Mungkin ada diantara Geeks yang sudah menonton musim perdana dari series terbaru Netflix, The Witcher, yang merasakan kebingungan tentang politik yang ada di masing-masing kerajaan dalam ceritanya, khususnya kerajaan Nilfgaard. Buat Geeks yang mungkin sudah memainkan game The Witcher atau membaca bukunya, mungkin sudah tidak asing dengan kisah kerajaan Nilfgaard. Tapi, di seriesnya sendiri tidak banyak diulas tentang kehebatan dari kerajaan itu.

The Witcher sendiri berfokus pada cerita kehidupan Geralt of Riviera, seorang pemburu monster, beserta seorang penyihr bernama Yennefer dan seorang putri bernama Ciri. Di seriesnya, cerita mereka bertemu ketika Nilfgaard terlibat sebuah perang besar. Nilfgaard sendiri berlokasi di sebelah selatan, namun kerajaan mereka melaju terus sampai ke utara karena berhasil mengalahkan banyak kerajaan.

Di episode perdana, Ciri terpaksa pergi dari rumahnya ketika kerajaan Cintra berhasil dikalahkan oleh pasukan Nilfgaard. Episode terakhir seriesnya kembali menghadirkan pertarungan melawan bangsa Nilfgaard. Berikut adalah beberapa hal tentang Nilfgaard yang perlu diketahui dan mengapa Nilfgaard sangat berbahaya.

Dipimpin Oleh Fergus var Emreis

Beberapa informasi penting terkait dengan kerajaan Nilfgaard mulai muncul di episode 3, ketika sekelompok penambang sedang berbincang tentang sejarah masa lalu dari kerajaan ini. Zaman dahulu, Nilfgaard pernah dipimpin oleh raja Fergus var Emreis. Sekelompok orang yang menentang kebijakannya kemudian muncul dan melawannya, membunuhnya dan kemudian menggantikan posisinya.

https://static2.srcdn.com/wordpress/wp-content/uploads/2019/06/Emperor-Emhyr-var-Emreis-from-The-Witcher-3-Wild-Hunt.jpg?q=50&fit=crop&w=740&h=370Sosok “the Usurper” kemudian masuk ke dalam kerajaan Nilfgaard. Tidak banyak yang bisa diketahui tentang sosok tersebut, bahkan tidak diketahui siapa nama aslinya. Beberapa dekade kemudian, anak dari raja Fergus, Emhyr var Emreis, mampu untuk menggulingkan kekuasaan the Usurper dan mengambil kembali Nilfgaard. Sejak saat itu, dia kemudian berfokus untuk memperbesar kerajaannya di seluruh the Continent. Seriesnya sendiri masih belum menghadirkan sosok Emhyr, mungkin Netflix bisa memunculkan karakter tersebut di musim kedua.

Nilfgaard dan Perang Besar Pertama di Utara

Selama berabad-abad, Nilfgaard sudah berubah dari sebuah kota (kerajaan) kecil di wilayah selatan menjadi kerajaan dengan kekuatan terbesar di seluruh the Continent. Sejarah masa lalu tentang Nilfgaard sendiri masih menjadi misteri sampai saat ini, tapi awal kebangkitan mereka kemungkinan diawali bersamaan dengan adanya peristiwa the Conjunction of Spheres, ketika sihir dan monster mulai muncul di wilayah tersebut.

https://static1.srcdn.com/wordpress/wp-content/uploads/2020/01/The-Witcher-Eist-in-Battle.jpg?q=50&fit=crop&w=740&h=370Meskipun masih belum ada sejarah yang jelas darimana Nilfgaard berasal atau bagaimana kerajaan Nilfgaard bisa berdiri, mereka dikenal sebagai sebuah kerajaan yang senang untuk berperang. Terbukti sudah banyak kerajaan yang jatuh ke tangan mereka dan wilayah kerajaan Nilfgaard pun semakin luas. Dalam cerita seriesnya, para penonton ddisuguhkan perang utara ertama (First Nothern War) ketika Nilfgaard berhasil mengalahkan kerajaan Cintra yang membuat Ciri harus pergi. Tapi, di akhir musim perdana diperlihatkan jika Nilfgaard berhasil dikalahkan, dan sepertinya perang utara kedua (Second Northern War) akan dimulai.

Rencana Nilfgaard Untuk The Continent

Sama seperti kerajaan yang memang berfokus para peperangan lainnya, tujuan utama dari kerajaan Nilfgaard adalah meningkatkan wilayah jajahan mereka dan juga menguasai berbagai wilayah dengan cara mengalahkan kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah utara the Continent. Mereka ingin menjadi satu-satunya penguasa di wilayah the Continent, sama halanya bagaimana kerajaan Roma berhasil mengalahkan sebagian besar wilayah di sekitar laut Mediterrania.

https://static0.srcdn.com/wordpress/wp-content/uploads/2020/01/The-Witcher-Cahir-in-Battle.jpg?q=50&fit=crop&w=740&h=370Kerajaan Nilfgaard memiliki pasukan sekitar 300.000 orang, yang mana membuat mereka menjadi pasukan paling besar dan paling kuat dibandingkan dengan pasukan kerajaan lainnya di negeri tersebut. Seperti disebutkan oleh banyak karakter dalam series the Witcher, pasukan kerajaan Nilfgaard sering kali disebut “the Black Ones” karena warna armor yang mereka gunakan. Mereka juga memiliki keunggulang dibandingkan para rivalnya, dimana mereka bisa menggunakan sihir atau mantra yang membantu memenangkan pertarungan.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2

FOLLOW US