Film bertema post-apocalyptic adalah film yang berlatar belakang di dunia setelah terjadinya bencana besar yang mengubah tatanan kehidupan manusia. Bencana ini bisa berupa perang nuklir, wabah penyakit, serangan alien, perubahan iklim yang ekstrem, atau kehancuran sosial yang menyebabkan keruntuhan peradaban. Tema ini sering kali mengeksplorasi bagaimana manusia bertahan hidup dalam kondisi yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian, serta bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan seringkali berbahaya. Nah dalam artikel kali ini, kita akan membahas beberapa film post-apocalyptic terbaik yang pernah dibuat. Apa saja?
10 12 Monkeys
“12 Monkeys” dirilis pada tahun 1995, disutradarai oleh Terry Gilliam dan dibintangi oleh Bruce Willis, Madeleine Stowe, dan Brad Pitt. Film post-apocalyptic ini terinspirasi oleh film pendek Prancis berjudul “La Jetée” (1962) karya Chris Marker. Brad Pitt menerima banyak pujian untuk perannya sebagai Jeffrey Goines, termasuk nominasi Academy Award dan kemenangan di Golden Globe untuk Aktor Pendukung Terbaik.
Filmnya berlatar pada tahun 2035, di mana umat manusia hampir punah akibat wabah virus mematikan yang menyebar pada tahun 1996, membunuh lima miliar orang. Para penyintas hidup di bawah tanah, dan ilmuwan mengirim seorang tahanan bernama James Cole (Bruce Willis) kembali ke masa lalu untuk mengumpulkan informasi tentang asal-usul virus tersebut dengan harapan dapat menemukan cara untuk menyelamatkan masa depan.
Cole tiba di tahun 1990 dan dianggap gila, lalu dimasukkan ke rumah sakit jiwa di mana dia bertemu dengan psikiater Dr. Kathryn Railly (Madeleine Stowe) dan seorang pasien eksentrik bernama Jeffrey Goines (Brad Pitt). Saat Cole melompat antara masa lalu dan masa depan, dia mulai menyusun teka-teki yang melibatkan organisasi misterius bernama “Army of the Twelve Monkeys,” yang mungkin bertanggung jawab atas penyebaran virus tersebut.
9 A Quiet Place
“A Quiet Place” disutradarai dan dibintangi oleh John Krasinski, yang juga menulis naskah bersama Bryan Woods dan Scott Beck. Film ini juga dibintangi oleh Emily Blunt, istri Krasinski dalam kehidupan nyata, bersama Millicent Simmonds dan Noah Jupe. “A Quiet Place” mendapat pujian kritis atas konsepnya yang orisinal, penyutradaraan yang efektif, dan penampilan para pemainnya.
Film ini sukses besar di box office, menghasilkan lebih dari $340 juta di seluruh dunia dengan anggaran produksi sekitar $17 juta. Keberhasilan film post-apocalyptic ini melahirkan sekuel, “A Quiet Place Part II,” yang dirilis pada tahun 2021. Di masa depan yang mencekam, Bumi telah diserang oleh makhluk alien yang buta namun memiliki pendengaran yang sangat sensitif, sehingga manusia harus hidup dalam kesunyian total untuk bertahan hidup. Film ini mengikuti keluarga Abbott, yang terdiri dari Lee (John Krasinski), Evelyn (Emily Blunt), dan ketiga anak mereka, termasuk Regan (Millicent Simmonds).
Keluarga ini telah beradaptasi dengan kehidupan yang hening, menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dan bergerak dengan hati-hati agar tidak menarik perhatian makhluk-makhluk mematikan tersebut. Ketegangan meningkat ketika Evelyn hamil dan harus bersiap untuk melahirkan dalam keheningan, sementara ancaman terus mengintai di sekitar mereka.
