Dalam seri Naruto, sejak awal cerita dimulai kita sudah disuguhkan oleh sebuah ambisi yang sangat besar dari karakter utama, Uzumaki Naruto. Naruto selalu bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage, pemimpin dari desa Konoha. Hampir di sepanjang serinya, bahkan di seri Shippuden sekalipun, Naruto selalu memproklamirkan ambisinya untuk menjadi Hokage dan memang itulah yang menjadi inti cerita di serinya.

Setelah bertahun-tahun berlatih, berjuang, dan harus mengalami pertarungan yang tidak terhitung jumlahnya, di seri sekuelnya yaitu Boruto: Naruto Next Generation akhirnya mimpi terbesar Naruto tersebut terwujud. Tapi, tentunya Naruto tidak bekerja sendiri karena dia dibantu oleh rekan-rekan seangkatannya seperti Shikamaru yang bekerja sebagai penasihat dan juga tentunya rekan sekaligus rivalnya, Sasuke.

Bersama dengan Sasuke, Naruto mencoba untuk mencegah hancurnya perdamaian dan kedamaian di dunia shinobi. Tapi, nyatanya hal itu tidak berlangsung lama ketika kelompok teroris Kara dan pemimpinnya, Isshiki Otsutsuki, mengungkapkan sebuah rencana besar untuk mengambil alih dunia, hal itu membuat Konoha berada dalam sebuah situasi yang sulit dan pelik.

Ketika para shinobi Konoha tersebut mencoba untuk mencari cara agar rencana Kara dan Isshiki bisa dihentikan, chapter terbaru Boruto memberikan gambaran bahwa Sasuke, sebenarnya adalah figur yang paling pas untuk menjadi pemimpin Konoha dan bukan Naruto. Sasuke sendiri pernah mengakui bahwa dulu dia juga berkeinginan untuk menjadi Hokage, sama seperti Naruto.

Hanya saja keinginan Sasuke tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Sasuke memiliki tujuan untuk menghancurkan Konoha dan membunuh semua penduduknya demi membalaskan dendam atas apa yang mereka lakukan terhadap sang kakak, Itachi, yang diberikan perintah untuk menghabisi klan Uchiha. Seperti yang kita tahu, Itachi diberikan perintah untuk menghabisi klannya karena klan Uchiha merencanakan sebuah kudeta terhadap kekuasaan Konoha pada saat itu.

Tapi, terlepas dari cerita masa lalu yang kelam, Sasuke sekarang sudah bisa menerima takdirnya dan para penduduk Konoha sudah memaafkan apa yang terjadi di masa lalu. Sasuke sekarang menjadi salah satu penjaga desa Konoha dan desa-desa lainnya, bersama dengan Naruto. Hal ini melampaui mimpi dari Madara Uchiha dan Hashirama ketika mereka membangun desa Konoha.

Sasuke sudah menjadi sebuah simbol keadilan tanpa rasa takut bagi seluruh shinobi, dan karena itulah Amado mengungkapkan semuanya tentang Isshiki, Kawaki dan Otsutsuki kepada Sasuke. Amado adalah karakter paling cerdas dalam cerita Boruto, dibuktikan dengan dia yang bisa menjelaskan berbagai detail rahasia tentang Isshiki. Tapi, yang membuat kagum Amado adalah Sasuke sudah memprediksi hal tersebut terlebih dahulu. Dia bahkan sudah memiliki informasi tentang Isshiki.

Hal tersebut bukan dikarenakan Sasuke berhasil menemukan sendiri semua petunjuk tersebut, melainkan dia berhasil berpikir cepat, memahami setiap petunjuk yang diberikan Amado, dan memahami pola dari rencana besar Isshiki. Sasuke bisa menyusun semua rangkaian teka-teki dengan sangat cepat berdasarkan dari pengalaman pribadinya dan juga informasi yang disampaikan oleh Amado.

Bagaimana dengan Naruto? Harus diakui Naruto tertinggal sangat jauh terkait masalah ini. Bahkan, bisa dikatakan Naruto sangat tidak kompeten untuk menyelesaikan kasus ini. Itulah mengapa Sasuke menyuruh Naruto untuk diam ketika semuanya sedang menyusun strategi. Naruto bukanlah seorang pemimpin yang baik, itulah mengapa Momoshiki menyerangnya di masa lalu.

Naruto mungkin berambisi untuk menjadi Hokage, tapi sepertinya itu bukan sebuah hal yang cocok untuk Naruto. Akan lebih baik jika Naruto melatih Boruto, seperti apa yang dulu pernah dia alami ketika bersama Jiraiya. Memberikan tugas tersebut kepada Sasuke rasanya kurang masuk akal, karena Boruto pada dasarnya memiliki sifat yang sama dengan ayahnya. Sebagai seseorang yang berhasil mengalahkan Kaguya dan menyelamatkan Konoha, seharusnya Sasuke yang menjadi Hokage.

Dibanding Naruto, Sasuke adalah sosok yang lebih proaktif, ahli dalam strategi dan pandai untuk mengkalkulasikan skenario yang pas untuk dijalankan. Sebenarnya hal inilah yang dilakukan oleh Hokage terdahulu. Menjadi Hokage adalah permasalahan otak, dan bukan otot. Akan lebih baik jika peran mereka berdua ditukar, dimana Naruto justru yang bertugas di lapangan dengan kemampuannya yang dahsyat. Naruto juga sosok yang populer dan dikenal banyak kalangan, itulah yang membuat tugas Naruto akan lebih mudah nantinya.

Menjadikan Sasuke sebagai Hokage merupakan sebuah langkah yang tepat. Juga, jika hal ini terjadi maka selain bisa menjadi penebus dosa atas apa yang dilakukan oleh klan Uchiha pada zaman dulu, hal tersebut juga akan mewujudkan mimpi Madara Uchiha dimana klannya menjadi pemimpin Konoha.

Sasuke juga memiliki kelebihan dari segi “moral” dimana dia memiliki rencana untuk membunuh Kawaki. Hal tersebut dilakukan demi mencegah Kawaki menjadi wadah bagi Isshiki yang dikendalikan sepenuhnya oleh Isshiki. Dalam era perang shinobi seperti sekarang, para pemimpin di seluruh desa menghadapi masalah yang sama yaitu pilihan yang sulit untuk mengurangi kerusakan yang terjadi.

Naruto terlalu lembut untuk masalah segenting ini, yang menjadi alasan mengapa Isshiki bisa terus berkembang dan bangkit. Sebaliknya, Sasuke, dengan agresinya dan dengan karakter yang dia miliki, justru bisa lebih dahulu mencium adanya bahaya besar yang datang. Intinya, Naruto mungkin adalah karakter favorit banyak orang, tapi untuk urusan menjadi Hokage Sasuke lebih pas untuk hal tersebut dengan semua kemampuan dan intuisi yang dia miliki.