Meskipun mendapat pujian secara umum, tetapi The Last of Us Part 2 juga mendapatkan kritik dari beberapa media terkenal. Mereka menilai bahwa kekerasan dalam game tersebut menutupi atau membayangi sisi emosional dari gamenya. Perbedaan dalam sisi penerimaan menyebabkan banyaknya pertengkaran di dunia maya, di mana sebagian beranggapan bahwa The Last of Us Part 2 adalah sebuah game yang baik, dan sebagian beranggapan The Last of Us Part 2 mengecewakan.

Tema kekerasan memang telah menjadi bagian utama dalam strategi pemasaran Naughty Dog sejak teaser trailer The Last of Us Part 2 rilis pada tahun 2017 lalu. Teaser trailer tersebut menampilkan saat beberapa orang tak dikenal dipukuli, disiksa dan digantung. Naughty Dog pun selaku developer mengungkapkan bahwa mereka berfokus kepada kebrutalan.

Wakil presiden Naughty Dog yaitu Neil Druckmann baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk mengeksplorasi tema-tema kekerasan dan balas dendam yang terinspirasi dari video hukuman manti tanpa pengadilan yang ia lihat saat masih muda. Di masa lalu, video game sering dikaitkan dengan kebrutalan dan perasaan yang mendalam, sehingga tidak heran banyak orang yang skeptis dengan tema kebrutalan dan perasaan yang sangat mendalam dalam The Last of Us Part 2.

Reviewer kabarnya agak kesulitan untuk mengungkapkan mengapa hal yang diimplementasikan dalam The Last of Us Part 2 sangat baik atau tidak, karena mereka dibatasi lewat aturan review dari Naughty Dog dan Sony. Sang publisher video game sering membatasi bagian mana dari penilaian reviewer yang dapat dibahas sebelum gamenya diluncurkan dengan imbalan mereka dapat mengakses gamenya saat pra-rilis. Kabarnya aturan review dari The Last of Us 2 sangatlah ketat.

Hampir setiap reviewer besar membahas tentang batasan-batasan ini, karena membuat mereka menjadi kesulitan untuk mengkomunikasikan perasaan mereka tentang video gamenya. Review dari Polygon misalnya, di mana reviewnya menyentuh poin-poin serupa tentang kekerasan kontroversial The Last of Us Part 2, di mana mereka mencoba untuk menceritakan kebrutalan game tersebut tanpa diizinkan untuk mendiskusikan apapun yang benar-benar bisa menggambarkannya.

Sementara itu banyak juga pemain The Last of Us 2 yang memberikan penilaian bagus terhadap game tersebut, karena Naughty Dog sukses menggunakan kekerasan itu untuk menceritakan kisah yang bagus.