What We Do in the Shadows adalah serial bergenre mockumentary komedi horor yang berfokus pada tiga vampir asli, satu vampir energi, dan satu orang pembantu vampir yang tinggal dalam satu atap. Serial yang diadaptasi dari film berjudul sama pada tahun 2014 ini, tayang perdana pada tahun 2019 dengan episode yang sudah diperbarui, dan kemudian season 2 tayang pada tahun 2020. Saat ini, penggemar Indonesia bisa menyaksikan kedua season awal What We Do in the Shadows di Disney+ Hotstar.

Sebagai serial bergenre komedi, What We Do in the Shadows menghadirkan sisi lain kehidupan modern tiga vampir di Staten Island, bernama Nandor (Kayvan Novak), Laszlo (Matt Berry), dan Nadja (Natasia Demetriou), di mana mereka tidak bisa seenaknya keluar rumah untuk berburu manusia. Untuk menjalani kehidupan modern, para vampir tersebut dibantu oleh seorang Familiar bernama Guillermo (Harvey Guillén). Dan menariknya, ada satu vampir energi bernama Collin (Mark Proksch) yang juga tinggal bersama mereka. Berikut 5 alasan mengapa “Vampir Kocak” What We Do In The Shadows wajib ditonton!

Cerita Vampir yang Sangat Kocak

Kisah utama serialnya menceritakan tiga orang vampir yang berusaha berbaur dengan kehidupan manusia modern. Untuk memenuhi asupan darah yang bergizi, mereka mempunyai seorang Familiar manusia yang biasanya berburu “perawan” untuk diajak ke rumah para vampir. Kisah lainnya, ada yang menceritakan kepanikan vampir Nandor saat membaca email “kutukan” yang harus disebarkan ke sepuluh orang, jika tidak maka dia akan jatuh miskin. Kisah lain memperlihatkan Vampir Laszlo yang ditagih hutang oleh vampir lain dan malah kabur.

Sedangkan kisah lucu vampir Nadja ada yang menceritakan dirinya yang mencari reinkarnasi mantan pacarnya. Ada juga kisah vampir energi Collin yang hobinya adalah menyedot energi rekan-rekannya di tempat kerja. Sebagai Familiar dari Nandor, Guillermo harus bersabar menjadi pembantu yang mengabdi pada masternya sekaligus mengajarkan tentang kehidupan modern pada vampir yang telah hidup selama ribuan tahun. Lucunya, alasan mengapa Guillermo ingin menjadi Familiar adalah karena dia sangat ingin menjadi vampir seperti Antonio Banderas di film Interview With The Vampire (1994).

Banyak Makhluk Mitologi

Selain vampir, di serial What We Do in the Shadows banyak makhluk mitologi lain yang berkeliaran di Bumi, khususnya Staten Island. Ada manusia serigala yang hobi buang air kecil di tanaman milik Laszlo, ada Troll yang perang komentar dengan Collin, ada hantu dari orang-orang yang mati penasaran, dan ada juga Penyihir yang sering terlibat konflik dengan Nadja. Selain itu, sosial vampir sendiri sangat kompleks, mereka mempunyai pemimpin yang disegani seperti Baron Afanas (Doug Jones) dan dewan vampir yang biasanya mengatur hukum di antara para vampir.

Kecocokan Para Aktor yang Luar Biasa

Salah satu faktor penting dari mengapa serial ini sukses dan layak ditonton adalah pemilihan aktor yang tepat. Serial yang dibuat oleh Jemaine Clement dan di produseri oleh Taika Waititi ini menghadirkan para aktor yang kecocokannya sudah tidak diragukan lagi, bahkan dari season 1. Para aktor berakting dengan sangat baik, karakter mereka mengisi kekurangan dari satu sama lain dengan sangat apik. Khususnya Kayvan Novak, Matt Berry, Natasia Demetriou, Mark Proksch, dan Harvey Guillén.

Kayvan Novak sangat cocok memerankan Nandor yang sombong tetapi kurang pintar, Matt Berry berhasil memerankan Laszlo yang ceroboh dan konyol, Natasia Demetriou berhasil menghidupkan karakter vampir wanita Nadja yang cerewet dan juga lugu, Mark Proksch benar-benar membuat karakter Collin menyerap energi dari penonton, dan tidak kalah pentingnya Harvey Guillén yang cocok sebagai familiar penyabar bernama Guillermo.

Banyak Cameo dan Bintang Tamu Menarik

Bisa dibilang serial What We Do In The Shadows adalah serial bertabur bintang. Hal itu karena serialnya menghadirkan banyak cameo dan bintang tamu menarik sebagai karakter yang tidak kalah lucunya. Di season 1 saja ada banyak cameo menarik, seperti Dave Bautista sebagai vampir yang dipenjara karena dituduh telah membuat bayi menjadi vampir, Tilda Swinton sebagai pemimpin dewan vampir, Wesley Snipes sebagai vampir siang hari yang merujuk pada karakternya di film Blade, Danny Trejo yang menjadi vampir Meksiko, serta Taika Waititi sebagai salah satu anggota dewan vampir.

Di season 2, ada Mark Hamill sebagai vampir “rentenir” yang menagih utang pada Laszlo, kemudian ada Haley Joel Osment, sebagai Topher yang akhirnya menjadi zombie, dan ada juga Benedict Wong yang menjadi seorang necromancer. Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi cameo dan bintang tamu yang membuat serial What We Do In The Shadows sangat sayang untuk dilewatkan.

Pengambaran Kehidupan yang Sangat Relate

Kehidupan sehari-hari yang digambarkan di serial What We Do In The Shadows sangat “relate” dengan kehidupan sehari-hari pada umumnya, seperti bekerja, kehidupan bertetangga, dan sebagainya. Apalagi dengan kehadiran Guillermo, yang pada dasarnya hanya seorang manusia biasa yang mempunyai mimpi menjadi vampir. Setelah 10 tahun bekerja sebagai pembantu setia Nandor, Guillermo hanya diberi hadiah lukisan aneh. Sehari-harinya, dia harus membersihkan dan mengubur mayat-mayat bekas makanan Nandor, Laszlo, dan Nadja.

Dan saat Guillermo pergi untuk menjadi Familiar vampir lain karena ada tawaran untuk menjadi vampir lebih cepat, Nandor, Laszlo, dan Nadja justru kebingungan karena tidak ada yang mencuci baju mereka dan mengubur mayat-mayat bekas makanan mereka. Akibatnya para vampir tersebut mengenakan baju seadanya seperti trening dan sweater. Walapun dibungkus dengan kisah horor vampir, penggambaran kehidupan di What We Do In The Shadows, sebenarnya sangat mirip dengan kehidupan nyata di sekitar kita.

Avatar
An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.