Beranda blog Halaman 882

Stan Lee, Sang Kreator Komik Marvel Tutup Usia

Stan Lee, sang kreator terkenal komik Marvel ini telah meninggal di usia 95 tahun. Ia telah sukses membawa era baru dalam cerita superhero dan hasil kreasinya menjadi pengaruh besar dalam industri film saat ini.

Lee, telah memulai pekerjaannya pada tahun 1939 dan menciptakan beberapa tokoh terkenal seperti Black Panther, Spider-Man, X-Men, Thor, Iron Man, Fantastic Four, Incredible Hulk, Daredevil, dan Ant-Man dan masih banyak lagi karakter-karaternya lainnya.

Kirk Schneck, pengacara putri Lee mengatakan kepada CNN bahwa tokoh besar dalam dunia komik itu dibawa dengan ambulans dari rumahnya di Los Angeles pada Senin pagi ke Sinai Medical Center, dimana kemudian ia meninggal. Menurut Scheneck, penyebab kematiannya masih belum diketahui.

Beberapa tahun terakhir Lee sempat dirundung duka, setelah Joan, istrinya yang berusia 69 tahun, meninggal pada bulan Juli 2017. Lee memiliki hubungan yang panjang dengan Marvel, dan ia sukses membawa Marvel untuk berjaya dengan menjadi penerbit buku komik paling populer di dunia, dan berkat kerja kerasnya, menjadi dasar untuk serangkaian film-film blockbuster Hollywood. Spider-Man: Into The Spider-Verse menjadi film terakhirnya yang selesai ia kerjakan dan akan dirilis bulan depan. Rest in peace Stan Lee

Inilah Sinopsis Resmi Untuk Toy Story 4

Disney Pixar beberapa saat yang lalu merilis sebuah teaser trailer untuk film Toy Story 4. Dalam teaser trailer terbaru tersebut kita diperlihatkan dengan kelompok Woody yang terdiri dari Woody, Buzz, dan yang lainnya. Diantara para mainan Andy (sekarang sudah menjadi milik Bonnie) tersebut ternyata terselip karakter baru, yaitu Forky.

Dalam video teaser trailer tersebut, Forky terlihat takut dan panik sebelum dia berteriak bahwa dirinya merasa tidak pantas untuk berada disana. Berikut adalah deskripsi karakter Forky dari Pixar.

Koboi favorit semua orang sherfif Woody, bersama dengan seluruh teman-teman baiknya Buzz Lightyear dan Jessie, senang dengan teman manusianya yang baru, Bonnie, sampai sebuah mainan baru yang bernama “Forky” tiba di kamarnya. Menurut Forky, sebuah garpu anak-anak yang berubah menjadi sebuah proyek kerajinan tangan, dia bukan mainan sama sekali—dan dia lebih memilih untuk melewatkan petualangan besar tersebut, jika saja mereka meninggalkannya.

Lalu, berikut adalah sinopsis resmi dari Toy Story 4.

Woody selalu percaya diri tentang dirinya di dunia tersebut dan yang menjadi prioritas bagi dirinya adalah menjaga anak manusianya, entah itu Andy atau Bonnie,. Tapi, ketika menambahkan sebuah mainan baru yang kikuk bernama “Forky” di kamarnya, sebuah petualangan bersama teman lama  dan baru akan menunjukan kepada Woody seberapa besarnya dunia ini bagi sebuah mainan.

Diperkirakan film Toy Story 4 akan dirilis pada 21 Juni 2019 mendatang.

Tonton Trailer Toy Story 4 Disini!

Kepopuleran salah satu properti milik Disney Pixar, yaitu Toy Story, sudah lama dikenal oleh banyak penonton. Banyak diantara mereka yang merasakan ikatan emosional dengan film tersebut. Pixar sempat membuat sebuah “penutup” di film Toy Story 3 tapi, sepertinya Pixar masih ingin, setidaknya sekali lagi, membuat film Toy Story.

Toy Story 4 sendiri saat ini sedang memasuki masa produksi. Sekitar tiga jam yang lalu, Disney merilis sebuah teaser trailer untuk film tersebut. Tidak banyak yang bisa diungkap tentang film Toy Story 4 dari video tersebut, kecuali sebuah pengumuman bahwa film ini akan dirilis pada musim panas tahun depan dan karakter baru, yaitu Forky. Dalam video tersebut kita bisa melihat seluruh mainan Andy saling berpegangan tangan, tertawa, dan riang gembira. Sampai akhirnya Forky “mengacaukan” hal tersebut.

Beberapa hari yang lalu pengisi suara Woody, Tom Hanks, melakukan proses rekaman untuk mengisi suara Woody yang terakhir kalinya. Sebelum Tom Hanks, pengisi suara Buzz Lightyear, Tim Allen, juga melakukan hal yang sama. Seperti yang diketahui kalau film Toy Story 4 akan menjadi film terakhir mereka. Ada spekulasi juga kalau film tersebut akan menjadi film terakhir dari franchise Toy Story yang sudah tayang dari tahun 1995.

Meskipun banyak diantara para pecinta film Disney yang merasa kalau Toy Story sudah berakhir di film ketiganya, mereka masih sangat antusias dengan film tersebut. Bahkan ada seorang penggemar yang memberikan “teori”nya tentang film ini. Dia mengatakan bahwa di film Toy Story 4, Bonnie akan beranjak dewasa dan dia akan memberikan seluruh mainannya tersebut kepada seorang wanita yang sedang hamil. Ternyata wanita tersebut adalah istri dari Andy dan mainan tersebut pun menjadi milik anaknya.

Inilah Tanggal Rilis Aquaman Di Indonesia

Hype untuk film pahlawan bawah laut pertama DC, Aquaman, sudah sangat tinggi. Para penontonton pun sudah tidak sabar untuk melihat penampilan Jason Momoa sebagai Arthur Curry dalam film ini. Selain Jason Momoa, deretan artis papan atas Hollywood pun mengisi cast dari film ini. Dari seluruh dunia, Inggris Raya merupakan salah satu negara yang beruntung karena film ini dirilis pada 12 Desember 2018. Lalu, kapan di Indonesia?

Berdasarkan situs IMDb, film garapan James Wan, Aquaman, akan tayang di Indonesia pada 12 Desember mendatang, serentak dengan negara Perancis. Hanya berbeda satu hari saja dengan negara tetangga Singapura. Lalu kemudian disusul Repblik Ceko, Jerman, dan beberapa negara Eropa dan Asia lainnya pada tanggal 20 Desember 2018.

Di Amerika sendiri film Aquaman baru akan tayang pada tanggal 21 Desember 2018. Sebelumnya Warner Bros. sempat memberikan pengumuman kalau jadwal tayang Aquaman dimajukan selama satu minggu. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya fans yang sudah tidak sabar untuk menantikan film tersebut. Perubahan jadwal ini sebenarnya bukan yang pertama kali untuk film Aquaman.

