Morbius adalah film Marvel non-MCU yang diproduksi oleh Sony Pictures dan dijadwalkan akan tayang pada tahun 2022 ini. Berada di semesta yang disebut Sony’s Spider-Man Universe (SSU), bersama Eddie Brock alias Venom, sang living vampire Morbius (Jared Leto) akan diceritakan sebagai sosok manusia yang menjadi vampir setelah dirinya mencoba menyembuhkan penyakit langkanya. Dan setelah menjadi manusia vampir, Morbius yang awalnya sangat peduli pada keselamatan manusia, justru digambarkan menjadi ancaman baru SSU yang dapat berbahaya bagi para manusia sendiri.

Setelah mengalami berbagai drama yang cukup panjang karena pandemi COVID-19, penundaan terbarunya telah memicu spekulasi penggemar bahwa Sony akan menambahkan Spider-Man versi Andrew Garfield ke dalam adegan filmnya. Spider-Man Garfield sendiri baru saja muncul di film Spider-Man No Way Home dan diceritakan kembali ke semestanya setelah berhasil mengalahkan para supervillain bersama dua Spider-Man lainnya. Bagaimana kedua cerita tersebut pada akhirnya bisa mempertemukan Spider-Man dengan Morbius? Berdasarkan beberapa bukti yang ada, mari kita berteori, Geeks!

Sejarah Spider-Man dengan Morbius

Memulai kariernya sebagai supervillain di Marvel Comics, Morbius adalah karakter yang sering diceritakan bertarung dengan Spider-Man pada masa-masa awal petualangannya. Morbius sendiri pertama kali diceritakan di komik Amazing Spider-Man #101 karya Roy Thomas dan Gil Kane pada tahun 1971. Setelah bereksperimen dengan kelelawar penghisap darah untuk mengobati penyakitnya, Morbius yang sudah menjadi vampir diceritakan pergi dari Yunani ke Amerika Serikat, untuk mencari obat berikutnya agar kembali menjadi manusia.

Saat menuju Kota New York dengan sebuah kapal, Morbius yang tidak bisa menahan rasa hausnya pada darah segar, kemudian membunuh semua kru kapal tersebut. Meskipun sempat mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya, Morbius justru terdampar di sebuah pantai dan bertemu dengan Spider-Man yang pada saat itu lengannya ada enam. Mereka berdua kemudian saling bertarung, sebelum akhirnya Lizard datang dan mengacaukan pertarungan mereka. Sebelum melarikan diri, Morbius mengigit Lizard dan mengubahnya kembali menjadi manusia.

Mengetahui bahwa darah Morbius dapat mengobati “fisiologi aneh” mereka, Spider-Man dan Lizard yang sudah kembali sebagai Dr. Connor, memutuskan untuk mencari Morbius. Dalam prosesnya, Spider-Man dan Morbius mengalami banyak pertarungan seru, sampai akhirnya Spider-Man mendapatkan sampel darah dan mengobati dirinya yang mempunyai enam lengan.

Sejak saat itu, Spider-Man dan Morbius sempat beberapa kali bertemu kembali, salah satunya terjadi di komik Spider-Man #79-80 karya Howard Mackie pada tahun 1976. Saat Morbius diceritakan diculik dan dijadikan ekperimen oleh seorang villain bernama Loxias Crown, Spider-Man datang untuk menyelematkannya. Namun, bukannya langsung kabur setelah diselamatkan, Morbius malah langsung mengigit Loxias dan menjadikannya villain vampir yang berbahaya.

Spider-Man “Kembali” ke SSU

Dengan sejarah Spider-Man dan Morbius di Marvel Comics, sudah menjadi suatu keharusan bagi mereka berdua untuk bertemu dalam media apapun, termasuk jika memungkinkan di film Morbius. Terungkap pertama kali pada tahun 2018, film Morbius sendiri lebih dahulu dikembangkan dari film Spider-Man: No Way Home yang baru terungkap pada tahun 2019. Setelah merilis beberapa teaser dan trailer, terungkap juga bahwa film Morbius memasukan beberapa easter egg yang berhubungan dengan Spider-Man, salah satunya adalah mural Spider-Man dengan tulisan “murderer” atau pembunuh.

