Tidak mudah memang membuat sebuah film. Apalagi jika filmnya akan ditayangkan di bioskop, dan ditonton jutaan orang di dunia. Untuk membuat film besar, dibutuhkan biaya dan tanggung jawab yang besar pula. Selain itu, dibutuhkan juga waktu yang sangat panjang untuk mengembangkan, memproduksi, dan menyelesaikan proses editingnya. Itulah kenyataan yang harus dialami para sutradara film. Meski membuat film membutuhkan pengorbanan dari sang sutradara, tetapi ada beberapa sutradara yang justru membenci hasil jerih payahnya sendiri. Lantas siapa saja sutradara yang membenci film buatannya sendiri? Simak berikut ini Geeks!

Michael Bay

Michael Bay memang terkenal sebagai sutradara dari film-film aksi. Salah satu filmnya yang paling sukses adalah Transformers yang rilis tahun 2009. Kesuksesan itulah yang akhirnya membuat Michael Bay mendapat kesempatan membuat sekuelnya berjudul Transformers: Revenge of the Fallen. Tetapi setelah beberapa tahun berlalu sejak Transformers: Revenge of the Fallen rilis, Michael Bay mengakui bahwa dia tidak menyukai film tersebut. Michael Bay mengatakan, “Kesalahan dari filmnya adalah karena menghadirkan dunia mistis. Ketika saya melihat kembali (Revenge of the Fallen), itu adalah omong kosong.” Michael Bay memang mengakui bahwa dia membenci film tersebut. Tetapi beberapa waktu kemudian dia membuat sekuelnya yaitu Transformers: Dark of the Moon.

Joel Schumacher

Advertisements

Sutradara berikut yang membenci film buatan sendiri adalah Joe Schumacher. Pada tahun 2017, Schumacher pernah menyampaikan penyesalannya karena membuat film Batman & Robin. Bahkan dia pernah meminta maaf berkali-kali, “Saya ingin meminta maaf kepada setiap penggemar yang kecewa karena saya pikir saya berhutang budi kepada mereka.” Setelah film Batman & Robin tayang di bioskop pada tahun 1997, Schumacher memang mendapat banyak protes dan hinaan. Dia mengatakan bahwa “Rasanya saya seperti telah membunuh seorang bayi.” Memang hampir semua orang yang terlibat dalam pembuatan Batman & Robin sangat membenci film tersebut. Bahkan George Clooney juga telah meminta maaf atas Batman versinya yang sangat buruk.

Alan Taylor

Sebagai sutradara Game of Thrones dan Sopranos, tentu saja kemampuan Alan Taylor sebagai sutradara sudah tidak diragukan lagi. Pada tahun 2013, Alan mendapat kesempatan menyutradarai film Thor: The Dark World. Dan setelah filmnya rilis, Alan Taylor menilai bahwa film tersebut tidak sesuai ekspektasinya dan mengkritiknya. Menurut Taylor, Marvel Studios terlalu banyak campur tangan, yang membuat film tersebut berakhir dengan kritik negatif. “Pengalaman dengan Marvel sangat memilukan karena saya diberi kebebasan mutlak saat syuting, tetapi kemudian di pasca produksi, semua itu berubah menjadi film yang berbeda. Jadi itu adalah sesuatu yang saya harap tidak akan pernah terulang lagi.” Alan Taylor jelas-jelas membenci film Thor: The Dark World karena tak sesuai dengan visinya akibat campur tangan Marvel Studios.

Josh Tranks

Film Fantastic Four memang sangat menjanjikan ketika film tersebut mulai dibuat pada tahun 2015. Bagaimana tidak? Filmnya menampilkan banyak aktor muda berbakat seperti Michael B Jordan, Miles Teller, Kate Mara, dan Jamie Bell. Namun ketika proses produksi berlangsung, semuanya menjadi berantakan. Trank dipaksa oleh 20th Century Studios untuk melakukan syuting ulang, dan banyak masalah lain yang terjadi. Dan ketika filmnya rilis, maka dapat ditebak jika hasil buruk yang diraih film Fantastic Four ini.  Tranks juga mengakui bahwa dia membenci film tersebut. Dia juga mengatakan, “Setahun yang lalu, saya memiliki versi yang fantastis dari ini. Dan versi itu akan mendapat ulasan yang bagus. Anda mungkin tidak akan pernah melihatnya lagi.”