Sebelumnya film ini dijadwalkan akan dirilis pada Desember 2016 lalu, kemudian diundur menjadi Maret 2017 kemudian kembali diundur sampai 21 Desember 2018. Dengan tidak adanya lagi kendala dan juga semua proses sudah selesai, seperti yang diungkapkan oleh James Wan beberapa waktu lalu, sepertinya film ini sudah siap tayang. Lagipula rasanya Warner Bros. tidak akan mungkin melakukan pembatalan atau memundurkan jadwal rilis lagi disaat para fans sudah tinggal menunggu beberapa minggu lagi.

SPOTLIGHT : Siapa Itu Black Manta Dan Mengapa Ia Membenci Aquaman?

Seperti kita tahu, Black Manta adalah salah satu musuh bebuyuytan Arthur Curry aka Aquaman selain tentunya, saudara tirinya sendiri Orm / Ocean Master. Keduanya bisa dikatakan adalah dua musuh yang sangat berbahaya bagi Arthur.

Namun terlepas sama-sama dangerous, Black Manta kerap dianggap yang paling berbahaya. Karena tidak seperti Orm yang memiliki motif jelas mengapa ia membenci saudara tirinya tersebut, Manta justru kerap terlihat tidak terlalu jelas motifnya. Dan seperti kita tahu menyerang seseorang tanpa motif, itu adalah hal yang sangat berbahaya.

Namun apakah memang sosok villain yang di komiknya bernama asli David Hyde ini tidak memiliki motif dengan tindakannya yang membenci Aquaman? Well, mari kita cari tahu melalui pembahasan berikut ini.

 


Manta’s Origin


Sebelum kita mencari tahu alasan persisnya, mari kita mulai dulu dengan membahas kisah origin villain DC berkostum keren ini. David Hyde diperkenalkan perdana melalui komik Aquaman #35 di tahun 1967.

Ia dikisahkan sebagai anak laki-laki autistik yang senang main-main di sekitar lautan. Namun sayang kesenangannya bermain tak berlangsung lama. Suatu hari, ia diculik dan dipaksa untuk bekerja di kapal si penculik.

Sedih dan putus asa, iapun meminta tolong ke Aquaman. Sayang Aquaman tidak datang menolong. Alhasil Hyde kecil pun langsung benci dan dendam tidak hanya dengan laut namun juga Aquaman. Beranjak dewasa, iapun kemudian menciptakan kostum ikonik yang berteknologi tinggi dan mengambil inspirasi tampilan mata ikan pari. Alhasil iapun menjelma menjadi Black Manta.

 


Jual Diri Ke Iblis & Membunuh Anak Aquaman


Setelah menjadi Manta, Hyde kerap bertarung dengan Aquaman. Bahkan ia sampai tega membunuh anak Aquaman, Arthur Curry Jr. aka Aquababy. Namun di pertarungan final, sedendam-dendam dan keinginannya untuk membunuh pembunuh putranya tersebut, pada akhirnya iapun mengampuni nyawa Manta.

Bukannya introspeksi, Manta malah terus beraksi di jalan kriminal. Ia bahkan menjual jiwanya ke iblis bernama Neron. Pasca menjual jiwanya, Hyde lantas bermutasi menjadi hybrid manusia dan pari. Dan dengan bentuk barunya ini, Hyde sukses menyelundupkan NARKOBA ke rumah Oliver Queen aka Green Arrow, Star City.

Tak tega melihat musuh bebuyutannya tersebut, Aquaman lantas berinisiatif untuk mengembalikan sosoknya menjadi rupa manusia aslinya dan menyembuhkan autisnya dengan menggunakan Lady of the Lake’s Healing Hand . Bukannya membalas jasanya dengan bertobat menjadi orang baik, Manta malah terus laju saja meneruskan “karir” kriminalnya.

 


Versi New 52


Beda versi komik, beda pula kisah orisinilnya. Tidak seperti motif di komik orisinilnya tersebut, di versi New 52 yang dirilis di tahun 2011, motif Manta di versi ini adalah untuk balas dendam ke Aquaman yang membunuh ayahnya.

Padahal Curry tidak sengaja membunuhnya. Karena awalnya, Curry hanya ingin menyerang ayah Manta. Selain itu istri Manta, juga diculik dan disiksa di kerajaan bawah laut Xebel.

 


Versi DCEU / Worlds of DC


Nah di versi film Aquaman yang sedianya akan dirilis 21 Desember 2018 mendatang, motif villain yang diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II (Baywatch, The Greatest Showman) ini menurut kabar adalah karena ia dendam dengan Aquaman (Jason Mamoa) yang membunuh ayahnya.

Yap. Bisa dikatakan motifinya terinspirasi dari komik versi New 52. Dan kalau diperhatikan lagi secara seksama, bisa dipastikan memang demikian. Karena tampilan kostum Manta yang dikenakan Yahya, jugalah terlihat sama persis seperti tampilan kostum Manta di versi tersebut.

Namun untuk lebih jelasnya, ya kita tunggu saja lagi hingga sosoknya ditampilkan perdana di film arahan James Wan tersebut. Sekarang bagaimana pendapat Geeks dengan penjelasan orisinil dan motif dari Black Manta ini?

Kenali 10 Karakter Baru Yang Akan Tampil Di Fantastic Beasts 2!

Fantastic Beasts 2 The Crimes of Grindelwald Karakter baru

Seperti kita tahu, di sekuel Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016), Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald yang akan dirilis serentak di seluruh jaringan bioskop di Indonesia 14 November 2018 mendatang, sekuel ini akan menampilkan beberapa karakter baru di rana franchise prekuel Harry Potter ini.

Mungkin sebagian besar Geeks sudah menyaksikan tampilan foto-foto karakter pendatang baru yang dimaksud. Namun, apakah Geeks memang sudah benar-benar mengetahui seluk beluk / latar belakang dari karakter-karakter baru tersebut?

Nah agar lebih siap binti mantap dalam menyaksikan sekuel yang berlatar beberapa bulan setelah ending film pertamanya ini, yuk kita simak dulu detail seluk beluk dari 10 karakter baru The Crimes of Grindelwald berikut ini.

 


1. Albus Dumbledore


Secara teknis, sebenarnya Albus Dumbledore bukanlah sosok baru di universe Harry Potter. Namun, dikarenakan sosoknya baru akan ditampilkan lagi melalui film ini, maka tak heran apabila ia dianggap sebagai karakter baru.

Anyway, Dumbledore di film ini dikisahkan masih lumayan muda. Wajar film ini sendiri berlatar di tahun 1926 alias 70 tahun sebelum event Harry Potter.

Di penampilan perdananya ini, Dumbledore dikisahkan akan membantu si protagonis utama, Newt Scamander (Eddie Redmayne) untuk menghentikan musuh bebuyutan mereka, Gellert Grindelwald (Johnny Depp) yang sangat terobsesi untuk menjadikan seluruh penyihir (wizard) paling dominan dari yang bukan penyihir (Muggle / No-Maj).

