Dari sekian banyak supervillain di Marvel Universe, Gorr the God Butcher adalah salah satunya yang paling mengerikan. Musuh Thor yang hanya muncul di komik Thor: God of Thunder #2 (2012) ini mempunyai latar belakang yang cukup solid untuk setiap kejahatannya. Di mana kesengsaraan dan penderitaan telah mengubahnya menjadi sosok yang sangat benci dan dendam kepada para dewa di Marvel Universe.

Menariknya, dia sebentar lagi akan melakukan debut live action-nya di MCU. Dengan diperankan oleh aktor Christian Bale di film Thor: Love and Thunder yang akan datang. Sebelum melihat betapa mengerikan dan hebatnya dia di film MCU nanti, alangkah lebih baiknya kita kenali terlebih dahulu seburuk apa Gorr. Berikut delapan kejahatan terburuk Gorr the God Butcher di Marvel Universe!

BACA JUGA: Para Karakter ini Akan Mati di Thor: Love & Thunder?

Menyalib Volstagg Karena Mencuri Roti

Awalnya Gorr adalah sesosok alien dari planet tanpa nama yang keluarganya menderita karena kelaparan dan kekeringan. Dari sinilah dia mulai menyalahkan para dewa atas semua tragedi yang menimpanya. Setelah dia mendapatkan kekuatan All-Black Necrosword, akhirnya dia mempunyai kemampuan yang lebih dari cukup untuk membalaskan dendamnya. Salah satu upayanya adalah dengan membuat sahabat Thor yang bernama Volstagg kelaparan. Dan saat anggota Warriors Three ini mencuri roti darinya, Gorr langsung menyiksanya dan menyalibnya bersama dewa-dewa lain.

Membuat Planet Indigarr Kekeringan

Tanpa perlu Marvel jelaskan lebih spesifik, sebenarnya cukup jelas bahwa Gorr sangat merasa dendam kepada para dewa. Hal itu bisa kita lihat dari semua upayanya dalam membunuh para dewa tanpa pandang bulu. Dia bahkan sampai tega membunuh semua Dewa Langit di Planet Indigarr, sehingga menyebabkan hujan sama sekali tidak turun di planet tersebut. Mirisnya, hal tersebut justru membuat sebagian besar makhluk hidup di Indigarr mati karena kekeringan dan kelaparan, seperti yang dia alami dahulu. Untungnya Thor sempat datang ke Indigarr untuk menciptakan hujan agar mereka tetap hidup.

BACA JUGA: Resmi, Ini Tanggal Rilis Thor: Love & Thunder di Indonesia!

Membantai Para Dewa Waktu

Setelah mendapatkan kekuatan All-Black dan berhasil menguasinya, Gorr langsung melancarkan rencananya untuk membantai para dewa. Salah satu upayanya adalah dengan mendatangi Planet Chronux alias The Palace of Infinity, di mana para dewa waktu tinggal. Di planet ini dia langsung membantai para dewa waktu dan menggunakan darah mereka untuk mengaktifkan Pool of Forever. Ternyata sejak awal, Gorr memang mengincar mesin waktu berbentuk kolam tersebut agar dia bisa melakukan perjalanan waktu demi membasmi para dewa di semua timeline.

Memaksa Dewa Melihat Kejahatannya

Dengan Pool of Forever di tangannya, sekarang tiba waktunya bagi Gorr untuk menciptakan senjata yang dapat memusnahkan para dewa hanya dalam sekali ledakan. Senjata ini dia beri nama God Bomb. Sedangkan untuk mewujudkan bom ini dia terlebih dahulu mendatangi Diamond Moons of Oghogho untuk mencari Dewa Bom, Shadrak. Demi memaksa Shadrak agar mau menciptakan rancangan God Bomb, Gorr mengatakan bahwa dia akan mengampuninya dan membuatnya tetap hidup untuk melihat semua aksinya dalam membantai dewa. Tentunya hal tersebut dia katakan kepada Shadrak setelah membunuh semua dewa di Oghogho, termasuk sahabatnya yang bernama Janaro.