GREENSCENE.CO.ID – Sejak pertama kali dimulai pada 2013 silam dengan film Man of Steel, DC Extended Universe sepertinya tidak terlalu beruntung dengan berbagai adaptasi film live-action. Batman V Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad kemudian dirilis setelah film tersebut, sayangnya hasil kedua film ini kurang memuaskan. Secercah harapan kemudian muncul, ketika Patty Jenkins merilis film Wonder Woman.

Namun, diantara yang lainnya yang paling dianggap parah adalah film Justice League yang membuat Warner Bros. pada akhirnya menghentikan semua proyek mereka dan melakukan revisi di berbagai sisi. Aquaman dan Shazam! kemudian membuka era baru bagi DCEU, yang kemudian dilanjutkan oleh Birds of Prey, The Suicide Squad, Wonder Woman 1984, dan The Batman. Dengan banyaknya proyek yang sedang dikerjakan oleh WB, berikut adalah detail dari berbagai proyek tersebut.

J.J Abrams dan Michael B. Jordan Akan Garap Superman

DCEU sudah memiliki karakter Superman berkat penampilan apik dari Henry Cavill, yang berperan sebagai Clark Kent dan dikabarkan masih terikat kontrak untuk satu film lagi. Namun, pada September 2018 kemarin dikabarkan bila Henry Cavill memutuskan untuk mundur dari perannya (mengikuti jejak Ben Affleck). Tapi, sampai detik ini kabar tersebut masih belum dikonfirmasi.

Dalam sebuah wawancara, Henry Cavill sendiri mengaku jika dirinya masih belum “menyerah” dengan karakternya, meskipun sampai saat ini WB masih belum terlihat mengerjakan proyek apapun terkait masa depan Superman di DCEU. Wajar jika pada akhirnya masa nasib Superman di DCEU diliputi oleh misteri, dan membuat para fans kebingungan.

Laporan terbaru dari Variety kemudian mengejutkan kita semua. Dalam laporanya dituliskan bahwa WB sudah bertemu dengan J.J. Abrams dan bintang film Creed, Michael B. Jordan, meskipun Abrams kemudian membantah kabar tersebut. Bad Robot, perusahaan milik Abrams, baru-baru ini diketahui menjalin kerja sama dengan WarnerMedia untuk sebuah produksi yang sangat besar.

Belum diketahui apa proyek yang akan dikerjakan Abrams, tapi rumor yang berkembang proyek tersebut adalah film Superman. Sementara untuk Jordan, dia dikabarkan akan berperan sebagai Clark Kent dan dalam pertemuan tersebut Jordan melakukan presentasi tentang visinya untuk berperan sebagai Superman. Sayangnya, Jordan belum akan mengerjakan proyeknya karena proses produksinya sendiri masih belum akan dimulai dalam waktu dekat dan Jordan sendiri memiliki proyek lainnya.

Sekuel dan Standalone Dalam Film Batman dan Birds of Prey

Film Birds of Prey dijadwalkan dirilis pada Februari 2020 mendatang, dan film The Batman, yang akan menghadirkan Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne, masih dalam tahap pra-produksi. Kabarnya, film tersebut akan dirilis pada Juni 2021. Meskipun kedua filmnya belum tayang, Warner Bros, sudah memberikan kesempatan untuk terus berkembang.

Beberapa cast utama dalam kedua filmnya dikabarkan sudah menanda tangani kontrak untuk muncul dalam sekuel dan film solonya (tergantung pada hasil yang diraih film sebelumnya, juga reaksi dari para penonton). Kemungkinan besar Harley Quinn masih akan kita lihat dalam beberapa waktu mendatang, atau mungkin karakter Birds of Prey lainnya. Sedangkan The Batman, diperkirakan akan memiliki dampak yang besar kepada para penonton.

The Batman Akan Hadirkan Arkham Asylum

Dengan kabarnya yang mengguncang jagat Hollywood, The Batman kemungkinan merupakan film produksi WB dan DC yang paling dinantikan oleh para penggemar dan pecinta film. Salah satu alasannya adalah mereka penasaran dengan penampilan dari bintang Twilight, Robert Pattinson. Pattinson berhasil mengalahkan beberapa kandidat lainnya untuk berperan sebagai Bruce di film ini.

Namun, selain faktor kemunculan Robert Pattinson, berbagai hal “baru” coba dimunculkan dalam filmnya. Berbagai villain klasik seperti Catwoman, The Penguin, The Riddler, dan Two-Face dikabarkan akan muncul di film ini. Untuk membuat hype filmnya semakin meningkat, kabarnya The Batman akan menghadirkan salah satu lokasi populer dalam mitologi Batman yaitu rumah sakit jiwa Arkham. Namun, setting lokasinya sendiri bukan berada di Arkham.