 


2. Gellert Grindelwald


Hampir sama namun sedikit beda kasus dengan Dumbledore, sebenarnya karakter ini sudah pernah ditampilkan di film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1 (2010) dengan Jamie Campbell Bower (The Mortal Instruments: City of Bones) sebagai pemerannya.

Lalu penyihir berbahaya kedua setelah Voldemort ini, tampil kembali sebagai antagonis utama di franchise Fantastic Beasts. Masalahnya di film pertamanya tersebut, sosoknya di sepanjang film menyamar sebagai bos keamanan MACUSA, Percival Graves (Colin Farrell). Barulah di bagian ending sosok Grindelwald yang sesungguhnya (Johnny Depp) diperlihatkan.

Nah, karena alasan teknikal tersebut, maka sosoknya di Crimes of Grindelwald, dianggap sebagai karakter baru. Nah seperti yang telah dijelaskan di poin Dumbledore sebelumnya, di sekuel ini Grindelwald masih belum menyerah sama sekali untuk mewujudkan keinginannya yang dipastikan kalau tidak segera dihentikan, akan membahayakan dunia magis dan non-magis.

 


3. Theseus Scamander


Diperankan oleh Callum Turner (Green Room), Theseus adalah kakak Newt yang jauh lebih gaul (ekstrovert) dan interaktif ketimbang sang adik. Theseus sempat bekerja sebagai auror di Departemen Hukum Sihir.

Salah satu tugas yang ia emban adalah untuk memburu Grindelwald. Dan di sekuel ini ia akan bersaing sekaligus bekerjasama dengan sang adik untuk menangkap sosok super berbahaya tersebut.

 


4. Leta Lestrange


Namanya sempat disebut di film pertamanya oleh Newt. Leta adalah mantan kekasih Newt yang memiliki kepribadian super labil dan tak jarang sangat membahayakan. Ia menjadi sosok yang membuat Newt sampai didepak oleh berbagai komunitas sihir setelah Newt “menerima peluru” kesalahan yang dilakukan kekasihnya.

Gilanya walau sudah membaut Newt semenderita demikian, baik Newt maupun Leta masih saling sayang. Padahal di filmnya ini nanti, Leta ditampilkan sudah bertunangan dengan Theseus.

 


5. Nagini


Bagi Geeks yang mungkin ketinggalan berita, yap sosok Nagini yang dimaksud adalah ular berbisa piaraan Voldemort (Ralph Fiennes) yang ikonik itu. Namun di franchise Fantastic Beasts, ia ditampilkan masih sebagai gadis muda yang diperankan oleh Claudia Kim (The Dark Tower).

Ia ditampilkan sebagai gadis muda yang menjadi atraksi utama sirkus sihir, Circus Arcanus and a Maledictus. Nagini dijadikan atraksi sirkus karena sosoknya memiliki darah terkutuk (Curse Blood) di dalam tubuhnya. Nah darah terkutuk inilah yang nantinya akan merubahnya menjadi sosok ular yang kita kenal selama ini.

Oh ya, di sekuel ini, Nagini akan menjadi teman baik Credence Barebone (Ezra Miller).

 


6. Eulalie Hicks


Diperankan oleh Jessica Williams (The Incredible Jessica James), Eulalie Hicks adalah Profesor Ilvermorny yang disegani sekaligus difavoritkan oleh Goldstein bersaudari. Ketika mendengar Grindelwald berhasil kabur, keduanya berkonsultasi dengan Hicks terkait apa yang mereka bisa lakukan.

Kalau dilihat dari deskripsi yang telah dijelaskan tersebut, sepertinya bisa diterka kalau kemungkinan besar Hicks, menjadi sosok yang memerintahkan Tina (Katherine Waterston) dan Queenie (Alison Sudol) ke Perancis untuk membantu Newt dan Dumbledore menjalankan misi bersama mereka. Namun kita lihat saja lagi nanti Geeks.

 


7. Torquil Travers


Diperankan oleh Derek Riddell (Doctor Who), Travers adalah Auror yang di cuplikan trailer sekuel ini, ditampilkan sebagai sosok yang mengkonfrontasi habis-habisan Dumbledore atas tindakannya yang mengirimkan Newt begitu saja ke Perancis tanpa meminta izin terlebih dahulu.


8. Vinda Rosier


Bagi Geeks yang Potterheads pastinya tahu dengan nama Rosier. Yap benar sekali nama belakang / marga ini sangat ngetop di jalian kisahnya. Evan Rosier adalah salah satu sosok Death Eater top.

Sedangkan Druella Rosier adalah istri dari Cygnus Black III yang juga sekaligus ibu kandung dari sepupu Sirius Black, Bellatrix Lestrange. Nah bisa dikatakan karakter Vinda Rosier, adalah buyut atau ibu kandung dari Druella. Untuk lebih pastinya, kita tunggu saja lagi di sekuelnya ini nanti.

Satu hal yang pasti bahwa karakter yang diperankan oleh Poppy Corby-Tuech (The Royals) ini adalah pengikut setia dari Grindelwald.

 


9. Laurena Kama


Diperankan oleh Isaura Barbe-Brown (The Forgotten), sekilas Laurene Kama adalah karakter yang tidak terlalu penting. Namun faktanya adalah sebaliknya. Kama adalah istri pertama Corvus Lestrange yang juga sekaligus ibu kandung dari Leta.

Setelah berpisah dengan Kama, Corvus menikahi istri keduanya, Clarisse Tremblay yang merupakan ibu kandung dari Credence Barebone. Sehingga bisa dikatakan bahwa Leta & Credence adalah saudara tiri.

Apakah fakta keren ini nantinya akan disinggu di sekuelnya ini? Bagaimana menurut kalian Geeks?

 


10. Nicolas Flamel


Sungguh terlalu apabila Geeks mengaku Potterheads tapi tidak tahu dengan sosok Nicolas Flamel. Pasalnya karakter akan yang diperankan oleh Brontis Jodorowsky (The Darkness) ini adalah karakter terpenting di franchise Harry Potter mendatang.

Flamel adalah sosok yang bertanggung jawab dalam pembuatan batu bertuah aka Sorcerer Stone. Dengan peranannya yang sangat penting tersebut, tak heran apabila banyak fans yang bingung sendiri karena sosoknya selama ini tidak pernah disinggung lebih jauh lagi baik di novel aslinya maupun di ke-8 film Harry Potter terdahulu.

Nah, dengan debut perdananya di sekuel ini, mari kita berharap saja semoga debutnya nanti bukan hanya sekedar easter egg alias numpang lewat saja atau dengan kata lainnya lagi, bisa memuaskan kita semua sebagai Potterheads.

 

Nah, itulah tadi sekilas latar belakang dari 10 karakter terbaru di Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald mendatang. Dari kesepuluh karakter ini, karakter manakah yang kalian tunggu-tunggu kehadirannya?

