Peacemaker adalah karakter lama DC yang kembali dihidupkan dan mulai populer setelah dihadirkan oleh sutradara James Gunn di filmnya yang berjudul The Suicide Squad. Pada saat itu, walaupun film The Suicide Squad belum tayang di bioskop, Gunn bersama Warner Bros. sudah mulai mengembangkan serial solo karakter nyeleneh tersebut. Tampaknya Gunn cukup yakin bahwa Peacemaker akan menjadi wajah baru di tayangan superhero, yang setidaknya tidak kalah menarik dari karakter seperti Superman maupun Joker.

Di ending The Suicide Squad, Peacemaker yang diperankan oleh John Cena, diceritakan saling adu tembak dengan Bloodsport, padahal mereka berada di tim yang sama, yaitu The Suicide Squad yang dibentuk oleh Amanda Waller. Task Force X alias Suicide Squad sendiri adalah tim super yang terdiri dari penjahat DC, yang dibentuk khusus untuk melakukan misi bunuh diri di mana nyawa para pahlawan terlalu berharga untuk misi tersebut. Lantas, siapa sebenarnya Peacemaker? Apakah dia pahlawan pembela kebenaran atau penjahat dengan agendanya sendiri? Mari kita lihat dari segala kemungkinan yang ada, Geeks!

Peacemaker, Pencipta Perdamaian

Mempunyai nama asli Christopher Smith, Peacemaker adalah seorang pasifis yang menentang adanya perang di muka Bumi. Pertama kali diceritakan di Charlton Comics pada tahun 1966 yang berjudul Fightin’ 5. Diceritakan bahwa dia adalah seorang anggota pasukan militer yang didedikasikan untuk menjaga keamanan dunia. Sayangnya, pada saat itu popularitasnya tidak terlalu bagus sehingga karakternya lama-kelamaan menghilang. Peacemaker kemudian mendapatkan kesempatan kedua setelah dirinya diakusisi oleh DC.

Ia m uncul kembali pada tahun 1988 di DC Comics setelah kejadian Crisis on Infinity Earth. Kemunculan barunya ini menggambarkan karakter Peacemaker yang pada dasarnya masih tetap sama seperti sebelumnya, yaitu menjaga perdamaian di muka Bumi. Dan karena perdamaian sangat sulit untuk diraih, Peacemaker memastikan bahwa dia akan melakukan segala cara agar tujuannya tersebut tercapai. Dengan lantang Peacemaker berteriak, “Saya Peacemaker, dan saya akan membunuh untuk menjaga perdamaian!” Sejak saat itu penggemar menilai Peacemaker sebagai sosok yang “gila”.

Delusi Membuatnya Makin “Nyeleneh”

Kata “gila” tersebut kemudian diterjemahkan secara beragam oleh banyak penggemar, dari mulai supervillain, anti-hero, anti-villan, bahkan beberapa ada yang menyebutnya sebagai superhero karena merasa cukup sependapat dengan cara pandang Peacemaker. Dalam sejarahnya di DC kemudian kekuatannya makin berkembang, menjadikannya sebagai sosok yang mampu menerbangkan pesawat, menguasai berbagai senjata api, ahli strategi militer, ahli seni bela diri, sampai ahli membunuh.

Sedangkan dari segi misi yang dia lakukan, setelah keluar dari penjara karena tuduhan kejahatan perang, Peacemaker sempat bekerja dengan Kementrian Pertahanan Amerika sebagai anti teroris. Setelah dilatih sebagai “senjata” di sebuah pangkalan militer berteknologi tinggi, Peacemaker tidak pernah dikerahkan langsung ke lapangan untuk membasmi teroris. Merasa jenuh, dia kemudian kabur dan memilih untuk beraksi sendiri, mengenakan seragam bergambar merpati jatuh dan helm kebanggaannya seperti yang bisa kita lihat di film The Suicide Squad.

Namun, sama seperti kekuatannya yang hebat, Peacemaker juga mempunyai kelemahan yaitu penyakit jiwa. Dia sering mendengar suara ayahnya yang merupakan komandan Nazi. Suara tersebut sering menggiringnya menjadi sosok pembunuh tanpa ampun yang bahkan bersedia membunuh anak kecil atau seorang wanita tua. Suara di kepalanya kemudian bertambah banyak, Peacemaker berdelusi bahwa semua jiwa orang yang telah dibunuh olehnya terperangkap di dalam helm silvernya.

Pahlawan atau Villain?

Setelah banyak penggemar yang mulai mengenal karakter Peacemaker dengan deskripsinya masing-masing, justru kisah baru Peacemaker di DC Comics makin mendistorsi karakternya. Selain keluar masuk penjara dan bergabung dengan Suicide Squad, Peacemaker juga pernah diceritakan membantu superhero muda Jamie Reyes alias Blue Beetle, bahkan sempat menjadi mentornya. Namun, di komik Doomsday Clock #13 (2019), Peacemaker diceritakan bertarung melawan karakter kuat DC Doctor Manhattan yang pada dasarnya tidak berafiliasi dengan siapa pun, tidak jahat dan tidak juga baik.

Bagaimana, Geeks, makin membingungkan? Aktor John Cena yang berperan sebagai Peacemaker di The Suicide Squad dan serial solonya nanti, sempat mengatakan, “Peacemaker adalah superhero yang kacau [pikirannya dan tindakannya].” Seakan kurang sepakat dengan pendapat Cena, sutradara James Gunn baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terhadap karakter Peacemaker ini. “Sebagian besar dari kita tidak sesederhana itu, untuk hanya menjadi satu atau yang lain [penjahat atau pahlawan],” ungkap Gunn melalui akun Twitter pribadinya.

Sepertinya Gunn ingin menegaskan bahwa Peacemaker adalah manusia biasa seperti kita, yang sulit untuk menerjemahkan apakah kita jahat atau tidak. Pernyataan filosofi tersebut memberikan kesempatan pada penggemar untuk menerjemahkan sendiri siapa sebenarnya Peacemaker, khususnya setelah melihat aksinya di serial Peacemaker yang akan tayang di HBO Max pada 13 Januari 2022. Pada titik ini, sepertinya “filosofi Peacemaker” sama misteriusnya seperti filosofi kopi yang dielu-elukan oleh kaum indie. Bagaimana menurut kalian, Geeks?

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.