8 Shaun of the Dead
“Shaun of the Dead” adalah filmyang dirilis pada tahun 2004, disutradarai oleh Edgar Wright dan ditulis oleh Wright bersama dengan Simon Pegg dan Nick Frost. Film post-apocalyptic ini adalah bagian pertama dari trilogi yang dikenal sebagai “Three Flavours Cornetto Trilogy,” yang juga mencakup “Hot Fuzz” (2007) dan “The World’s End” (2013). Film ini dibintangi oleh Simon Pegg, yang juga berperan sebagai Shaun, dan Nick Frost sebagai sahabatnya, Ed.
Shaun (Simon Pegg) adalah seorang pria biasa yang hidup di London dan menghadapi masalah dalam hidupnya, termasuk hubungan yang tidak memuaskan dengan pacarnya, Liz (Kate Ashfield), dan hubungan yang canggung dengan sahabatnya, Ed (Nick Frost). Suatu hari, London mengalami kiamat zombie yang mengubah orang-orang menjadi makhluk buas dan tidak terkendali.
Ketika situasi semakin memburuk, Shaun memutuskan untuk mengambil alih tanggung jawab dan melindungi orang-orang yang dia cintai. Bersama Ed dan beberapa teman lainnya, Shaun merencanakan evakuasi ke pub lokal mereka, The Winchester, yang mereka anggap sebagai tempat perlindungan terbaik. Selama perjalanan mereka yang penuh kekacauan dan humor, Shaun harus menghadapi berbagai tantangan zombie sekaligus memperbaiki hubungan dengan orang-orang terdekatnya.
7 Mad Max: Fury Road
“Mad Max: Fury Road” dirilis pada tahun 2015, disutradarai oleh George Miller. Ini adalah film keempat dalam seri “Mad Max” dan berfungsi sebagai reboot serta kelanjutan dari franchise yang dimulai pada 1979. Dibintangi oleh Tom Hardy sebagai Max Rockatansky dan Charlize Theron sebagai Imperator Furiosa, film ini mendapat pujian luas karena aksi spektakuler, desain produksi, dan kinerja para pemainnya.
Di dunia yang tandus dan brutal, Max Rockatansky (Tom Hardy) berusaha untuk bertahan hidup di tengah kekacauan yang dikuasai oleh tiran kejam bernama Immortan Joe (Hugh Keays-Byrne). Ketika Imperator Furiosa (Charlize Theron), seorang komandan yang setia kepada Immortan Joe, memutuskan untuk memberontak dan menyelamatkan lima istri Joe dari perbudakan, dia bersekutu dengan Max dalam pelarian penuh aksi melalui gurun yang berbahaya.
Mereka menghadapi pengejaran tanpa henti dari pasukan Immortan Joe yang fanatik. Melalui pertarungan yang intens dan pengejaran yang memompa adrenalin, Max dan Furiosa harus belajar untuk saling percaya demi bertahan hidup dan mencapai tempat yang disebut “Green Place,” yang diharapkan sebagai surga yang aman di tengah kehancuran. “Mad Max: Fury Road” memenangkan enam Academy Awards, termasuk untuk Penyutradaraan Seni Terbaik dan Penyuntingan Terbaik.
6 I Am Legend
“I Am Legend” disutradarai oleh Francis Lawrence dan dibintangi oleh Will Smith sebagai tokoh utama, Robert Neville. Film yang dirilis pada tahun 2007 ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Richard Matheson, yang sebelumnya telah diadaptasi ke layar lebar beberapa kali. “I Am Legend” menampilkan kisah post-apocalyptic di mana sebagian besar populasi dunia telah terinfeksi oleh virus yang mengubah manusia menjadi makhluk mirip vampir.
Film post-apocalyptic ini terkenal karena penggambaran kota New York yang kosong dan efek visualnya yang canggih, serta penampilan Will Smith yang mengesankan. Filmnya menceritakan sang karakter utama, Robert Neville (Will Smith). Dia adalah seorang ilmuwan yang kebal terhadap virus buatan manusia yang mengubah mayoritas populasi dunia menjadi makhluk ganas dan mirip vampir.
