Dalam acara peluncuran Jagat Sinema Bumilangit di Atrium Plaza Senayan pada hari minggu kemarin, pihak Bumi Langit Studios dan Screenplay Pictures mengumumkan berbagai film yang akan mereka buat di jagat sinema ini. Selain merilis berbagai nama-nama film yang akan mereka buat, di acara tersebut, mereka juga secara resmi memperkenalkan berbagai karakter yang akan muncul di Jagat Sinema Bumilangit.

Diantara banyak karakter yang diperkenalkan, Aquanus merupakan salah satu karakter yang akan muncul dimunculkan. Karakter Aquanus sendiri akan diperankan oleh aktor yang pernah berperan di film Ada Apa Dengan Cinta, yaitu Nicholas Saputra. Lalu, siapa sebenarnya Aquanus? Yuk simak pembahasannya dibawah ini.

Origin Story

Selain Godam, Aquanus juga merupakan salah satu karakter ciptaan Widodo Noor Slamet. Dia muncul pertama kali pada tahun 1968 dalam komik Aquanus di Planet Vibhy. Aquanus sendiri berasal dari planet Zyba. Dalam cerita origin Aquanus, dikisahkan terjadi peperangan bangsa Burbur ke planet Zyba. Untuk menghindari peperangan, putra angkat raja Sving yang masih bayi tersebut dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa.

Roket tersebut kemudian jatuh ke lautan di bumi. Anak yang ada di dalam roket tersebut diselamatkan oleh keluarga pemburu paus dan bayi yang mereka temui itu dan mereka memberinya nama Dhanus. Karena dulu bangsa Zyba adalah bangsa yang bisa hidup di darat dan di laut, dia memiliki kemampuan untuk hidup di darat maupun di laut.

Dengan kemampuan khas planet Zyba tersebut, Dhanus bisa dengan mudah main ke dasar laut. Suatu hari, Dhanus pergi ke dalam laut sampai-sampai ia diserang oleh serangan gurita. Namun akhirnya ia berhasil selamat berkat pertolongan dari seseorang yang mengaku berasal dari planet Zyba. Dhanus kemudian diberikan sebuah sabuk pelangi oleh orang tersebut dan senjata tersebut menjadi andalan Dhanus.

Saat Aquanus Beranjak Dewasa

Ketika  Dhanus/Aquanus sudah beranjak dewasa, dia memutuskan untuk kembali ke planet asalnya. Tujuannya adalah membantu orang-orang yang ada disana. Satu hal yang dia tidak ketahui adalah orang-orang tersebut merupakan bangsa Burbur yang sudah merebut tanah bangsa Zyba. Pesawat yang ditumpangi oleh Dhanus kemudian ditarik oleh bangsa Quantra dari planet Vibhy.

Di planet tersebut kemudian Dhanus bertemu dengan Ratu Zerhami, yang ternyata merupakan keturunan langsung dari raja Sving, raja yang sempat memerintah Zyba. Ratu Zerhami kemudian membantu menjelaskan kepada Dhanus siapa dirinya yang sebenarnya. Setelah mengetahui siapa dirinya, Dhanus kemudian membantu untuk menghancurkan bangsa Burbur.

Dhanus sendiri memiliki sebuah markas yang terletak di wilayah Teluk Berhala. Di markas tersebut, sering digunakan oleh para pahlawan lain seperti Godam, Gundala, dan lain-lainnya untuk melakukan berbagai pertemuan. Ada hal menarik dari markas Aquanus ini, yaitu terdapat berbagai teknologi canggih dan juga kapal selam modern yang terdapat di bawah markasnya.

Dalam salah satu cerita, Dhanus pernah digantikan oleh Aquanus palsu. Hal ini terjadi ketika Aquanus menghadapi Bocah Atlantis. Pada saat itu, Aquanus berhasil dikalahkan oleh Bocah Atlantis dan posisinya digantikan oleh salah satu orang suruhan dari Atlantis bernama Verdhus. Namun, Aquanus palsu ini akhirnya kalah bersama dengan Bocah Atlantis akibat serangan yang dilakukan oleh Godam.

Kemampuan

Berkat kemampuan genetik planet Zyba yang ada di dalam diri Dhanus, dia memiliki kemampuan untuk bisa hidup di dua dunia yaitu di darat dan laut. Dia juga memiliki kecepatan berenang yang sangat dahsyat dan ia juga merupakan seorang perenang ulung. Selain itu dia juga memiliki sebuah senjata andalan yaitu sabuk pelangi.

Sabuk tersebut memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sinar laser yang bisa menghancurkan apapun. Sinar tersebut bernama Sinar Pelangi. Sabuk ini sering dia gunakan untuk menghadapi berbagai musuhnya. Dia juga memiliki penglihatan sinar-X untuk bisa mencari keberadaan posisi musuh.

Aquanus Versi Baru

Aquanus pernah mendapatkan “restorasi” dalam komik Aquanus: Benua Ke Tujuh yang dirilis pada 2008. Komik ini diterbitkan oleh Metha Studios yang berkerja sama dengan Neo Paradigm Studio. Komik ini dikerjakan oleh Berny Julianto, Arief Hargono, Dwi Aspitono, dan Nico Jeremia.

Dalam komik ini, Godam mengalami banyak sekali perubahan mulai dari segi penampilan yang lebih futuristik sampai dari segi cerita. Meskipun tidak semua, ada beberapa sisi dari karakter Aquanus yang sudah digambarkan oleh almarhum Wid NS kemudian dikembangkan kembali dengan lebih luas. Hal ini tentunya memberikan Aquanus cerita yang lebih bisa beradaptasi dengan masa sekarang dan juga bisa diterima oleh para kalangan anak muda.