Arrow Season 7 Akan Kembali Munculkan Aktor Ini!

Arrow musim ketujuh akan menampilkan kembalinya beberapa karakter dengan cara yang mengejutkan, dan sepertinya salah satu mantan bintangnya menjadi membuktikan hal tersebut. John Barrowman, yang berperan sebagai Malcolm Merlyn, dipastikan akan kembali memerankan karakternya tersebut dalam beberapa adegan. Kabar ini tentunya menjadi kabar yang luar biasa bagi para penggemar Arrow sekaligus memunculkan pertanyaan, bagaimana mereka akan melakukannya.

Sayangnya, John Barrowman sendiri tidak tahu detail bagaimana dia akan kembali, seperti yang dilaporkan oleh Spoiler TV. Barrowman muncul dalam panel Torchwood di Supanova Convention di Brsibane, Australia. Disanalah dia mengungkapkan kabar tentang dirinya yang akan kembali ke Arrow. Seperti yang diketahui Malcolm Merlyn dianggap sudah mati dalam musim kelimanya. Dia mengorbankan dirinya demi anaknya, Thea Queen, dan yang lain dengan meledakan ladang ranjau yang ada di bawah kakinya untuk membuat pengalihan.

Tentu saja ada spekulasi apakah dia benar-benar sudah tewas atau belum. Tapi, yang pasti dia dianggap sudah tewas sampai saat ini. Arrow sudah “membunuh” Malcom Merlyn di musim sebelumnya dan sekarang mereka akan kembali menghidupkan karakter tersebut. Artinya ada kemungkinan kalau dia mungkin masih hidup untuk bertarung di kemudian hari.

Kembalinya John Barrowman ke Arrow mungkin bukan berarti dia selamat dari kejadian sebelumnya. Karakter tersebut bisa saja muncul saat melakukan adegan flashback, atau mungkin muncul sebagai pahlawan lain atau karakter lain dalam event crossover tahun ini. Atau mungkin ada sebuah alternatif lain di luar sana yang mana Merlyn merupakan Green Arrow? Menarik untuk dinantikan kira-kira bagaimana Merlyn akan muncul di Arrow musim ketujuh ini.

Marvel Ungkap Darimana Infinity Stones Berasal!

Berkat kepopuleran film Avengers: Infinity War, Infinity Stones menjadi salah satu relik yang paling dikenal dalam budaya pop saat ini. sejak pertama kali diperkenalkan oleh Marvel Comic pada awal 1970an sebagai Infinity Gems, cerita asli dari Infinity Stones masih menjadi misteri. Sampai akhirnya Marvel mengungkapkan bagaimana Infinity Stones terbentuk.

Dalam komik Infinity Wars pada bulan ini, Loki mampu untuk memiliki keenam Infinity Stones dari Gamora, villain utama dalam komik tersebut. dengan benda paling kuat di seluruh universe tersebut, Loki membawanya ke Quarry of the Gods, berpikir bahwa dia mampu untuk melihatkekuatan yang belum pernah dia lihat di ujung lubang tersebut.

Tetapi saat Loki pergi ke ujungnya, semuanya menjadi jelas bahwa ada sesuatu yang salah. Infinity Stones tidak memiliki kekuatan di bawah lubang tersebut. itulah tempat dimana kita bisa mengetahui awal mula dari Infinity Stones. Disana, Loki menemukan sekumpulan Celestials yang sudah menciptakan, dan menambang, Infinty Stones untuk disebar ke seluruh realitas yang ada di berbagai universe. Hal ini menjadi menarik ketika Loki mencoba untuk mengambil alih bumi dengan bantuan sekelompok Celestials jahat.

Dengan kelompok Celestials yang berada di bawah lubang tersebut mampu untuk menciptakan Infinity Stones dan menyebarkannya ke seluruh multiverse, kelompok baru ini bisa jadi merupakan yang tertua dalam jenisnya. Dalam film Guardians of the Galaxy, para pecinta film pertama kali diperkenalkan dengan Infinity Stones. Meskipun mereka tidak membuat Infinity Stones dalam film tersebut, atau mungkin saja belum diungkapkan, para makhluk Celestials tersebut menggunakan kekuatan dari batu tersebut untuk keuntungan mereka sendiri.

Kenali Para Spider-Man Baru di Spider-Geddon!

Dalam cara yang bisa dibilang cukup ekstrem demi membuat Spider-Man hidup, Marvel akan menunjukan kepada kita bahwa untuk menjadi seorang pahlawan super atau superhero, kita tidak perlu menjadi seorang manusia. Laba-laba pun bisa menjadi seorang Spider-Man. Bukan satu atau dua laba-laba, tetapi ratusan hingga ribuan laba-laba saling menyatu dan bertumpuk untuk memenuhi kostum Spider-Man.

Dalam cerita Spider-Geddon para penggemar Spidey mungkin menganggapnya sebuah mimpi buruk dengan tertukarnya tubuh Peter Parker dan Otto Octavius. Secara garis besar, cerita tentang Spider-Geddon adalah bebragai Spider-Man dari dunia parallel bersatu dan berkumpul untuk melawan sebuah ancaman kosmik. Dan dalam Spider-Geddon #3, ada salah satu karakter yang berbeda dengan yang lain.

Cowboy Spider-Man mungkin terlihat sangat keren dan banyak disenangi orang-orang, juga manusia laba-laba hybrid, Norman Osborn, yang berasal dari Earth-44145. Namun, yang mengejutkan adalah pengenalan di awal komiknya. “Spiders-Man. Ribuan laba-laba yang dipercaya kalau mereka adalah Peter Parker dari Earth-11580.” Yang masih belum jelas dari penjelasan tersebut adalah apakan versi dari “sarang lebah” tersebut merupakan hal yang aneh atau justru hal yang biasa di dunianya. Ataukah jika Earth-11580 adalah sebuah dunia yang semua superheronya berasal dari ribuan laba-laba yang mengenakan kostum dan muncul dalam satu identitas.

Meskipun secara teknis versi tersebut bukanmerupakan manusia, tapi laba-laba ini harus melakukan kombinasi untuk menjadi Spiders-Man. Berbagai pertanyaan seperti, apakah Spider-Man secara harfiah harus ikut berperan dalam cerita tersebut? adakah koloni dari laba-laba yang cukup “keras” untuk melakukan hal tersebut? dan dari mana mereka mendapatkan kostum tersebut? mari kita tanyakan kepada Christos Gage dan Dan Slott.

Harrison Ford Ungkap Perkembangan Indiana Jones 5

Diantara sekian banyaknya film ikonik Steven Spielberg di tahun 80an, Indiana Jones yang diperankan oleh Harrison Ford adalah yang paling banyak mendapatkan sorotan. Film yang bercerita tentang seorang arkelog petualang sepertinya belum mau usai. Setelah melakukan comeback pada 2008 lalu, banyak yang mengira film tersebut akan menjadi film terakhirnya. Tapi, kemudian Steven Spielberg dan Harrison Ford mengumumkan rencana pembuatan film kelima Indiana Jones.