Hidup sendirian di kota New York yang sepi dan rusak, Neville menjalani rutinitas harian yang ketat, mencari bahan makanan, dan melakukan eksperimen di laboratoriumnya dengan harapan menemukan obat untuk menyembuhkan para korban yang terinfeksi. Ditemani hanya oleh anjing setianya, Sam, Neville menghadapi bahaya dari makhluk-makhluk malam yang mengintai dalam kegelapan.
5 The Road
“The Road” adalah film yang dirilis pada tahun 2009, disutradarai oleh John Hillcoat dan berdasarkan novel pemenang Hadiah Pulitzer karya Cormac McCarthy dengan judul yang sama. Film ini dibintangi oleh Viggo Mortensen, Kodi Smit-McPhee, Charlize Theron, dan Robert Duvall. “The Road” dikenal karena penggambaran yang realistis dan suram tentang dunia yang hancur dan perjuangan manusia untuk bertahan hidup.
Filmnya berlatar di masa depan yang suram, di mana bencana besar telah menghancurkan peradaban dan sebagian besar bentuk kehidupan di Bumi. Di sana ada seorang ayah (Viggo Mortensen) dan putranya yang masih kecil (Kodi Smit-McPhee) berjuang untuk bertahan hidup dalam perjalanan mereka menuju ke selatan, mencari tempat yang lebih hangat dan mungkin lebih aman.
Dengan hanya sedikit barang yang tersisa, mereka harus menghindari kelompok-kelompok kanibal dan bahaya lainnya di sepanjang jalan. Melalui kenangan dan kilas balik, kita melihat kehidupan mereka sebelum kehancuran, serta perjuangan emosional dan fisik yang mereka hadapi setiap hari. Hubungan ayah dan anak ini menjadi inti dari cerita, menggambarkan cinta, harapan, dan kemanusiaan di tengah kegelapan dan keputusasaan.
4 Snowpiercer
“Snowpiercer” dirilis pada tahun 2013, disutradarai oleh Bong Joon-ho dan berdasarkan novel grafis Prancis “Le Transperceneige” karya Jacques Lob, Benjamin Legrand, dan Jean-Marc Rochette. Film ini dibintangi oleh Chris Evans, Song Kang-ho, Tilda Swinton, Jamie Bell, Octavia Spencer, John Hurt, dan Ed Harris. “Snowpiercer” dikenal karena premisnya yang unik dan penggambaran kelas sosial yang kuat, di mana seluruh umat manusia yang tersisa tinggal di dalam kereta raksasa yang bergerak mengelilingi bumi yang beku.
Film ini mendapat pujian kritis atas narasi visualnya yang kreatif, penampilan para pemainnya, dan pesan sosialnya. Di masa depan yang membeku akibat eksperimen gagal untuk menghentikan pemanasan global, satu-satunya manusia yang selamat tinggal di dalam kereta bernama Snowpiercer yang terus bergerak mengelilingi dunia tanpa henti.
Di dalam kereta, kelas sosial sangat jelas terbagi: kelas atas menikmati kemewahan di gerbong depan, sementara kelas bawah hidup dalam kemiskinan dan ketertindasan di gerbong belakang. Curtis Everett (Chris Evans), seorang penghuni gerbong belakang, memimpin pemberontakan melawan ketidakadilan yang mereka alami. Dengan bantuan Gilliam (John Hurt) dan sekutu lainnya, Curtis dan kelompoknya berusaha maju ke depan kereta untuk menghadapi Wilford (Ed Harris), pencipta dan penguasa kereta.
3 28 Days Later
“28 Days Later” adalah film yang dirilis pada tahun 2002, disutradarai oleh Danny Boyle dan ditulis oleh Alex Garland. Film ini dibintangi oleh Cillian Murphy, Naomie Harris, Brendan Gleeson, dan Christopher Eccleston. Film ini terkenal karena revitalisasi genre zombie dengan memperkenalkan konsep “infected” yang cepat dan agresif, berbeda dengan zombie tradisional yang lambat.
