Trafalgar Law sudah menjadi salah satu sekutu Luffy yang cukup membantu ketika mereka menghadapi kesulitan. Law pernah menyelamatkan nyawa Luffy yang terancam, ketika perang besar di Marineford. Jika Law tidak datang, mungkin Luffy sudah mati. Luffy pun kemudian “membalas” kebaikan Law dengan mengalahkan Doflamingo. Dan sekarang Law sendiri ikut berpetualang di wilayah Wano.

Kita semua sudah tahu mengapa aliansi atau sekutu tersebut dibuat oleh Luffy, kita juga sudah tahu cerita tentang Corazon dan Doflamingo. Kita tahu tentang rencana Law yang ingin menghancurkan pabrik SMILE yang ada di Punk Hazard dan Dressrossa, semata-mata menghentikan proses produksi buah iblis SMILE dan membuat Kaido marah. Intinya, membunuh Doflamingo merupakan motif atau keinginan Law sedari awal.

Hiro Studios

Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apa yang menjadi motif Law di masa sekarang ini. Ada beberapa pertanyaan lainnya yang berkaitan tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa depan dari Law. Pertama adalah apa sebenarnya motivasi Law tetap berada di aliansi dan ikut menghancurkan Kaido. Apakah karena dia memang ingin menghancurkannya atau ada alasan lain?

Kedua adalah apakah Law merasa berhutang kepada Luffy yang sudah membantunya mengalahkan Dofy di Dressrosa? Dengan cara apa Law akan membayar hutang tersebut? Yang ketiga adalah apakah Law tertarik untuk mengisi posisi Yonko yang kosong, setelah perang Wano selesai? Dan yang terakhir adalah apakah arti “D” memiliki makna pribadi untuk Law?

Ada sebuah teori yang menyebutkan jika Law akan menyerahkan buah iblis Ope Ope no Mi miliknya dan mengorbankan dirinya agar Luffy menang dalam pertempuran ini. Meskipun terdengar meyakinkan, tapi kemungkinannya sangat kecil. Luffy mengkritik apa yang dilakukan olehnya kepada putri-putrinya yang dikorbankan untuk memenuhi hasratnya sebagai raja bajak laut.

Memberikan buah iblisnya kepada Luffy atau memberikan buah iblis tersebut tanpa sepengetahuan Luffy, akan membuat Luffy kecewa dan mungkin dia akan berhenti melanjutkan misinya. Luffy tidak peduli jika harus mati karena mencoba untuk meraih mimpinya. Luffy lebih peduli bagaimana dia meraih mimpi terasebut. Ketika Rayleigh bercerita banyak tentang Laugh Tale, Luffy sudah siap untuk memberikan semuanya.

Luffy benci jika harus kehilangan orang lain. Hal itu akan menghalanginya meraih mimpi sebagai seorang raja bajak laut. Kehilangan sahabatnya saat dia mencoba untuk menjadi raja bajak laut merupakan sesuatu yang bertentangan dengan karakter Luffy selama ini.

Mimpi Law Sebagai Dokter

Corazon mengorbankan dirinya agar Law bisa terus hidup dan bahagia. Kemungkinan membunuh Doflamingo bukanlah keinginan Law yang sebenarnya. Sepertinya Law mau bergabung untuk menaklukan Kaido karena sebelunya dia sudah sepakat kepada Luffy. Ketika Kaido berhasil dikalahkan barulah kemudian Law bisa menjalani hidupnya sesuai yang Corazon inginkan, menjadi bahagia dan menjalani cita-citanya.

Law senang membantu orang lain, meskipun dia tidak memperlihatkannya. Orang-orang sepertinya sekarang lebih banyak melihat Law sebagai seorang fighter bukan seorang dokter. Law bukan menjadi dokter karena dia memakan buah Ope Ope no Mi, melainkan dia adalah seorang dokter yang kemudian memakan Ope Ope no Mi. Saat kecil, Law sering berlatih untuk membedah hewan bersama ayahnya. Berdasarkan hal itu, sepertinya mimpi terbesar Law adalah menjadi dokter bagi kampung halamannya, Flevance.

Bagaimana dengan Krunya?

Jika memang Law bercita-cita untuk menjadi seorang raja bajak laut, sedari awal dia tidak akan merekrut kru kapal yang cenderung dipenuhi oleh mereka yang memiiki rasa humor dibandingkan kekuatan. Dibandingkan dengan kru Eustass Kidd, tentunya kru milik Law sangat jauh berbeda. Meskipun begitu, kru Law memiliki kehebatan yang lainnya selain bertarung. Mereka bisa menjadi perawat dan dokter yang baik. Ketika perang selesai, aliansi pasti akan banyak sekali membutuhkan perawat dan dokter.

Mengapa Law Memiliki Tekad D?

Biasanya, seorang dengan tekad D lebih memiliki mimpi yang “besar” seperti kebebasan, menghancurkan Pemerintah Dunia, dan sebagainya. Seperti yang disebutkan di atas, Law memiliki “D” di tengah namanya, yang menjadikan dia salah satu orang yang mewarisi tekad D. Tapi, kenapa dia lebih memilih untuk menjadi dokter dibandingkan dengan para pewaris D yang lain?

Saat ini masih belum diketahui apa arti sebenarnya dari tekad D. Tapi, banyak yang kemudian beranggapan jika D sendiri merupakan Dream atau mimpi. Luffy bermimpi menjadi seorang bajak laut. Dragon memiliki tekad untuk membebaskan orang-orang dari belenggu Pemerintah Dunia. Jadi, tidak salah jika Law kemudian bermimpi untuk menjadi dokter karena itu adalah impiannya.

Hiro Studios