Alan Wake adalah video game bergenre aksi petualangan garapan Remedy Entertainment yang dirilis perdana pada tahun 2010, dan kemudian mendapatkan remastered pada tahun 2021 lalu karena popularitasnya. Gamenya sendiri bercerita tentang petualangan seorang novelis bernama Alan Wake yang mencoba mencari istrinya, Alice, yang tiba-tiba menghilang saat pergi liburan ke kota kecil Bright Falls.

Dalam petualangannya tersebut, Alan juga harus berusaha mengingat plot dari novel horor terbarunya, yang diceritakan hidup dalam wujud monster bayangan. Berkat kesuksesan gamenya sendiri, Alan Wake dipastikan akan mendapatkan adaptasi serial yang dimaksudkan untuk tayang di saluran streaming AMC. Sambil menunggu perkembangan serialnya, alangkah baiknya kita membahas hal paling misterius di video gamenya yang sampai sekarang tidak banyak orang tahu, yaitu monster Taken dan dalang di balik kemunculan para monster bayangan tersebut.

Taken, ‘Boneka’ Bayangan yang Sadis

Di gamenya, Taken adalah monster bayangan yang akan langsung menyerang Alan ketika dia melakukan misi pencarian istrinya di kota Bright Falls. Digambarkan sebagai ‘boneka’ bayangan, para Taken ini sama sekali tidak bisa diselamatkan. Dan satu-satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan mengarahkan senter kepada mereka sampai bayangan di tubuhnya menghilang dan akhirnya Alan bisa melukainya dengan senjata manusia. Umumnya Taken mempunyai penampilan seperti manusia, tetapi tidak jarang juga mereka muncul dalam bentuk sekumpulan burung dan bahkan tornado.

Meskipun Alan tidak bisa melukai Taken saat dalam wujud bayangan, tetapi mereka bisa dengan mudah melukai dia kapan pun. Para Taken manusia biasanya membawa benda tajam untuk melukai Alan, seperti golok, sabit, dan kapak, mereka juga bisa melemparkannya sebagai senjata jarak jauh. Walaupun tidak terlalu cerdas dan cenderung cerewet karena sering memaki Alan saat sedang bertarung, para Taken ini sangat agresif dan kuat, tergantung jenisnya.

Mirisnya, pada akhirnya Alan menyadari bahwa para Taken ini awalnya adalah para masyarakat Bright Falls yang dirasuki oleh sosok bayangan jahat di baliknya. Alan sendiri tidak mengetahui cara untuk mengembalikan mereka, karena walaupun bayangan di tubuh para Taken dihilangkan, mereka tetap tidak bisa kembali menjadi manusia normal. Menjelang akhir video gamenya, Alan menemukan sebuah fakta mengejutkan bahwa dalang di balik para Taken ini adalah sosok gaib yang disebut Dark Presence.

Dark Presence, Kabut Hitam Dari Dunia Lain

Tidak diketahui siapa yang pertama kali menciptakan Dark Presence, yang jelas kabut kegelapan ini berasal dari Dark Place yang realitasnya tersembunyi di balik Danau Cauldron yang ada di Kota Bright Falls. Alasan mengapa Dark Presence keluar dari persembunyiannya dan mulai merasuki orang-orang di Bright Falls adalah karena dia menganggap ‘kreativitas’ manusia sebagai makanannya. Itulah mengapa Dark Presence sangat tertarik kepada Alan Wake yang merupakan seorang novelis populer.

Dark Presence percaya bahwa jika dia memakan semua kreativitas manusia, maka kesaktiannya akan terus bertambah dan akhirnya bisa terlepas dari Danau Cauldron untuk menguasai wilayah yang jauh lebih besar. Selain bisa menginfeksi manusia, binatang, dan benda dengan bayangannya, Dark Presence juga dikenal sangat cerdas, tidak seperti Taken yang merupakan bonekanya. Hal tersebut terbukti saat Dark Presence menggunakan ‘umpan’ untuk menarik orang yang jauh lebih kreatif ke Bright Falls, seperti menjadikan istri Alan yang bernama Alice untuk memancingnya ke kota kecil tersebut.

Ending dari game Alan Wake sendiri memperlihatkan bagaimana Alan akhirnya masuk ke dalam Dark Presence. Di dalamnya, Alan menjadi sosok sakti yang mampu memengaruhi realitas dengan cerita novelnya. Itulah pembahasan mengenai monster bayangan Dark Presence dan Taken di video game Alan Wake. Masih banyak sekali yang belum terjawab oleh gamenya, misalnya apakah Alice selamat, atau apa yang akan dilakukan Alan untuk keluar dari Dark Presence? Mungkin jawabannya akan kita temukan di serial Alan Wake mendatang. Kita nantikan saja ya, Geeks.