Walaupun banyak easter egg Spider-Man, pada saat itu belum terbayang oleh penggemar untuk melihat aksi Spider-Man di film Morbius, mengingat satu-satunya Spider-Man yang diperankan oleh Tom Holland berada di MCU. Namun, setelah Spider-Man: No Way Home mengungkap bahwa kejadian Multiverse dapat membuat para karakter Spider-Man menyebrang ke MCU, sepertinya bukan hal yang mustahil bagi Spider-Man untuk masuk juga ke SSU. Dan dengan kembalinya Andrew Garfield sebagai Spider-Man, tampaknya hal tersebut menjadi kemenangan bagi semua pihak, termasuk Sony.

Alih-alih memasukan Spider-Man MCU ke SSU, Sony bisa memasukan “kembali” Spider-Man versi Garfield ke SSU dan membuat plotnya seakan-akan bahwa selama ini SSU adalah universe yang sama seperti waralaba The Amazing Spider-Man yang dirilis pada tahun 2012 sampai 2014. Walaupun terkesan memaksa, tetapi dengan pengaturan plot yang matang, dan dengan apa yang sudah ada di film Morbius, sepertinya tidak ada yang tidak mungkin, apalagi penggemar sudah sangat mengharapkan Spider-Man versi Garfield kembali.

Kembali ke Waktu yang Salah

Spider-Man versi Garfield tampaknya sangat cocok untuk masuk ke SSU, meskipun ada beberapa plot hole yang harus diperbaiki atau setidaknya ditutupi Sony seakan tidak pernah ada. Petualangan terakhir Spider-Man di The Amazing Spider-Man 2 memperlihatkan dirinya yang berhasil mengalahkan beberapa villain, seperti Rhino, Electro, dan Goblin. Ending TASM 2 juga sekilas mengisyaratkan kehadiran Sinister Six, termasuk symbiote di gedung Oscorp, yang pada saat itu sudah diwariskan pada Harry Osborn alias Goblin.

Nah, bisa saja nanti setelah Spider-Man versi Garfield diceritakan kembali dari MCU ke SSU, dia memang kembali ke semesta yang tepat, tetapi berada di timeline yang salah atau berbeda, seperti lirik lagu “Waktu yang Salah” dari Fiersa Besari yang berbunyi, “Semesta mengirim dirimu untukku, kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah.” Bukannya kembali ke SSU pada saat ending TASM 2, Spider-Man malah kembali setelah semestanya kehilangan Spider-Man selama bertahun-tahun dan secara kebetulan muncul pada timeline di mana Morbius baru saja menjadi vampir.

Itulah mengapa ada mural Spider-Man yang dituduh sebagai pembunuh, karena mungkin dia dianggap telah membunuh Electro di TASM 2, dan mungkin juga karena difitnah telah membunuh Gwen Stacy. Yang jelas, mungkin saja nanti tidak lama setelah Spider-Man kembali dia secara tidak sengaja bertemu dengan Morbius pada suatu titik di filmnya, misalnya di credit scene film Morbius yang masih belum terungkap.

Atau jika ingin mengambil langkah plot yang lebih ekstrem, Spider-Man bisa saja muncul ketika Morbius dijadikan eksperimen oleh Loxias. Mengingat karakter Loxias yang diperankan oleh Matt Smith dipastikan akan muncul juga di film Morbius, adegan filmnya bisa diadaptasi dari Marvel Comics saat Spider-Man menyelamatkan Morbius dari Loxias Crown. Sampai akhirnya Morbius kabur, meninggalkan Spider-Man yang kebingungan sekaligus mengonfirmasi “kembalinya” Spider-Man versi Andrew Garfield di SSU.

Itulah kemungkinan bagaimana Spider-Man bisa muncul di film Morbius dan juga SSU secara keseluruhan. Bagaimana menurut kalian, Geeks? Perlu dicatat juga, bahwa apa yang kita bahas kali ini masih bersifat teori, dan Sony sendiri masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kembalinya Spider-Man ke SSU. Namun, baru-baru ini, Garfield menyatakan bahwa dia siap kapan saja untuk kembali sebagai Spider-Man. Kita berdoa saja semoga Sony dan Garfield kembali berjodoh dan bisa mewujudkan impian penggemar melalui film Morbius, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 1 April 2022.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.