Baru-baru ini, film Justice League Snyder Cut telah dirilis. Film tersebut menampilkan apa yang tidak ditampilkan dalam film Justice League versi Joss Whedon yang dirilis tahun 2017. Dalam film ini, Zack Snyder kembali mendapatkan mandat menjadi sutradara, setelah sempat digantikan Joss Whedon. Sekarang, para penonton dapat melihat semua hal yang ingin ditampilkan Zack Snyder di film Justice League.

Tidak seperti film sebelumnya, Justice League Snyder Cut memiliki durasi yang lebih panjang. Bahkan tidak tanggung-tanggung karena filmnya berdurasi dua jam lebih lama dari sebelumnya, yang berarti sekarang filmnya berdurasi 4 jam lebih. Filmnya pun hanya dapat kita saksikan di layanan streaming HBO Max, dan tidak diputar di bioskop mana pun. Tentunya, Justice League Snyder Cut juga sengaja di buat untuk mengisi koten baru di layanan streaming tersebut.

Hiro Studios

Masih sama seperti versi film sebelumnya, Justice League Snyder Cut menceritakan kekacauan yang terjadi setelah meninggalnya Superman. Ada banyak kejahatan yang terjadi di mana-mana. Hal tersebut semakin diperburuk dengan kemunculan Steppenwolf, sosok monster yang menjadi kaki tangan Darkseid. Ia datang ke Bumi untuk mencari Mother Box, yang akan ia gunakan untuk membawa Darkseid dan menguasai Bumi.

Sadar akan adanya ancaman, Batman alias Bruce Wayne pun merasa terpanggil dan berniat melindungi Bumi. Namun karena kemampuannya tidak seberapa, Batman mencoba merekrut beberapa manusia super yang hidup di Bumi, hingga kemudian dinamakanlah Justice League. Di sanalah masalah-masalah mulai muncul dan Batman dan Justice League harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan dunia dari serangan Steppenwolf.

Lebih Brutal

Dalam Justice League Snyder Cut, Zack Snyder memang dapat menyalurkan visinya yaitu membuat Justice League Snyder Cut lebih gelap dari versi sebelumnya. Masa-masa kelam para pahlawan diperlihatkan dengan jelas dalam film ini. Kita pun diperlihatkan deretan sekuens aksi yang jauh lebih hidup dan brutal. Pukulan, darah, potongan tubuh, dan ledakan yang dihadirkan mampu membawa nuansa yang lebih brutal. Nuansa itulah yang gagal dihadirkan dalam film Justice League versi Whedon. Wajar saja, sekarang Justice League Snyder Cut memiliki rating R-Rated dan Snyder diberikan kebebasan lebih dalam membuat filmnya semakin brutal.

Karena lebih gelap, unsur humor dalam filmnya mulai ditinggalkan. Dalam footage-footage baru yang Snyder masukan, hanya sedikit humor yang terselip. Para karakter tampil lebih serius, tak terkecuali dengan Flash. Humor-humor Flash hanyalah humor-humor lama yang sudah kita saksikan di Justice League versi Whedon. Tapi ada sedikit momen yang tetap memperlihakan kejenakaan Flash lewat footage terbarunya.

Batman Tampil Lebih Perkasa

Untuk karakter Batman, jika di versi Whedon Batman seperti tidak bisa berbuat banyak saat pertempuran, nah Batman yang sekarang mendapatkan banyak footage tambahan, yang membuat Batman “sedikit” lebih berguna di pertempuran. Sayangnya, Batman masih bertugas menghadapi musuh-musuh kecil, dan tidak terlibat dipertempuran utama. Sementara Superman, ia mendapat jatah paling sedikit di Justice League Snyder Cut. Tapi kemunculannya menjelang akhir memang dirasa lebih epik ketimbang versi Whedon. Superman tampil gahar dengan kostum hitamnya, yang sebelumnya sudah diperlihatkan dalam trailer.

Untuk Cyborg, Aquaman, dan Wonder Woman, ketiganya memiliki porsi yang hampir sama. Tapi diantara ketiganya, Cyborg mendapatkan perhatian lebih, dan Snyder mampu menyajikan cerita masa lalunya yang lebih gelap. Nah Geeks akan ada banyak karakter baru yang akan muncul dalam filmnya, dan itu akan memberi kejutan bagi kalian yang baru menonton. Sekarang, latar belakang tiap karakter diceritakan lebih jelas. Dengan durasi filmnya yang sangat panjang, Zack Snyder mampu memberikan waktu yang cukup bagi karakter-karakter utama untuk bersinar dan memberikan cerita yang lebih padat.

Hampir semua plot hole di versi Whedon dapat tertutupi dengan manis dalam film ini. Snyder seolah tahu betul apa yang membuat Justice League versi Whedon gagal, dan memperbaikinya di Justice League Snyder Cut. Ending filmnya pun dibuat sangat berbeda dengan versi Whedon. Tapi Zack Snyder sengaja membuat ending film ini menggantung, karena awalnya film ini disiapkan dengan sekuelnya. Nah berhubung DCEU sekarang mulai menjauh dari visi Zack Snyder, kecil sekali kemungkinan dibuatnya sekuel.

Karena mengalami perbaikan dalam urusan visual, sekarang Justice League Snyder Cut mampu menampilkan visual yang lebih halus, dan dapat menyatu dengan sang objek. Namun entah mengapa di separuh awal filmnya, efek blurry yang ditampilkan cukup menggangu. Pasalnya efek tersebut muncul di banyak adegan, dan tampak tidak terlalu rapih. Selebihnya, ada beberapa adegan yang CGInya masih terasa kasar, terutama CGI Steppenwolf. Tapi rasanya hal itu masih dapat dimaklumi oleh para penonton.

Terakhir Geeks, scoring di Justice League Snyder Cut terasa memorable, bahkan setelah filmnya usai. Walau begitu, scoringnya masih kalah dengan film Wonder Woman 1984, yang bahkan sampai sekarang masih ada di ingatan kita. So buat kalian yang penasaran dengan visi Zack Snyder di Justice League, kalian wajib banget menyaksikan film ini. (Featured Image: hdqwalls.com)

Hiro Studios

Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.