5 Alasan Mengapa Film Adaptasi Video Game Selalu Gagal

Created By :
Senior Editor of Greenscene.co.id

Seperti yang kita ketahui jika saat ini Hollywood menjadi kiblat bagi para pencinta film, karena sampai saat ini industri perfilman Hollywood sering berhasil mengadaptasi film dari buku komik, acara TV, bahkan kisah mitologi. Namun ada beberapa hal yang sampai saat ini masih belum bisa di capai oleh Hollywood seperti film yang di adaptasi dari sebuah video game.

Hal ini mebuat sebagian besar Geeks mulai bertanya mengapa ini bisa terjadi, dan apa yang membuat kisah adaptasi dari sebuah video game menjadi salah satu hal yang sangat sulit untuk di kerjakan. Oleh karena itu di bawah ini ada lima kesalahan yang paling sering terjadi dalam sebuah film yang di adaptasi dari sebuah video game. Geeks bisa menyimaknya di bawah ini :


Melupakan Point Penting Dari Video Game


Melupakan salah satu point dalam sebuah film yang di adaptasi dari video game merupakan kesalahan yang paling sering terjadi, karena kemungkinan besar para Geeks yang sebelumnya sudah pernah memainkan video game tersebut menyadari jika ada sesuatu yang kurang. Contohnya seperti reboot Hitman di tahun 2015 yang menceritakan jika seorang Agen 47 yang tidak memiliki perasaan yang tergabung dengan organisasi non pemerintah Contracts Agency, disingkat ICA. Ia mendapatkan ingatannya kembali selama misi penyelamatan Katia van Dees berlangsung, sedangkan dalam versi video game pertamanya di awal tahun 2000 an memperlihatkan jika dirinya hanyalah seorang agen yang mendapatkan perintah untuk membunuh orang-orang penting tanpa perlu mengetahui alasan mengapa targetnya harus di bunuh.

Meskipun masih menggunakan beberapa elemen pada video gamenya seperti cara bertarung, namun film ini masih di anggap gagal karena tidak mengikuti alur cerita dari video gamenya. Sebagian dari para pencinta video gamennya lebih menginginkan jika filmnya tetap berpegang teguh dengan jalan cerita di versi video gamenya.


 Alur Cerita Yang Berubah


Memang sulit untuk benar-benar mengangkat film yang di adaptasi dari sebuah video game dengan alur cerita yang benar benar mirip, namun jika di buat berbeda jauh para Geeks yang sebelumnya pernah memainkan video game tersebut jadi merasa kebingungan. Hal ini terjadi dengan film Resident Evil karena dalam video gamenya di awali dengan seorang karakter yang terjebak dalam sebuah daerah yang di huni oleh zombie dan memiliki kelanjutan cerita di versi gamenya.

Berbeda dengan versi filmnya yang memperlihatkan seorang karakter baru bersama Alice yang menjadi super Human, karena sebelumnya menjadi seseorang yang menjalani beberapa proses eksperimen di perusahaan Umberella Corporation .


Terlalu Mengandalkan Gimmick


Memasukan beberapa hal yang sudah terkenal sebelumnya di percaya bisa mendongkrak popularitas sebuah film, mengingat saat ini banyak dari fasn Aktor ataupun Aktris yang benar benar mengikuti rekam jejak dari aktor ataupun aktris tersebut. Hal ini juga terjadi pada Film Doom 2005 yang di bintangi oleh Karl Urban dan Dwayne Johnson (The Rock) karena sebagian besar dari Geeks yang sebelumnya memainkan video gamenya dengan judul yang sama merasa jika versi filmnya sangat membosankan, karena di anggap gagal membangun alur cerita yang mapan meskipun sudah memasukan beberapa aktor yang saat itu sedang populer.


 Gagal Memilih Orang Yang Tepat


Seperti yang Geeks ketahui jika setiap sutradara memiliki gayanya tersendiri untuk memproduksi sebuah film dan itu lah yang membuat mereka layak untuk memprduksi film besar dan yang sudah memiliki nama besar dalam memfilmkan kisah yang di adaptasi dari sebuah video game adalah sutradara Uwe Boll yang sebelumnya sudah berhasil memproduksi Alone in the Dark, BloodRayne dan beberapa film lainnya yang di adatasi dari sebuah video game. memang film yang ia produksi tidaklah terlalu populer di kalangan pencinta film, namun film yang di angkat dari sebuah video game memerlukan orang yang tepat agar bisa memuaskan para Geeks yang sebelumnya memainkan video game terkait.


Membesarkan Sesuatu Yang Minim


Melebih-lebihkan sesuatu yang seharusnya kecil mungkin menjadi salah satu faktor mengapa film yang di adaptasi dari sebuah video game selalu berujung kepada kegagalan atau mengecewakan. hal ini terjadi juga dengan film Max Payne 2008 yang di angkat dari sebuah video game legendaris dengan judul yang sama, kesalahan yang di lakukan pada film ini terjadi saat menampilkan Valkyrie yang memiliki porsi cukup besar di filmnya dengan menggunakan effect CGI, namun dalam versi video gamenya Valkyrie hanya mendapatkan porsi yang minim atau bisa di bilang peran minor.

Di atas ini merupakan beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memproduksi sebauh film yang di adaptasi dari sebuah video game karena Video game bukan sekedar menceritakan sebuah alur cerita tapi Video game merupakan sebuah sarana interaktif untuk menceritakan sebuah cerita. Semoga saja para Hollywood bisa memahami hal ini agar tidak terulang kembali kegagalan dari film yang di angkat dari sebuah video game.