The Queen’s Gambit menjadi salah satu serial TV yang paling banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Miniseri dari Netflix ini bercerita tentang seorang gadis yatim piatu bernama Beth Harmon.  Ia menjadi pemain catur berbakat di dunia, namun di saat yang bersamaan juga dia menggunakan obat penenang untuk mengatur strategi permainannya.

Meskipun catur biasanya bukan topik utama dalam untuk sebuah serial, maupun film, The Queen’s Gambit telah menarik perhatian penonton di mana-mana. Serial ini memperlihatkan karakter Beth Harmon sebagai seorang jenius yang tersiksa, dan juga menggambarkan permainan catur yang mendebarkan. Meski total hanya tujuh episode, The Queen’s Gambit menghadirkan banyak adegan yang tak terlupakan, dan di bawah ini adalah momen-momen terbaik tersebut.

Beth Mengalahkan Mr. Shaibel

Perkenalan Beth dengan catur muncul entah dari mana. Saat berada di panti asuhan khusus perempuan, Beth melarikan diri dari kesepiannya dengan menyelinap ke ruang bawah tanah untuk bermain catur dengan Mr. Shaibel, seorang petugas kebersihan. Mr. Shaibel adalah pria pendiam yang tidak terlalu ramah, tapi dia setuju untuk mengajari Beth bermain catur. Tak lama kemudian, Beth mengalahkannya, dan Mr. Shaibel mengatakan bahwa dia adalah pemain catur yang sangat luar biasa. Pujian sederhana itulah yang membuat Beth menekuni catur ke arah yang lebih profesional.

Turnamen Sekolah

Mr. Shaibel menyadari betapa luar biasa bakat seperti Beth, terutama di usia yang begitu muda, jadi dia melakukan apa yang dia bisa untuk membantu mendorong keterampilan itu. Dia menghubungi seorang pria dari asosiasi catur lokal yang mengundang Beth untuk berpartisipasi dalam permainan di sekolah setempat.

Kenyataannya, Beth diundang untuk bermain melawan seluruh tim catur sekolah secara bersamaan. Tim yang semuanya laki-laki tidak terlalu terkesan ketika seorang gadis muncul untuk bersaing dengan mereka, tetapi Beth tidak berkeringat sama sekali karena dia dengan mudah mengalahkan mereka satu persatu.

Ikatan Beth dan Nyonya Wheatley

Setelah bertahun-tahun tumbuh di panti asuhan, Beth akhirnya diadopsi oleh pasangan paruh baya, Wheatley. Meskipun Mr. Wheatley adalah pria yang keras yang tampaknya sangat tidak peduli dengan putri barunya, Nyonya Wheatley senang ditemani oleh Beth.

Akhirnya, Mr. Wheatley meninggalkan mereka berdua. Alih-alih menyerah pada depresi saat ditinggalkan, kedua wanita itu membentuk ikatan yang lebih dekat dan bertekad untuk bergerak maju bersama. Ini adalah awal dari hubungan yang benar-benar menyentuh.

Kematian Nyonya Wheatley

Meskipun gaya pengasuhannya tidak biasa, Nyonya Wheatley terbukti sebagai sosok ibu yang penuh perhatian, dan akhirnya dianggap oleh Beth sebagai ibunya. Menang atau kalah, Nyonya Wheatley selalu ada untuk menghibur Beth setelah pertandingan. Menyusul kekalahan pertamanya dari juara Rusia, Borgov, Beth kembali ke kamar hotel dan menemukan ibu angkatnya itu telah meninggal.

Beth Menghadapi Mr. Wheatley

Salah satu hal menarik tentang Beth Harmon sebagai karakter adalah bahwa tidak peduli seberapa besar patah hati dan tragedi yang dideritanya, dia selalu mengangkat kepalanya dan membela dirinya sendiri. Setelah kematian istrinya, Mr. Wheatley kembali untuk mengklaim rumahnya itu. Beth memperlakukannya tidak sebagai ayahnya, dan dia dengan tenang serta percaya diri menghadapinya, dan menunjukan bahwa Mr. Wheatley adalah pria yang menyedihkan serta pengecut.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2