Home MOVIE MOVIE FEATURES 10 Film Kolosal Paling Epik!

10 Film Kolosal Paling Epik!

Film kolosal memang sering menghadirkan alur cerita dan adegan yang luar biasa dan berikut adalah beberapa film kolosal paling epik. Period film atau film kolosal adalah salah satu genre film yang cukup banyak diminati. Dengan menghadirkan momen pertempuran epik atau berbagai hal-hal magis dari mitologi yang ada membuat film kolosal menjadi salah satu tontonan yang menghibur. Dan berikut adalah film kolosal yang dianggap paling epik.

10 Ben-Hur

Film kolosal paling epik yang pertama adalah Ben-Hur. IIni merupakan salah satu film klasik yang memiliki proses produksi panjang dan dana yang sangat besar. Padahal, film tersebut dibuat di tahun 1959. Ben-Hur merupakan film adaptasi dari novel karya Lew Wallace. Film Ben-Hur sendiri sempat beberapa kali mendapatkan remake di mana film pertamanya sendiri muncul di tahun 1925.

Setelah era film bisu, di tahun 1959 filmnya mendapatkan remake untuk yang pertama kali dan jadi versi film yang sangat populer. Dan di tahun 2016 filmnya kembali mendapatkan remake dalam versi modern. Ben-Hur sendiri menghadirkan cerita tentang merupakan seorang pangeran Yahudi yang sangat kaya raya dan juga merupakan seorang pedagang. Namun, dia kemudian dijadikan budak oleh mantan rekannya yang juga merupakan seorang komandan pasukan Romawi.

Dia pun kemudian kembali untuk membalas dendam atas apa yang rekannya tersebut lakukan terhadapnya. Ben-Hur dikenal karena satu adegan yang sangat ikonik. Dalam film tersebut, terdapat satu adegan epik berdurasi kurang lebih sembilan menit yang memperlihatkan adegan balapan kereta kuda. Adegan ini benar-benar mencuri perhatian dan membuat para penonton terpukau. Dan yang menarik adalah momen tersebut sesuai dengan sejarah yang ada.

9 The Last Of Mohicans

The Last of the Mohicans merupakan film drama sejarah Amerika garapan sutradara Michael Mann yang dirilis pada tahun 1992. Filmnya sendiri menceritakan tentang Mohican Chingachgook dan kedua putranya yaitu Uncas dan putra angkatnya yaitu “Hawkeye” yang berusaha melindungi seorang Mayor Angkatan Darat Inggris dan kedua wanita dari serangan para Huron.

The Last of Mohicans berlatar tahun 1757, di mana seorang Mayor Angkatan Darat Inggris bernama Duncan Heyward tiba di Albany, New York, selama berlangsungnya Perang Prancis dan India. Dia mendapatkan tugas untuk menemui Kolonel Edmund Munro, komandan Fort William Henry di Pegunungan Adirondack, yang kemudian ditugaskan untuk mengawal dua putri Munro, yaitu Cora dan Alice, ke ayah mereka.

Kemudian seorang Mohawk bernama Magua mendapatkan tugas untuk memandu Heyward, kedua wanita tersebut, dan pasukan tentara Inggris ke benteng mereka. Namun, sebenarnya dia adalah Huron yang memimpin mereka ke dalam penyergapan yang membunuh sebagian besar tentara. Mohican Chingachgook, putranya Uncas, dan putra angkatnya yaitu “Hawkeye” tiba dan membunuh semua Huron kecuali Magua karena dia melarikan diri.

8 Braveheart

Geeks mungkin sudah sangat populer dengan salah satu film kolosal paling epik satu ini. Braveheart menghadirkan kisah tentang sosok William Wallace, seorang petani Skotlandia yang memimpin pemberontakan melawan pasukan Inggris pada abad ke-13. Setelah kehilangan istri yang dicintainya oleh pasukan Inggris, Wallace memimpin para bangsawan Skotlandia dalam perjuangan untuk kemerdekaan.