Harrison Ford baru-baru ini menghadiri acara yang diselenggearakan oleh SAG-AFTRA Foundation. Dan dalam acara tersebut Ford memberikan sedikit informasi tentang film legendaris yang dia perankan tersebut.

Aku belum tahu pasti, tapi kita sudah memulai proiduksi untuk naskah skripnya yang membuat kita semua pun merasa tidak sabar dengan film ini.

Wawancara Ford dengan Variety tersebut kemudian diakhiri dengan sebuah pertanyaan kepada Ford apakah Chrios Pratt akan bergabung ke dalam franchise ini. “aku pikir dia atau aku.” Ford belum mau memberikan lebih banyak. Sejak pertama proyek film Indiana Jones 4 diumumkan, berbagai kendala sudah banyak menghantam film ini yang mengakibatkan tertundanya proses produksi. Bahkan sampai memundurkan waktu perilisan.

Untuk masalah Chris Pratt, dia merupakan salah satu aktor yang ramai diperbincangkan oleh para fans, selain Bradley Cooper, untuk menggantikan Ford sebagai Indiana Jones yang baru. Tapi, jika Harrison Ford akan membintangi proyek tersebut, sepertinya Pratt tidak akan bergabung dalam film tersebut. Ada sebuah spekulasi bahwa film Indiana Jones 5 akan menjadi film terakhir Ford dalam memerankan karakter Dr. Jones. Dengan asumsi film ini akan dirilis pada 2021 mendatang, diperkirakan proses pengambilan gambar baru akan dilakukan pada 2020 nanti.

 

Zachary Levi Bagikan Foto BTS Reshoots Shazam!

Warner Bros. akhirnya akan merilis superhero yang berasa dari buku komik DC lainnya, yaitu Shazam! pada tahun depan. Tapi, meskipun sudah akan segera tayang pada tahun depan, film ini ternyata masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak sebelum akhirnya rilis pada April mendatang. Oleh karena itu, saat ini film Shazam sedang menjalankan proses pengambilan gambar ulang sampai Desember mendatang.

Aktir Zachary Levi akhirnya kembali ke set proiduksi untuk proses pengengambilan gambar ulang film Shazam. melalui akun Instagram miliknya, Levi membagikan sebuah foto saat dirinya bersiap untuk kembali berperan menjadi Shazam di film ini. Rambut Levi sendiri sudah sangat terlihat Superhero dalam trailernya. Tapi, Levi harus membutuhkan sentuhan warna hitam karena rambut asli Levi berwarna coiklat agar mirip seperti dalam buku kimiknya.

 

View this post on Instagram

 

Back in Black. ?‍♂️? @shazammovie

A post shared by Zachary Levi (@zacharylevi) on

Saat ini mereka melaksanakan proses pengambilan gambar ulang di Toronto, Kanada. Levi juga kembali mengunggah sebuah foto closeup dari kostum Shazam. Zachary Levi sendiri sangat senang dengan perannya sebagai alter ego dari Bily Batson ini. Bahkan dia sempat mengatakan kalau menjadi Shazam adalah sebuah impiannya sejak lama. Levi juga sempat membagikan pengalamannya melakukan pengambilan gambar untuk film ini. Dia menyebutkan kalau dirinya pernah sampai harus melakukan proses tersebut selama enam jam karena alasa lighting yang berbeda dan juga kamera.

Film Shazam! sendiri akan menjadi pembuka baru bagi DC setelah kegagalan besar dari Justice, meskipun sebelumnya, pada Desember mendatang kita akan disuguhkan peran dari Jason Momoa sebagai Arthur Curry dalam film Aquaman.

Trailer Baru Fantastic Beasts 2 Perlihatkan Serangan Nagini

Geeks sudah tidak sabar untuk menonton film sekuel Fantastic Beasts, yaitu Fantastic Beasts: The Crimes of Grindewald? Sabar Geeks, di Indonesia sendiri filmnya akan mulai tayang pada mingggu ini. Dan meskipun sudah akan segera tayang, Warner Bros. Terus gencar melakukan berbagai promosi untuk film ini sebagai salah satu untuk meningkatkan strategi marketing terakhir.

Kemarin Warner Bros. merilis sebuah trailer terbaru untuk film Fantastic Beasts 2 ini. Dalam film tersebut kita diperlihatkan seorang Nagini yang bertransformasi dari manusia menjadi ular raksasa dan kemudian dia memperlihatkan serangannya. Meskipun banyak mendapat kritikan dari para pecinta Harry Potter, namun peran Nagini terus berlanjut.

Pengumuman bahwa artis asal Korea Selatan, Claudoa Kim, akan berperan sebagaoi Nagini sudah diumumkan sejak beberapa minggu yang lalu. Pengumuman tersebut sontak menimbulkan reaksi di kalangan para pecinta Harry Potter. Kim pun sempat memberikan pendapatnya tentang karakternya tersebut.

Sangat menarik untuk melihat sisi lain dari Naginio. Kota hanya melihatnya sebagai seorang Horcrux. Disini, dia benar-benar luar biasa dan merupakan seorang perempuan biasa yang ingn hidup seperti layaknya orang lain. Dia ingin tetap menjadi seorang manusia dan aku pokir itu merupakan kontras yang luar biasa untuk karakternya…. dia terkadang merasa dirinya tidak bisa dikendalikan. Dia sudah menyatu dengan transformasinya tersebut pada beberapa momen jadi dia merasakan tekanan bahwa sudah tidak ada waktu lagi. Dia memiliki kekuatan yang belum dia ketahui. Aku tidak bisa mengkonfirmasi kekuatan sihir seperti apa. Dan dia tidak menggunakan tongkat sihir

Selain Nagini, ada beberapa hal lain yang memiliki koneksi kepada franchise film Harry Potter. Yang paling terlihat jelas adalah peran dari Jude Law yang memerankan Albus Dumbledore muda dan juga munculnya Minerva McGonagall.

SPOTLIGHT: Howard Stark, Jenius Generasi Pertama MCU

Howard Stark mungkin mempunyai peran sedikit lebih banyak di Avengers 4, dengan John Slattery yang telah mengkonfirmasi bahwa ia telah menyelesaikan syuting untuk beberapa adegan.  Tony Stark telah menjadi icon dari Marvel Cinematic Universe sejak tahun 2008. Dalam 10 tahun terakhir, para penonton juga telah banyak mengetahui seluk beluk dari keluarga Stark ini.

Salah satu aspek terpenting yang kita ketahui dan yang berulang kali kita lihat adalah bagaimana hubungan Tony dan orang tuanya. Diawali ketika Tony mempelajari seluruh karya ilmiah ayahnya, yang kemudian ia dapat menemukan elemen baru yang menyelamatkan hidupnya, sampai dengan ketika ia membalaskan dendamnya dalam film Captain America: Civil War ketika Bucky Barnes diketahui sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian kedua orang tua Tony. 