Banyak para fans yang berspekulasi bahwa film garapan Matt Reeves ini akan mengadaptasi cerita dari The Long Halloween. Dalam ceritanya, Carmine Falcone dan keluarganya diburu oleh pembunuh berantai bernama Holiday, yang kemudian memaksanya untuk “memanggil” berbagai villain Batman untuk bekerja untuknya. Kabar tentang munculnya Arkham Asylum semakin meningkatkan kebenaran dari spekulasi tersebut.

Geoff Johns Mulai Menulis Skrip Green Lantern Pada Akhir 2019

Green Lantern merupakan salah satu karakter yang “spesial” bagi DC. Mereka begitu berhati-hati dan sangat penuh pertimbangan untuk menggarap live-action karakternya. Sebenarnya pada 2011 silam, Ryan Reynolds pernah berperan sebagai Green Lantern. Sayangnya, pada saat itu era film superhero kurang begitu diminati dan juga filmnya kurang mendapat sambutan positif.

Pada 2014 kemudian dikabarkan bahwa film Green Lantern Corps akan dibuat, tapi sayangnya proyek ini tidak mengalami perkembangan sedikit pun. Bahkan mereka belum selesai dengan proses pra-produksi, dan masih macet di proses pengembangan dan juga ditunda. Kemudian pada 2017, David S. Goyer dan Justin Rhodes bergabung dalam proyek ini untuk menjadi screenwriter.

Namun, pada 2018 Geoff Johns kemudian memutuskan untuk menulis ulang filmnya. Kemudian, kabar perkembangan filmnya tidak ada sama sekali. Pada awal 2019 kemudian muncul kabar jika Green Lantern Corps masih menjadi prioritas dari DC dan WB, juga Johns akan menulis skripnya pada akhir 2019 nanti. Meskipun ini sebuah langkah besar, masih ada banyak PR yang harus dilakukan filmnya.

Variety mengabarkan, jika salah satu proyek yang dikerjakan oleh Bad Robots dan J.J. Abrams adalah Green Lantern Corps (selain Superman). Tapi, bisa jadi juga WB akan lebih fokus mengembangkan cerita Green Lantern di layar kecil tepatnya dalam format TV series. Karena, TV series Green Lantern saat ini sedang dikembangkan yang nantinya akan tayang di HBO Max.

Suicide Squad dan Birds of Prey Mungkin Memiliki Rating R

Film-film bertema superhero saat ini mulai berani untuk menunjukan sisi kreativitas mereka untuk memaksimalkan film dengan rating dewasa. Selama ini, kita melihat film bertema superhero hanya diperuntukan untuk para remaja dengan rating PG-13. Namun, sejak kesuksesan film Deadpool, Joker, dan Logan, pandangan industri Hollywood terhadap rating dewasa ini mulai berubah.

Mereka menganggap hal ini sebagai sebuah kesempatan untuk meraih kesuksesan, selain menghasilkan film dengan rating remaja. DC pun mencoba hal yang sama, dimulai dari film Birds of Prey. Birds of Prey sendiri dideskripsikan sebagai film yang penuh humor, ceria, dan bersemangat. Namun, bukan berarti filmnya bisa ditonton oleh siapa saja.

Suicide Squad garapan David Ayer sempat mendapatkan kritikan dari para fans, karena mempertahankan unsur film dengan rating PG-13 dimana film tersebut seharusnya tampil all-out dengan berbagai adegan darah dan aksi berbahaya. The Suicide Squad garapan James Gunn sepertinya belajar dari kesalahan tersebut, WB sudah memberikan Gunn kebebasan untuk mengolah filmnya.

The Flash dan Aquaman 2 Mulai Produksi Pada 2021

Sama seperti Green Lantern, film solo The Flash pun harus mengalami kendala yang sama saat akan memproduksi filmnya. Pada 2014 silam, WB pertama kali mengumumkan rencana filmnya dan 2018 menjadi tahun perilisan filmnya. Namun, proses pra-produksi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan membuat proyek film ini terus mangkrak.

Sampai akhirnya pada Juli kemarin, sutradara film IT, Andy Muschietti, dikabarkan bergabung dengan film ini dan akan menjadi sutradara filmnya. Sampai saat ini, The Flash masih belum memiliki jadwal rilis, tapi berdasarkan apa yang dilaporkan oleh Variety, tim kreatif sudah mulai mempersiapkan semuanya. Kabar terbaru menyebutkan jika filmnya kemungkinan akan mulai produksi pada 2021 mendatang, setelah Ezra Miller menyelesaikan film Fantastic Beasts 3.

The Flash tidak akan menjadi satu-satunya film produksi DC yang akan produksi di tahun 2021. Film sekuel dari Aquaman dikabarkan juga akan mulai produksi pada 2021 mendatang, dengan James Wan kembali menjadi sutradara filmnya. Debut Wan dalam menggarap film Superhero terbukti mampu membawa kesuksesan film Aquaman, dan WB pun memberikan lampu hijau untuk film sekuelnya.