Angkatan laut dalam cerita One Piece merupakan salah satu kekuatan terbesar yang ada di dunia. Mereka adalah ujung tombak dari Pemerintah Dunia dalam hal menjaga kedamaian dan menegakan keadilan. Mereka juga yang menjadi ujung tombak dalam setiap hal yang menyangkut urusan Pemerintah Dunia. Misalnya, momen penghancurkan wilayah Ohara puluhan tahun lalu.

Dengan semua yang mereka lakukan wajar jika kemudian angkatan laut begitu ditakuti oleh banyak orang. Meskipun ada yang benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik, namun ada juga angkatan laut yang justru menyalahgunakan jabatannya. Misalnya sosok Morgan atau Nezumi. Kita masih belum tahu kapan angkatan laut pertama kali muncul. Namun, mungkin bersamaan dengan berdirinya Pemerintah Dunia.

Berbicara mengenai angkatan laut, sepertinya mereka saat ini sedang berada di sebuah era di mana mereka dalam kondisi yang tidak stabil. Angkatan laut biasanya menjadi salah satu kekuatan utama karena situasi mereka yang absolut. Namun, di era modern ini sepertinya hal tersebut mulai goyah. Hal ini juga bahkan diakui oleh Fleet Admiral yang baru yaitu Sakazuki.

Dalam chapter 1054 kemarin, Sakazuki mengatakan bahwa dia menjadi Fleet Admiral di sebuah era yang sangat buruk khususnya bagi para angkatan laut. Ada banyak hal yang membuat Sakazuki mengatakan hal tersebut. Misalnya, ada banyak pengkhianat di tubuh angkatan laut. Belum lagi tidak sedikit juga orang-orang yang begitu membencinya.

BACA JUGA: One Piece: Para Pasukan Milik Pemerintah Dunia!

Kemudian, kekuasaan atau wewenangnya sebagai kepala angkatan laut sering kali dilampaui oleh oleh orang-orang yang ada di Pemerintah Dunia. Dan jika melihat apa yang terjadi sampai sejauh ini, berbagai hal tersebut memang benar adanya. Ada beberapa momen yang menjadi bukti bagaimana angkatan laut di era sekarang bena-benar dalam kondisi yang tidak baik.

Berbagai Momen “kehancuran” Angkatan Laut

Admiral Fujitora memutuskan untuk membiarkan Luffy untuk kabur dalam arc Dressrosa. Padahal, sudah menjadi tugasnya untuk menangkap salah satu bajak laut yang paling mereka cari. Namun, dia memutuskan untuk tidak melakukan tugasnya dan membiarkan targetnya kabur. Meskipun memang ada alasan manusiawi dan logis mengapa kemudian Fujitora memutuskan untuk melakukan hal itu.

Yang paling baru adalah bagaimana Aramaki justru menambah beban dan memperburuk keadaan angkatan laut. Dia memang kuat, namun dia tidak mau mendengarkan perintah. Setelah dia dan Fujitora gagal menjalankan tugas di Mary Geoise untuk menangkap Pasukan Revolusi, dia justru memutuskan untuk pergi ke Wano sendirian. Sakazuki sudah memberikan peringatan untuk tidak melakukan tindakan apa pun.

BACA JUGA: One Piece: Red Line Bakal Dihancurkan?

Yang terjadi justru sebaliknya. Aramaki malah menyerang semua orang sendirian, demi bisa mengalahkan Luffy dan membawanya kepada Sakazuki. Dia bahkan sempat meminta bantuan armada kapal perang menuju Wano. Namun, sebelum kemudian dia berhasil melakukan misinya ada sosok Shanks yang berhasil menghentikan hal tersebut. Di sisi lain, admiral lainnya, Kizaru, justru terlihat tidak melakukan apa pun.

Dia memang sempat menawarkan diri untuk pergi ke Wano dan Sakazuki menolaknya. Dia beralasan bahwa mereka belum tahu seberapa besar kekuatan para samurai. Namun, sebelumnya Kizaru benar-benar tidak melakukan apa pun. Gorosei juga sering kali ikut campur dalam setiap keputusan yang Sakazuki buat. Mereka juga terkadang melakukan hal yang kasar terhadap Sakazuki.

Yang tidak kalah epik adalah bagaimana kini mantan rekan Sakazuki, Kuzan, memutuskan untuk bergabung dengan kelompok bajak laut paling berbahaya di dunia. Semua hal tersebut terjadi secara simultan atau secara bergantian, seolah angkatan laut kini sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengendalikan apa pun. Hal ini pun memunculkan pertanyaan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan angkatan laut.

KE HALAMAN 2

1
2