Kisah Howard Stark di MCU


Howard Anthony Walter Stark adalah seorang penemu, engineer, sutradara film, pengusaha, dan pendiri dari Stark Industries. Selama perang dunia II, dia bekerja di berbagai proyek pemerintahan termasuk Manhattan Project (proyek rahasia ketika Howard memproduksi bom atom untuk Amerika pertama selama perang dunia 2). Ia juga bekerja dalam Project Rebirth (proyek pemerintah Amerika yang sangat rahasia, yang tujuannya adalah menciptakan Super-Soldiers). Howard Stark lah yang meciptakan perisai milik Captain America. Dan setelah perang terjadi, ia lah yang menemukan Tesseract yang hilang di Samudra Atlantik.

Setahun setelah berakhirnya perang, Howard dijebak karena mendistribusikan senjata kepada musuh Amerika. Dia kemudian memilih rekannya, Peggy Carter untuk menjadi pembelanya dengan mencari bukti bahwa Howard tidak bersalah. Akhirnya namanya dihapus ketika ditemukan bahwa Johann Ennhoff lah yang menjebak Stark, karena Ennhoff ingin membalaskan dendamnya untuk peristiwa Battle of Finnow. Dia kemudian mendirikan Stark Pictures untuk membantu penelitian Carter dalam meneliti Zero Matter.

Di kemudian hari, Howard menikahi seorang wanita bernama Maria dan memiliki seorang putra, yang saat ini kita kenal bernama Tony. Dia juga yang ikut mengembangkan Arc Reactor bersama seorang ilmuan Soviet bernama Anton Vanko. Stark juga salah satu anggota pendiri dari S.H.I.E.L.D dimana ia bekerja bersama Ant-Man. Akhirnya, Stark mendorong putranya untuk keluar karena Howard merasa bahwa Tony memiliki harapan besar untuk mengubah dunia. Ketika Howard dan istrinya menjadi ancaman bagi HYDRA setelah ia berhasil menciptakan Serum Super Soldier, Stark dan istrinya dibunuh oleh bekas sekutunya, yaitu Bucky Barnes yang lebih dikenal sebagai Winter Soldier.


Pesona Howard Stark


Selama masa hidupnya, Howard dianggap sebagai sosok yang karismatik dan lucu. Dia terkenal karena berhubungan dengan banyak wanita berbeda, bahkan ia kadang kadang menghadiri Academy Awards bersama dengan aktris cantik. Dia memiliki perhiasan gelang yang terbuat dari kualitas tinggi, perpaduan antara emas dan berlian untuk diberikan kepada tiap kekasihnya. Sifat inilah yang akhirnya membawanya dalam masalah ketika salah satu dari teman wanitanya mencuri senjata yang ia kembangkan. Namun, akhirnya ia menetap bersama dengan seorang wanita bernama Maria dan memiliki seorang putra, yang mereka beri nama Tony.

Setelah kelahiran putranya, kepribadiannya berubah drastis. Hubungan Howard dengan Tony saling bersitegang. Tony menganggap bahwa Howard sebagai orang yang dingin dan penuh perhitungan. Tony menyangka bahwa Howard ingin terbebas darinya, sehingga dia yakin bahwa hari terbahagia dalam hidup Howard adalah ketika ia mengirim Tony ke sebuah asrama. Sebelum Howard meninggal, ia memberikan pesan kepada Tony bahwa Tony merupakan “ciptaan terbesarnya” dan Howard percaya bahwa Tony akan meneruskan warisannya. Semenjak saat itu anggapan negatif Tony terhadap ayahnya mulailah menghilang.


Pemeran Howard Stark


Selama bertahun-tahun, sudah ada tiga aktor yang pernah bermain sebagai Howard Stark di MCU. Diawali oleh Gerard Sanders yang muncul dalam foto sebagai Howard Stark di Iron Man, tetapi kemudian John Slattery mengambil alih perannya di Iron Man 2 hingga sekarang. Namun ada lagi aktor yang pernah menjadi Howard Stark, yaitu Dominic Cooper yang jadi versi muda dari Howard dalam film Captain America: The First Avengers dan Agent Carter. Slattery memang telah menjadi penggambaran yang sempurna Howard dan telah berulang kali hadir dalam beberapa tahun terakhir.


Penampilannya di Avengers 4


Penampilan Slattery sebagai Howard Stark dilaporkan akan terus berlanjut di Avengers 4. Menurut laporan That Hastag Show, John Slattery telah menyelesaikan beberapa adegan selama masa produksi Avengers 4, yang merupakan tanda bahwa ia terlibat dengan film tersebut. Tidak disebutkan lebih lanjut tentang porsi peran Slattery di filmnya.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa terdapat adegan ketika Slattery bersama Robert Downey Jr. Namun laporan itu masih belum dikonfirmasi lebih lanjut oleh Slattery dan mungkin baru akan terjawab ketika Avengers 4 ditayangkan nanti. Jika memang penampilan Slattery sedikit, That Hashtag Show memperingatkan kemungkinan  bahwa adegan Slattery dapat banyak dipotong di ruang editing dan tersingkir oleh pemain lain yang lebih besar untuk menggantikan peran kecil yang dia miliki.

Flashback

Ada beberapa cara yang berberda untuk Slattery dapat bergabung di Avengers 4. Bagian yang paling kecil adalah kemungkinan ia akan kembali dalam flashback ingatan Tony, atau flashback ketika ia bekerja untuk S.H.I.E.L.D.. Tetapi, kemungkinan pertama yang benar-benar diharapkan oleh para fans adalah kemunculannya melalui time travel. Salah satu teori paling populer untuk Avengers 4 adalah bahwa Avengers 4 nanti akan memasukan elemen time travel. Jika itu yang terjadi, maka Howard dapat dengan mudah muncul ketika Tony dan sisa para Avengers yang tersisa melakukan perjalanan waktu ke belakang. Bahkan ada yang bertanya-tanya apakah Tony akan berusaha mencari cara untuk menghentikan kematian dari kedua orang tuanya, yaitu kembali ke tahun 1991 atau setidaknya memberi ucapan selamat tinggal yang layak kepada orang tuanya.

B.A.R.F

Kemungkinan lain adalah Slattery muncul ketika Tony menggunakan Augmented Retro-Framing atau B.A.R.F. Teknologi yang Tony ciptakan ini adalah salah satu cara ketika Slattery muncul dalam Captain America: Civil War, dan Russo Brothers telah memberi informasi bahwa teknologi B.A.R.F mungkin akan menjadi bagian yang penting dari Avengers 4 nanti. Jika Tony mencari ingatannya untuk mencoba dan menemukan cara untuk mengalahkan Thanos, ia dapat mengunjungi kembali beberapa interaksi terakhir dengan ayahnya. Slattery akan menunjukan penampilannya di Avengers 4 nanti, jika Marvel Studios membawa karakter ini lebih jauh, maka Marvel mungkin akan memasukannya dalam porsi yang lebih besar dari yang kita kira.

