Siapa yang tidak mengenal Thor dari Marvel Universe? Dia adalah sang God of Thunder yang sangat terkenal karena kekuatan dewanya. Selain itu, dia juga adalah salah satu pendiri sekaligus anggota terkuat dari ‘Tim Superhero Terbaik Bumi’, Avengers. Sejak debutnya pada tahun 1950, sampai sekarang dia adalah salah satu superhero favorit penggemar. Di mana dia sangat berjasa sebagai sosok yang selalu berhasil melindungi Bumi dari segala macam ancamannya. Kecuali, ancaman dari dia sendiri, tepatnya saat Thor sempat hilang kendali dan mulai mendatangkan mara bahaya di Marvel Universe.

Kisah Thor yang menjadi jahat ini terjadi di peristiwa ‘Blood and Thunder‘ karya Ron Marz dan Jim Starlin. Rilis perdana pada tahun 1993, kisah ini bercerita tentang Thor yang kehilangan akal sehatnya, sehingga membutuhkan gabungan kekuatan antara superhero dan supervillain Marvel agar bisa menghentikan sang God of Thunder. Untuk lebih mengetahui bagaimana peristiwa yang sangat bersejarah ini bisa terjadi, simak pembahasannya di bawah ini, Geeks.

BACA JUGA: Resmi, Penjelasan Mata Ketiga Strange di Multiverse of Madness!

Thor Tenggelam Dalam Kemarahan

Dari sekian banyak kisahnya di Marvel Comics, Blood and Thunder adalah salah satunya yang sangat populer di kalangan penggemar. Karena di peristiwa ini untuk pertama kalinya Thor bukan merupakan pahlawan, melainkan menjadi ancaman bagi kosmik Marvel, khususnya Asgard. Semuanya bermula dari Thor yang terpaksa membunuh Loki di kisah sebelumnya, di mana hal tersebut membuat Odin murka dan langsung menghukumnya. Hukuman yang Odin berikan kepada anaknya tersebut adalah dengan cara menghilangkan ingatan dan mengurung kesadarannya di tubuh Eric Masterson alias Thunderstrike.

Setelah Thor menyadari kembali jati dirinya, dia kemudian memisahkan diri dari Thunderstrike dengan perasaan yang penuh dengan dendam. Dia sangat marah kepada Odin dan semua Asgardian yang menurut Thor telah mengkhianatinya. Pada titik inilah dia akhirnya tenggelam dalam penyakit Asgardian yang dikenal dengan sebutan ‘Warrior’s Madness’. Gangguan jiwa ini muncul dalam pengelihatan Thor dengan wujud seorang wanita Asgard yang mengaku sebagai Dark Valkyrie. Dalam bayangannya, Valkyrie fiktif ini berhasil menghasut Thor untuk menghancurkan Asgard.

Mengetahui bahwa Thor tengah hilang kendali, beberapa superhero Marvel lain berusaha untuk menghalau jalannya ke Asgard. Mereka adalah Beta Ray Bill dan Silver Surfer, yang terkenal mempunyai kekuatan kosmik dan sama-sama bisa mengangkat Mjolnir seperti Thor. Sayangnya, semua upaya mereka sia-sia, karena Warrior’s Madness telah mengubahnya menjadi sosok jauh lebih kuat dan juga brutal. Hasilnya, kedua superhero yang berusaha menahan kekuatannya agar tidak terlalu melukai Thor ini, akhirnya kalah oleh sang God of Thunder yang jauh lebih unggul dari mereka.

BACA JUGA: Mengenal God Squad, Tim Dewa di Marvel!

Dihentikan oleh Supervillain

Setelah berhasil mengalahkan Beta Ray Bill dan Silver Surfer, Thor juga sempat bertemu dengan superhero lain dalam perjalanannya menuju Asgard. Mereka adalah tim super Infinity Watch yang terdiri dari Adam Warlock, Drax the Destroyer, Gamora, dan Moondragon. Tim yang masing-masing anggotanya memegang sekaligus menjaga Infinity Gems ini, ternyata masih belum cukup kuat untuk meredakan amukannya. Mereka kalah secara telak, dan lebih parahnya lagi Thor berhasil mengambil Power Stone dari tangan Drax.

Dengan Warrior’s Madness di kepalanya dan Power Stone di tangannya, cukup jelas bahwa pada titik ini dia adalah ancaman yang paling berbahaya di alam semesta. Untungnya, sebelum Thor sempat mengamuk di Asgard, dia kembali bertemu dengan sosok kuat yang tidak lain adalah Thanos. Setelah sempat melakukan pertarungan yang cukup sengit, Thanos akhirnya berhasil menghentikan hor yang berkekuatan Power Stone ini dengan kurungan canggih yang terbuat dari medan energi. Alasan mengapa Thanos memutuskan untuk ‘menyelamatkan’ sang God Thunder adalah karena dia tahu rasanya kehilangan akal sehat.

Seperti yang kita tahu, di peristiwa Infinity Gauntlet sendiri Thanos adalah sosok yang telah tenggelam dalam ambisinya untuk membunuh setengah makhluk hidup di alam semesta. Dan itu semua bermula dari ‘Madness’-nya sendiri yang muncul dalam bentuk Lady Death. Itulah mengapa di Blood and Thunder Thanos berusaha menyelamatkan Thor dari Dark Valkyrie. Peristiwa yang sempat mengubahnya menjadi jahat ini telah membuktikan kepada kita bahwa ada saatnya bagi superhero untuk menjadi supervillain, dan begitu juga sebaliknya.