Dengan menggunakan keterampilan taktis dan keberanian yang luar biasa, Wallace memimpin pasukannya dalam serangkaian pertempuran. Dia menjadi simbol perlawanan bagi bangsa Skotlandia yang terjajah dan menginspirasi rakyatnya untuk melawan penindasan. Di tengah perjuangan yang sengit, Wallace juga terlibat dalam hubungan romantis dengan Putri Isabelle dari Prancis, yang menambah dimensi emosional pada cerita.

Namun, keberaniannya dan tekadnya untuk membebaskan tanah airnya membuatnya menjadi target utama dari tentara Inggris. Meskipun film ini mendapatkan pujian dari para penonton dan kritikus, beberapa sejarawan mengkritiknya karena ketidakakuratannya dalam menggambarkan sejarah dalam ceritanya. Meskipun begitu, film ini cukup mendapatkan rating yang tinggi.

7 Gladiator

Salah satu film kolosal paling epik yang rilis pada tahun 2000 dan disutradarai oleh Ridley Scott. Gladiator sukes meraih pemasukan yang sangat besar box office, di mana filmnya menghasilkan lebih dari 450 juta Dollar Amerika di seluruh dunia. Filmnya sendiri dibintangi oleh Russell Crowe yang berperan sebagai Maximus. Gladiator mengisahkan tentang seorang jenderal Romawi yang bernama Maximus Decimus Meridius.

Kehidupan Maximus sebagai jendral perang Romawi akhirnya hancur oleh kekejaman Kaisar Commodus. Hal tersebut terjadi setelah keluarganya tewas terbunuh oleh perintah sang kaisar. Maximus yang hampir mati, berjuang sebagai budak gladiator untuk bisa membalas dendam terhadap sang kaisar yang korup. Dalam pertempuran gladiator yang brutal, Maximus menjadi legenda di antara para budak dan meraih dukungan dari rakyat Romawi.

Hampir semua momen yang muncul ketika Maximus menjaid gladiator di Colosseum menjadi hal yang epik. Namun, yang paling diingat tentunya adalah ketika Maximus mengatakan, “are you not entertained?!” Film sekuel dari Gladiator, yaitu Gladiator II, akan segera rilis pada 16 November 2024 yang akan menghadirkan cerita tentang sosok Lucius yang melanjutkan warisan dari Maximus.

6 The Last Samurai

Seperti halnya Gladiator, rasanya Geeks semua sudah sangat mengenal film paling epik satu ini. The Last Samurai dirilis pada tahun 2003 dan disutradarai oleh Edward Zwick. Cerita filmnya menghadirkan latar waktu pada era Meiji di Jepang, tepatnya pada tahun 1876. Para penonton akan diajak untuk mengikuti kisah Nathan Algren yang diperankan Tom Cruise.

Nathan Algren merupakan seorang veteran perang Amerika yang terlibat dalam pelatihan tentara Jepang untuk melawan kaum samurai yang memberontak melawan modernisasi Jepang. Algren awalnya bekerja sebagai konsultan militer bagi pemerintah Jepang, yang berusaha menggantikan kekuatan tradisional samurai dengan pasukan militer yang jauh lebih modern.

Namun, setelah ditangkap oleh samurai, Algren mulai memahami nilai-nilai budaya samurai dan mulai meragukan moralitas perang yang selama ini dia perjuangkan di medan tempur. The Last Samurai mendapatkan respon yang positif dair berbagai pihak bahkan berhasil masuk 4 nominasi Oscar. Dan hingga saat ini, The Last Samurai masih dianggap sebagai salah film yang paling epik terlepas dari adanya hal yang tidak sesuai dengan fakta sejarah.