Review Overlord: Hybrid Saving Private Ryan & 28 Days Later Yang Super Menghibur

Kami yakin awalnya (atau malah mungkin hingga tulisan ini diturunkan), banyak dari Geeks yang tidak terlalu menggubris perilisan film drama Perang Dunia 2 yang disutradarai oleh Julius Avery (Son of a Gun) ini. Ya kami tidak bisa menyalahkan.

Pasalnya gaung Overlord, tidaklah sebesar gaung rilisan November lainnya seperti Bohemian Rhapsody dan Fantastic Beasts: Crimes of Grindelwald. Belum lagi ketika menyaksikan trailer-nya Juli lalu, terlihat sekali bahwa film ini memiliki tampilan dan feel ala film kelas B atau B-Movie.

Namun ketika akhirnya dirilis di pekan ini, Overlord secara mengejutkan langsung menjadi bahan pembicaraan di seluruh media sosial. Saking hype-nya, kami yang tadinya enggan untuk menyaksikan filmnya, menjadi super ikutan tertarik. Dan untunglah kami ikut hanyut dengan hype gila-gilaan tersebut.

 


28 Days Later Bertemu Saving Private Ryan


Yap Geeks. Overlord adalah sleeper hit yang super menghibur. Tidak ada sama sekali momen dimana kami menjadi mengantuk binti bosan ketika menyaksikannya.

Pokoknya semenjak adegan pembuka yang menampilkan seluruh prajurit Amerika Serikat yang sedang bersiap dan diberi briefing untuk menghancurkan menara radio Jerman di sebuah gereja tua, film yang diproduseri oleh sineas top J.J Abrams (Super 8) ini langsung sukses menangkap mata kita.

Hal ini dikarenakan kemumpunian Avery dalam menampilkan suasana kelam nan depresif Perang Dunia 2 yang sangat khas itu. Selain itu ia juga sukses dalam mengarahkan seluruh aktornya agar mereka terlihat sangat natural dan real penampilannya. Dan memang terlihat sekali bahwa penampilan seluruh aktornya tak dibuat-buat.

Selain kemumpunian Avery, faktor tak kalah penting lainnya yang sukses mengkerenkan filmnya, tentu adalah konsep ceritanya sendiri. Siapa sangka bahwa genre PD 2 ala Saving Private Ryan (1998) bisa mix & match dengan genre zombie ala 28 Days Later (2002)? Well, Overlord berhasil membuktikannya.

 


Film Kelas B Dengan Sensasi Kelas A


Seperti yang dikatakan di pembuka, bahkan semenjak trailer perdananya dirilis, terlihat dan terasa sekali bahwa Overlord adalah film kelas B. Dan memang demikian Geeks. Namun bisa dikatakan film ini adalah film kelas B dengan budget kelas A.

Bukan budget saja. Seluruh produksi yang ditampilkan juga terasa hampir menyaingi Private Ryan dan 28 Days Later. Dan tentunya ini merupakan pujian yang keren banget untuk disematkan.

Oh ya, feel ini juga dipengaruhi dengan penampilam aktornya yang sangat total. Saking totalnya, kamipun menjadi sulit untuk memilih aktor mana yang paling bersinar disini. Pasalnya, semuanya sangat bersinar dengan peran mereka masing-masing.

Namun kalau harus memilh, maka kami memilih pemeran Privatel Boyce, Jovan Adepo (Mother!), Kopral Ford, Wyatt Russell (This is 40, 22 Jump Street) dan Dr. Wafner, Pilou Asbaek (Game of Thrones). Kisah latar masing-masing karakternya serta chemistry diantara ketiganya terlihat menarik dan mampu membuat kita terus terjaga hingga filmnya berakhir.

 


Elemen Zombie Hanya Sebagai Bumbu Penyedap


Seperti yang dikatakan, faktor utama yang membuat Overlord menjadi pembicaraan adalah keunikan film ini yang menampilkan elemen zombie di dalamnya. Memang secara plot, elemen ini masuk akal (tidak maksa). Dan tampilan make-up zombie-nya pun terlihat keren.

Tapi masalahnya disini, elemen penarik ini tidak terlalu dominan. Terlihat sekali bahwa Abrams dan Avery lebih ingin mengedepankan elemen war film. Tidak mengapa sih. Tapi menurut kami sayang saja bahwa faktor penjual utama filmnya, justru tidak terlalu begitu dikedepankan

Namun untungnya ketika zombie-zombie ditampilkan, sosok mahluk mati yang hidup lagi ini ditampilkan dengan sangat maksimal. Jadi ya pada akhirnya tidak terlalu terlihat merugi juga.

 


Film Penghilang Stres Yang Super Efektif


Pada akhirnya, Overlord adalah sebuah film drama perang dunia 2 dengan bumbu zombie yang sangat menghibur dan tentunya, sangat efektif dalam menghilangkan kepenatan yang sedang dirasakan.

Pokoknya selama mind-set Geeks untuk menyaksikan filmnya masih dalam rana tersebut, dijamin kalian akan merasa terpuaskan luar dalam apalagi, jika kalian fans berat genre zombie dan perang.

Namun, apabila mind-set / niat kalian adalah untuk menyaksikan suguhan film berkualitas kelas A, maka sebaiknya urungkan saja niat nonton film ini. Pasalnya film ini juga sangat aware kalau film mereka adalah film yang ditujukan untuk sekedar menghibur saja.

Terlepas bagaimanapun nantinya tanggapan Geeks dengan Overlord, dua hal yang pasti terlihat setelah menyaksikan film ini. Pertama, J.J Abrams lagi-lagi membuktikan mau film kelas A, B,C atau F sekalipun, si sineas kacamata ini tahu betul bagaimana memilih proyek film yang mampu memuaskan audiens-nya.

Kedua, film ini juga sukses menampilkan kemampuan keren Avery sebagai sutradara. Kalau di film “semi-kecil” seperti Overlord ini saja ia sudah bisa keren begini, bisa bayangkan kalau nantinya ia ditunjuk untuk menangani proyek hit seperti Star Wars atau MCU.

Well sebagai “tes pertama” untuk mengetahui jawaban tersebut, mari kita lihat saja bagaimana hasil kerjanya di remake Flash Gordon mendatang. Semoga saja bakalan sama kerennya seperti di Overlord ini.

Nick Fury Pernah Lakukan Perjalanan Waktu?

Penampilan dari lokasi pengambilan gambar Avengers 4 memperlihatkan kalau sepertinya time travel atau perjalanan waktu akan menjadi bagian cerita dalam film tersebut. Tapi, apakah Nick Fury sudah melihat keseluruhan masa depan? Sebuah teori baru baru menjelaskan kalau Captain Marvel akan melakukan perjalanan waktu juga dalam menjelaskan sebuah alasan kepada kepala  S.H.I.E.L.D. tersebut.