Advertisements

David Fincher

Pada tahun 1992, David Fincher terpilih sebagai sutradara film Alien 3. Tetapi kala itu, David Fincher belum pernah menjadi sutradara untuk film besar. Sebelumnya dia hanyalah sutradara dari berbagai video clip. Tentu saja itu menjadi tantangan tersendiri. Apalagi waktu persiapan untuk membuat Alien 3 hanya lima minggu, dan naskahnya belum selesai. Fincher mengakui bahwa dia sangat kesulitan membuat film itu. Hasilnya, Alien 3 dianggap tidak sebaik dua film Alien sebelumnya. Bahkan David Fincher mengatakan bahwa syuting film Alien 3 menjadi hal terburuk yang pernah terjadi padanya. “Saya harus mengerjakannya selama dua tahun, dipecat tiga kali, dan saya harus berjuang untuk setiap hal. Tidak ada yang membencinya lebih dari saya. Sampai hari ini, tidak ada yang lebih membencinya dari saya.”

David Lynch

David Lynch mendapat kesempatan menyutradarai film Dune pada tahun 1984. Padahal ketika itu, dia sama sekali belum membaca novel Dune karya Frank Herbert. Hasilnya, film Dune berakhir kurang memuaskan dan mendapat review yang beragam. David Lynch juga mengakui bahwa film tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya. Bahkan dia cukup membenci film tersebut, akibat kurangnya persiapan saat membuatnya. “Melihat ke belakang, itu bukan salah siapa-siapa selain kesalahanku sendiri. Saya mungkin seharusnya tidak memfilmkannya. Tetapi saya melihat berton-ton kemungkinan untuk membuat hal-hal yang saya sukai.” Pada akhirnya, novel Dune berhasil diadaptasi dengan baik oleh Denis Villeneuve pada tahun 2021.

Thomas Alfredson

Thomas Alfredson adalah sutradara yang sukses menggarap Tinker Tailor Soldier Spy. Film tersebut bahkan masuk dalam nominasi Oscar. Tetapi film berikutnya yang Alfredson buat berakhir dengan kegagalan. Filmnya berjudul The Snowman, yang mendapat kritik keras dari kritikus. Alfredson sendiri menyadari banyak kekurangan dalam filmnya. “Waktu syuting kami terlalu singkat. Kami tidak bisa menampilkan keseluruhan cerita dan ketika kami memulai editing, kami menyadari bahwa banyak yang hilang.” Sebelum Alfredson terpilih, sebenarnya Martin Scorsese sudah lebih dulu ditunjuk sebagai sutradara. Dan 10 hingga 15 persen naskah yang sudah dibuat Scorsese tidak difilmkan. Itulah yang membuat penonton tidak melihat keseluruhan filmnya.

Mathieu Kassovitz

Pada tahun 2008, Vin Diesel membintangi sebuah film yang diadaptasi dari novel karya Maurice Gorges berjudul Babylon A.D. Mathieu Kassovitz kemudian ditunjuk untuk menyutradara filmnya. Meskipun Babylon A.D. menampilkan deretan aktor berbakat Hollywood, tetapi film tersebut gagal dalam segala aspek. Kassovitz pun mengatakan bahwa film tersebut tidak seperti yang dia harapkan. Dia mengatakan, “Film itu seharusnya mengajarkan kita bahwa pendidikan untuk anak-anak kita akan sangat berarti bagi masa depan Bumi. Tetapi film itu hanya murni tentang kekerasan dan kebodohan.” Kassovitz juga mengakui bahwa film tersebut sangat buruk.

Itulah dia Geeks beberapa sutradara yang membenci film buatannya sendiri. Mungkin mereka merasa bahwa film buatannya tidak sesuai dengan harapan dan berujung kegagalan, sehingga wajar jika akhirnya mereka membencinya.

https://www.greenscene.co.id/author/restuprawira/