5 Troy

Troy adalah salah satu film perang yang dianggap realistis yang bercerita tentang Trojan War atau Perang Troya dari legenda Yunani. Meskipun hanya ada sedikit sekali unsur fantasi di dalamnya, tetapi filmnya sangat menyenangkan untuk kita saksikan. Khususnya karena strategi dan situasi peperangannya tampak nyata sekaligus brutal. Filmnya sendiri menghadirkan pertempuran antara pihak Sparta dan Troya.

Pada awalnya bangsa Sparta dan Troy memutuskan untuk menghadirkan kesepakatan damai. Namun, pada 1250 SM terjadi peperangan antar kedua bangsa setelah seorang pangeran Troy bernama Paris membawa ratu Sparta bernama Helen ke Troy. Padahal Helen adalah istri Raja Sparta, Menelaus. Menelaus pun marah besar yang mana dia kemudian meminta saudaranya bernama Raja Agamemnon untuk membawa Helen kembali.

Raja Agemannon pun sangat senang dengan hal ini karena sebenarnya dia memang tidak senang dan tidak mau berdamai dengan Troy. Apalagi jika Sparta berhasil menaklukan Troy, wilayah Sparta akan menjadi luas, terutama di sekitar wilayah Laut Agea akan menjadi milik mereka. Selain menyiapkan taktik jitu, Sparta juga membawa seorang prajurit tangguh bernama Achilles. Pada awalnya, Achilles tidak mau ikut berperang melawan Troy tetapi akhirnya dia mau melakukan hal tersebut agar namanya dikenang sepanjang masa.

4 Kingdom Of Heaven

Setelah sukses dengan film Gladiator, Ridley Scott kembali menjadi sutradara bagi film epik bertema perang salib yaitu Kingdom of Heaven. Film ini berkisah tentang perang yang terjadi antara raja Baldwin IV dengan Saladin alias Salahuddin demi memperebutkan kota Yerusalem. Setting filmnya sendiri yaitu di abad ke-12. Cerita dimulai di Prancis, di mana Balian bertemu dengan Godfrey dari Ibelin, seorang bangsawan yang menyatakan bahwa dia adalah ayah kandung Balian.

Godfrey mengajak Balian untuk pergi ke Yerusalem, di mana dia berharap Balian dapat menemukan penebusan dari apa yang sudah dia lakukan dan tujuan hidup. Setelah perjalanan yang penuh tantangan, Balian tiba di Yerusalem dan mendapati dirinya terlibat dalam konflik politik dan militer yang rumit. Dia berjuang untuk melindungi kota dan penduduknya dari peperangan menghadapi Sultan Saladin atau Salahuddin.

Di Yerusalem, Balian juga bertemu dan menjalin hubungan dengan Sibylla, saudari Raja Baldwin IV, yang menderita penyakit lepra. Film ini masih dianggap menjadi salah satu film terbaik yang bisa dibilang sangat underrated. Meskipun begitu, popularitasnya saat ini tidak perlu lagi diragukan. Film ini juga sempat mendapatkan kritikan dari banyak pihak, namun hal itu kemudian bisa dengan segera diperbaiki dengan merilis Directior’s Cut.

3 300

Sama seperti halnya beberapa film di atas, 300 merupakan salah satu film kolosal paling epik yang banyak dikenang oleh banyak orang. Ini juga dianggap sebagai salah satu film Hollywood terbaik. Mungkin, banyak Geeks yang belum tahu jika film 300 yang dibintangi oleh Gerard Butler dan disutradarai oleh Zack Snyder ini sebenarnya merupakan adaptasi dari komik dengan judul yang sama karya Frank Miller yang rilis pada 1998.

Baik versi komik atau filmnya menghadirkan alur cerita yang sama. Bersetting pada 480 sebelum masehi, 300 menghadirkan cerita tentang pertempuran epik antara para pasukan Persia, yang dipimpin oleh raja Xerxes, menghadapi pihak Yunani. Leonidas jadi pusat utama dari ceritanya, di mana dia merupakan pemimpin dari sebuah wilayah di Yunani bernama Sparta.

