter ciptaan komikus Indonesia Harya Suraminata atau yang lebih akrab disapa Hasmi. Pertama kali muncul di komik Gundala: Dokumen Candi Hantu (1969), Ghazul awalnya adalah seorang anak bernama Margazulli yang ayahnya besarkan dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Ayahnya sendiri adalah seorang ilmuwan militer yang sangat ingin menjadi orang terpintar di Bumi. Kehidupan Margazulli pada akhirnya berubah setelah laboratorium ayahnya meledak karena percobaan nuklir ilegal. Di mana ayahnya tewas dan dia harus kehilangan tangannya.

Mengenal Ghazul, Villain Bengis di Film Sri Asih!, Greenscene

Sejak saat itu, karena efek dari radioaktif, psikologis Margazulli perlahan-lahan mulai mengubah karakternya menjadi jahat. Ditambah lagi setelah mengetahui ayahnya tewas, dia mulai menyalahkan semua orang di sekitarnya. Pada titik inilah dia mengubah namanya menjadi Ghazul, yang sangat ingin meneruskan ambisi ayahnya untuk menjadi orang tercerdas di muka Bumi. Bukan itu saja, dia bahkan merasa yakin bahwa suatu hari nanti bisa menguasai seluruh ilmu pengetahuan dan Bumi secara keseluruhan.

Faktanya, karena dia dibesarkan oleh ilmuwan, Ghazul terkenal sebagai sosok yang sangat cerdas. Upaya pertamanya untuk menguasai Bumi dia mulai dengan menciptakan tangan robotik untuk menutupi kekurangannya. Dengan tangan barunya ini dia terbukti jauh lebih kuat dari sebelumnya. Di kisah Dokumen Candi Hantu, Ghazul mendapatkan sebuah formula yang konon dapat membuatnya menjadi penguasa. Untungnya, Gundala dapat mencegah rencana jahat tersebut dengan mengalahkan Ghazul. Selain Gundala, di komik lainnya Ghazul juga pernah menjadi musuh bagi adisatria Godam, Aquanus, dan Maza.

Ghazul, Villain Utama di Sri Asih?

Di JSU sendiri, karakter Ghazul pertama kali muncul sebagai rekan misterius Pengkor di film Gundala. Yang sempat terlibat dalam pertempuran melawan Gundala dan berhasil mengambil sampel darahnya. Beda dengan di komiknya, Ghazul versi JSU ini sejak kecil sudah hidup sengsara. Di mana dia dan keluarganya adalah korban fitnah yang akhirnya diasingkan ke sebuah desa terpencil. Nama aslinya juga bukan Margazulli, melainkan Ghani Zulfan yang terdengar lebih relate dengan masa sekarang.

Mengenal Ghazul, Villain Bengis di Film Sri Asih!, Greenscene

Suatu hari dia menemukan sebuah kitab kuno terlarang yang berisi sejumlah informasi berbahaya. Salah satunya adalah cara untuk membangkitkan iblis kuat dari zaman kuno, Ki Wilawuk (Sujiwo Tejo). Setelah Pengkor mati, Ghazul menggunakan darah Gundala yang sebelumnya dia dapatkan untuk benar-benar memanggil Ki Wilawuk. Terakhir kali terlihat di film Gundala, Ghazul berkata kepada Ki Wilawuk bahwa musuh telah datang. Lantas Ki Wilawuk menyuruhnya untuk mengumpulkan pasukan. Pada titik ini cukup jelas bahwa Ghazul dan Ki Wilawuk tengah bersiap untuk melawan para adisatria.

Sebentar lagi kita akan menyaksikan kembalinya Ghazul dari Ario di film Sri Asih. Sampai sekarang JSU sendiri masih merahasiakan peran Ghazul selanjutnya. Ada kemungkinan dia akan menjadi salah satu musuh bagi Sri Asih atau sebagai sosok yang akan merekrut para penjahat di filmnya. Selain Ario dan Pevita, film Sri Asih juga akan melibatkan aktor papan atas lainnya. Seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Jefri Nichol, Surya Saputra, Randy Pangalila, dan masih banyak lagi. Filmnya sendiri bisa segera kita saksikan, mulai tanggal 6 Oktober nanti, di seluruh bioskop Indonesia.