“28 Days Later” dibuat dengan anggaran yang relatif kecil, tetapi berhasil meraih kesuksesan kritis dan komersial, serta mempengaruhi banyak film horor yang datang setelahnya. Cerita dimulai dengan aktivis hewan yang secara tidak sengaja melepaskan virus mematikan dari laboratorium penelitian. 28 hari kemudian, Jim (Cillian Murphy) terbangun dari koma di sebuah rumah sakit di London yang sudah kosong dan rusak. Dia segera menyadari bahwa virus tersebut telah menyebar dengan cepat, mengubah orang-orang yang terinfeksi menjadi makhluk buas yang menyerang tanpa ampun.
Bersama dengan beberapa orang yang selamat, termasuk Selena (Naomie Harris) dan Frank (Brendan Gleeson), Jim berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang kacau dan penuh bahaya. Ketika mereka mendengar tentang tempat perlindungan yang aman, perjalanan mereka dipenuhi dengan tantangan dan pengkhianatan, menguji ketahanan dan kemanusiaan mereka di tengah kehancuran.
2 Children of Men
“Children of Men” adalah film sci-fi yang dirilis pada tahun 2006, disutradarai oleh Alfonso Cuarón dan berdasarkan novel dengan judul yang sama karya P.D. James. Film ini dibintangi oleh Clive Owen, Julianne Moore, Michael Caine, Chiwetel Ejiofor, dan masih banyak lagi. Berlatar belakang tahun 2027, film ini menggambarkan dunia yang berada di ambang kehancuran.
Di masa depan yang suram, tahun 2027, dunia telah hancur akibat infertilitas global. Tanpa adanya kelahiran bayi selama 18 tahun, masyarakat runtuh dalam kekacauan dan ketidakpastian. Theo Faron (Clive Owen), seorang mantan aktivis yang kini hidup dalam keputusasaan, secara tak terduga terlibat dalam sebuah misi berbahaya setelah mantan kekasihnya, Julian (Julianne Moore), memintanya untuk membantu mengawal seorang wanita muda bernama Kee (Clare-Hope Ashitey) yang secara ajaib hamil.
Perjalanan mereka penuh dengan bahaya, ketika mereka berusaha membawa Kee ke tempat aman, berharap kehamilannya dapat memberikan harapan baru bagi masa depan umat manusia. Film post-apocalyptic ini mendapatkan pujian kritis atas penyutradaraan Cuarón, sinematografi Emmanuel Lubezki, dan cerita yang mendalam serta relevansi sosialnya.
1 Interstellar
“Interstellar” dirilis pada tahun 2014, disutradarai oleh Christopher Nolan dan ditulis bersama dengan saudaranya, Jonathan Nolan. Film post-apocalyptic ini dibintangi oleh Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Jessica Chastain, dan Michael Caine. “Interstellar” terkenal karena penggunaan efek visual yang menakjubkan dan realistis, yang sebagian besar dibuat menggunakan teknik praktis daripada CGI.
Dalam membuat film ini, Nolan juga berkonsultasi dengan fisikawan Kip Thorne, untuk menjamin filmnya akurat, seperti ketika memperlihatkan lubang hitam dan perjalanan antar bintang, yang disajikan dengan akurat. Filmnya berlatar di masa depan, saat Bumi mengalami krisis lingkungan yang parah, dengan kekurangan pangan dan badai debu yang mengancam kelangsungan hidup manusia.
Cooper (Matthew McConaughey), seorang mantan pilot NASA yang kini menjadi petani, direkrut untuk memimpin misi luar angkasa yang ambisius untuk mencari planet baru yang dapat dihuni manusia. Bersama timnya, termasuk Dr. Amelia Brand (Anne Hathaway), mereka melakukan perjalanan melalui lubang cacing yang ditemukan di dekat Saturnus, menuju galaksi lain untuk menemukan tempat yang cocok bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Itulah dia Geeks beberapa film post-apocalyptic terbaik yang pernah dibuat. Film-film tersebut memang menawarkan cerita yang menarik untuk kita simak. Di antara beberapa film tersebut, mana yang jadi favorit kalian Geeks?