Leonidas memimpin pasukan miiknya ketika akan menghadapi pasukan Persia. Namun, jumlah pasukannya sangat tidak sebanding dengan pasukan dari Persia yang jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Peristiwa yang terjadi di film dan komiknya diadapasi dari peristiwa Battle of Thermopylae. Meskipun sempat banyak perdebatan mengenai kesesuaian penggambaran film dan komik dengan peristiwa aslinya, 300 dianggap jadi karya yang sangat berpengaruh terutama yang menggambarkan tentang keberanian dan rasa hormat yang digambarkan dan dihadirkan oleh para pasukan Sparta.

2 The Last Duel

The Last Duel disutradarai oleh Ridley Scott, yang juga merupakan salah satu produsernya. Filmnya mengisahkan tentang peristiwa-peristiwa yang mengarah ke duel terakhir antara dua ksatria pada abad ke-14 di Prancis. Kisah ini berfokus pada pernikahan yang tidak bahagia antara Marguerite de Carrouges dan Jean de Carrouges, serta perselisihan antara Jean dan temannya, Jacques Le Gris.

Marguerite, yang diperankan oleh Jodie Comer, menuduh Jacques melakukan rudapaksa padanya. Namun, Jacques menyangkal tuduhan tersebut. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya duel terakhir untuk menentukan siapa yang berbicara yang sebenarnya. Duel ini diatur menurut hukum yang berlaku pada masa itu, di mana pihak yang kalah dianggap bersalah dan bisa dihukum mati.

Film ini dirilis pada tanggal 15 Oktober 2021 dan terinspirasi oleh kisah nyata duel terakhir yang terjadi di Prancis pada abad ke-14 antara dua ksatria yang terlibat dalam perselisihan yang kompleks. Filmnya memang mendapatkan ulasan yang positif, tetapi filmnya tidak laku ketika rilis di bioskop. Film ini hanya mampu meraup pendapatan 30 juta Dollar Amerika saja dengan anggaran pembuatan yang mencapai 100 juta Dollar.

1 The Lord Of The Rings

Film kolosal paling epik yang terakhir tidak lain adalah The Lord of the Rings. Berbicara mengenai film kolosal epik tentunya tidak bisa lepas dari trilogi film yang diadaptasi dari novel karya J.R.R. Tolkien tersebut. Sutradara Peter Jackson membawa Middle-earth ke layar dengan detail yang luar biasa.

Hal tersebut seolah membuat dunia yang begitu kaya dan karakter yang mendalam sehingga penonton merasa seolah-olah mereka adalah bagian dari petualangan epik tersebut. Dengan anggaran produksi besar, trilogi ini berhasil mengumpulkan lebih dari 2.9 miliar Dollar Amerika secara global. Kesuksesan trilogi ini tidak hanya bisa kita lihat dari pendapatannya yang luar biasa, tapi juga dari pencapaian lain.

Dengan total 17 piala Oscar untuk keseluruhan trilogi, termasuk Best Picture untuk The Return of the King, film-film ini tidak hanya menjadi sebuah bukti keajaiban visual, tapi juga narasi yang mendalam dan mengharukan. The Lord of the Rings menetapkan standar baru untuk adaptasi novel fantasi, menggabungkan narasi epik dengan teknologi sinematik canggih. Ceritanya sendiri berfokus pada dua orang Hobbit bernama Froddo Baggins dan Sam Wise yang berusaha untuk menghancurkan cincin mengerikan The One Ring.

Film-film bertema kolosal sepertinya masih belum akan kehilangan pangsa pasarnya, meskipun harus diakui jika di industri Hollywood film dengan tema tersebut mengalami penuruanan jumlah. Ada banyak momen atau peristiwa sejarah yang bisa diadaptasi oleh para sutradara Hollywood untuk dihadirkan dalam film kolosal epik lain.

Exit mobile version