Di dunia perfilman Hollywood, dari dahulu hingga sekarang Marvel telah memperoleh banyak sekali kesuksesan dengan menghadirkan deretan film live action yang menarik dan menghibur. Tingginya antusiasme dan respons penggemar terhadap film-film superhero Marvel secara tidak langsung telah menginspirasi banyak studio dan sineas film di seluruh dunia untuk mencoba meniru keberhasilan mereka. Namun dalam prosesnya tidak jarang upaya tersebut malah melahirkan sejumlah film tiruan yang berantakan. Dalam artikel ini, kami akan membahas delapan film tiruan Marvel yang terlalu kacau untuk ditonton!

3 Dev Adam (1973)

film tiruan marvel

Jauh sebelum para superhero Marvel bersatu di film-film crossover MCU seperti The Avengers, film tiruan berjudul 3 Dev Adam yang artinya Tiga Manusia Raksasa telah melakukannya lebih dahulu dengan konsep yang sangat absurd. Di mana film Turki yang disutradarai T. Fikret Ucak ini bercerita tentang upaya Captain America tanpa perisai dalam mengalahkan Spider-Man, pemimpin organisasi yang mampu membangkitkan orang mati dan menggandakan diri. Tidak berhenti sampai di situ saja, filmnya bertambah aneh ketika Cap dibantu oleh seorang pegulat legendaris dari Meksiko yang bernama El Santo.

Doctor Mordrid (1992)

film tiruan marvel

Dari judul dan penampilan karakter utamanya kalian pasti sudah bisa menebak bahwa film Doctor Mordrid terinspirasi dari salah satu karakter populer Marvel. Siapa lagi kalau bukan Doctor Strange yang sering terlihat mengenakan kalung Agamotto dan Cloak of Levitation. Film Doctor Mordrid sendiri lahir dari impian produser Hollywood Charles Band dan studio Full Moon yang ingin mewujudkan film live action Master of the Mystic Arts Marvel. Namun karena tidak pernah berhasil mendapatkan hak siarnya, mereka lantas membuat film tiruan yang plotnya kurang lebih sama seperti kisah Doctor Strange di Marvel Comics. Bedanya Doctor Mordrid lebih mirip seperti pesulap ambisius yang berusaha melindungi dunia.

Mercury Man (2006)

Mercury Man adalah film aksi dari Thailand yang berfokus pada petualangan superhero bernama sama yang memiliki kekuatan untuk meningkatkan panas tubuhnya serta mahir dalam seni beladiri muay thai. Misi Mercury Man sendiri adalah menggagalkan upaya teroris Osama bin Ali yang ingin mendapatkan sebuah jimat Tibet untuk menghancurkan Amerika. Alasan mengapa film dari sutradara Bhandit Thongdee ini dianggap sebagai tiruan Marvel adalah karena kostum superheronya yang mirip seperti persilangan antara Spider-Man dan Black Panther, begitu juga dengan dasar-dasar kekuatan supernya.

Italian Spiderman (2007)

film tiruan marvel

Sebagai film tiruan Marvel, Italian Spiderman bercerita tentang superhero gemuk nan konyol yang mengenakan kostum merah berlambang laba-laba ketika membasmi kejahatan di sekitarnya. Meskipun penampilannya kurang meyakinkan, faktanya Spiderman dari Italia ini mempunyai kekuatan yang menakjubkan. Di mana dia mampu terbang, mengendalikan pikiran orang lain, berubah menjadi raksasa, teleportasi, bahkan memanggil pasukan penguin. Anehnya dengan plot yang absurd dan sinematografi yang asal-asalan, pada masanya film ini ternyata cukup digandrungi oleh penonton lokal.

Metal Man (2008)

film tiruan marvel

Rilis tidak lama setelah film Iron Man, Metal Man adalah film tiruan Marvel yang kostum superheronya seperti armor Tony Stark versi kw yang dibeli dari toko barang bekas dengan harga murah. Film dari yang digarap oleh banyak sutradara amatir ini menceritakan kisah seorang mahasiswa yang menggunakan kostum super untuk menghentikan rencana jahat ilmuwan gila dan para pasukan ninjanya. Meskipun banyak yang menghujat, hal tersebut ternyata tidak menghentikan semangata para sineasnya untuk membuat film sekuel berjudul Iron Hero yang dirilis berdekatan dengan film Iron Man 2 (2010).

Almighty Thor (2011)

film tiruan marvel

Pada dasarnya Thor memang bukan karakter eksklusif yang hanya dimiliki oleh Marvel, karena sejatinya dia adalah sang God of Thunder dari mitologi Nordik. Namun ketika studio The Asylum merilis film Almighty Thor bersamaan dengan MCU’ Thor, para penggemar langsung tahu bahwa film ini dimaksudkan untuk menjadi tiruan Marvel yang digarap dengan budget seadanya. Bukan hanya itu saja, bahkan ceritanya pun hampir sama di mana Thor harus menghadapi saudara liciknya Loki. Pada tahun 2022 lalu, The Asylum kembali merilis sekuelnya yang tidak kalah kacau berjudul Thor: God of Thunder.

The Amazing Bulk (2012)

film tiruan marvel

The Amazing Bulk adalah film tiruan Marvel yang dimaksudkan untuk mengejar kesuksesan film The Incredible Hulk yang rilis beberapa tahun sebelumnya. Namun apa yang dihasilkan filmnya justru membuat para penonton sakit mata karena ada banyak sekali hal absurd yang berusaha dihadirkan dalam ceritanya. Alih-alih menjadi monster hijau berotot seperti Hulk, karakter ilmuwan di filmnya malah berubah menjadi monster ungu, seperti Thanos yang terlalu banyak makan gula dan terigu. Selain itu The Amazing Bulk juga punya efek visual yang asal-asalan, dialog yang aneh, serta alur cerita yang sangat kacau.

Avengers Grimm (2015)

Saat Marvel merilis film Avengers: Age of Ultron sebagai bagian dari MCU, studio The Asylum lagi-lagi merilis film tiruan berjudul Avengers Grimm. Namun alih-alih menghadirkan Avengers, film ini justru menceritakan kisah para karakter dongeng seperti Gadis Berkerudung Merah, Putri Salju, Cinderella, dan lain sebagainya dalam menghadapi villain Rumpelstiltskin dan para pasukannya yang ingin memusnahkan umat manusia. Yang lebih kocaknya lagi ketika film Avengers: Infinity Wars tayang tahun 2018, The Asylum memanfaatkan momentum tersebut untuk merilis sekuel berjudul Avengers Grimm: Time Wars.

Itulah delapan film tiruan paling kacau yang pastinya tidak akan pernah bisa mengimbangi kesuksesan film-film Marvel. Dari semua film konyol ini bisa kita simpulkan bahwa membuat film original ternyata sangatlah sulit. Buktinya banyak studio film dan sineas yang justru lebih memilih meniru konsep, cerita, dan karakter dari materi yang sudah ada. Yang hebatnya lagi, mereka sampai merilis sejumlah sekuel yang artinya film pertamanya sudah cukup menguntungkan bagi studio. Bagaimana Geeks, apakah kalian tertarik untuk menontonnya?

Egie
Egie adalah content writer yang memiliki passion tinggi untuk topik pop culture seputar komik, film dan series. Bergabung sejak tahun 2021, kini Egie menjadi salah satu sosok paling di andalkan untuk covering berbagai hal seputar pop culture.