Teori ini, yang seperti biasa berasal dari Reddit, menjelaskan bahwa dalam film Captain Marvel, Nick Fury akan merasakan sebuah pengalaman dari sebuah masa depan MCU. Meskipun dia belum mengetahui semua detailnya, dia akhirnya akan sadar bahwa dia harus menjadi pemimpin S.H.I.E.L.D. dan membuat sesuatu. Membentuk Avengers adalah salah satu contohnya karena, dia sudah melihat seberapa penting Avengers untuk melindungi bumi. Dan juga tentunya dia sudah diperingati tentang apa yang terjadi di film Avengers: Infinity War.


Bisakah Nick Fury Mempelajari Masa Depan Di Captain Marvel?


Banyak yang percaya bahwa, di MCU, kita bisa melakukan perjalanan waktu dengan masuk ke dunia Quantum. Dengan teori tentang dunia Quantum, kita mampu untuk melakukan hal tersebut. untuk mendukung teori tersebut, bocoran dari kotak mainan anak beberapa waktu lalu menunjukan kalau Avengers mengenakan kostum yang dipakai oleh Hank Pym saat dia masuk ke dunia Quantum di film Ant-Man & The Wasp.

Dunia Quantum juga sudah dikonfirmasi akan muncul dalam film Captain Marvel. Satu teori tentang dunia Quantum di film tersebut adalah Carol Danvers akan mendapatkan kekuatannya dari sana. Concept art untuk Ant-Man & The Wasp juga mengungkapkan kalau Marvel pernah mempertimbangankan untuk mengembang sebuah tempat yang disebut Quantum Memory Palace. Sebuah tempat dimana orang-orang bisa merasakan memori mereka sendiri dan memiliki potensi untuk merubah sejarah dari memori tersebut.

Dengan hukum waktu dan ruang yang tidak berlaku di dunia tersebut, segalanya bisa terjadi secara teori. Bahkan seseorang juga bisa melihat sedikit hal yang berasal dari masa depan dibandingkan dari masa lalu. Jika, dunia Quantum memiliki peran yang lebih banyak dalam filmnya maka, seperti dalam teori yang disebutkan kalau Nick Fury akan melihat masa depan secara sepintas, mengetahui hal yang belum akan terjadi dan sebuah rasa untuk membereskan yang seharusnya dilakukan demi menghentikan atau mencegah kemenangan Thanos. Hal ini akan menjelaskan maksud dari sinopsis Disney Jepang tentang film Captain Marvel, yang akan menceritakan kelahiran dari Avengers.


Bagaimana Perjalanan Waktu Menjelaskan Pengetahuan Nick Fury Di MCU


Ketika Fury mendekati Tony Stark dalam post-credit scene Iron Man, dia mengatakan kepada Tony kalau dia “just  become part of bigger universe – you just don’t know yet” (kau sudah menjadi bagian dari sebuah universe yang lebih besar – kau hanya belum mengetahuinya). Meskipun Fury mengetahui manusiap super lainnya, seperti Ghost atau Ant-Man, Fury sepertinya belum memiliki inisiatif keinginan untuk membentuk Avengers.

Selama beberapa tahun, bagian-bagian dari inisiatif Fury untuk pembentukan Avengers mulai menjadi satu. Fury memaksa untuk mencari jejak Captain America. Hal tersebut mengimplikasikan bahwa Fury percaya kalau Steve Rogers masih hidup, berjuangan untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya sebelum akhirnya ditemukan. Kemudian, dalam film The Avengers, Fury terlihat sangat yakin dengan ide untuk membentuk Avengers ini. dia yakin bahwa Avengers mampu untuk melindungi bumi.

Dalam adegan akhir, Fury terlihat begitu santai dan tenang, kemudian ketika ditanya oleh Maria Hill apakah Avengers bisa kembali bersatu, dia kemudian menjawab, “They’ll come back. Because We’ll need them to” (mereka akan kembali. Karena kita akan membutuhkan mereka). Tapi, tentu saja Fury tetap memiliki kelemahan, dia tidak mengetahui ada penyusupan Hydra di tubuh S.H.I.E.L.D. dan kemudian, pertanyaannya adalah bagaimana hal tersebut memberikan dampak kepada Thanos dan Avengers 4?


Bagaimana Perjalanan Waktu Nick Fury Akan Mempengaruhi Avengers 4


Petunjuk yang paling jelas dari pertanyaan sebelumnya terletak di sebuah fakta bahwa Avengers asli, yang secara khusus dipilih oleh Nick Fury, berhasil selamat dari jentikan jari Thanos. Film Ant-Man & The Wasp memunculkan sebuah pertanyaan tentang mengapa dia tidak memilik Ghost, aset milik S.H.I.E.L.D. yang memiliki kekuatan yang luar biasa saat itu? Dalam penglihatan Fury dari masa depan, dia memilih orang yang selamat dari jentikan jari Thanos dan siapa yang harus bekerja sama untuk membuat dunia kembali aman.

Tentu saja ada beberapa twist yang terjadi, seperti perseteruan Tony dan Rogers, tapi dia yakin keduanya akan mengesampingkan masalah pribadi mereka demi mencegah apa yang terjadi kepada seluruh penduduk bumi. Kembali, hal ini juga menjelaskan mengapa Fury belum menghubungi Carol, karena jika dia tahu Thanos adalah ancaman yang besar, dia mungkin akan segera menghubunginya.

Kalau teori ini benar maka, semua yang terjadi di Avengers 4, dan MCU, secara efektif sudah “dikendalikan” oleh Nick Fury. Dia memastikan Avengers saling mengenal satu sama lainnya dan digunakan sebagai sebuah tim, kemudian memanggil Captain Marvel di situasi yang dirasa genting. Satu hal lainnya yang dia tidak lihat dari masa depan adalah dirinya yang ikut menghilang akibat jentikan Thanos.


Apakan Nick Fury Melakukan Perjalanan Waktu Merupakan Hal Yang Berlebihan?


Pertanyaan yang fundamental adalah apakah Marvel mau melakukan hal tersebut? Teori yang disebutkan diatas tidak akan berjalan jika teknologi yang dibutuhkan, yaitu dunia Quantum, tidak menjadi bagian dari Captain Marvel. Teori tersebut juga akan menjadi “beban” cerita atau plot jika dimasukan ke dalam film Avengers 4.

Teori di atas bisa memberikan penjelasan kepada kita tentang mengapa hanya para anggota asli Avengers yang selamat dari “kiamat” tersebut. Jika dilihat dari luar sudut pandang Marvel Universe, ini bisa membuat Marvel untuk membawa seluruh ceritanya secara keseluruhan dan kemudian akan ditutup oleh Avengers 4.  Dengan jumlah cast yang pastinya akan memakan sumber daya yang lebih banyak lagi, rasanya  memang terlalu berlebihan jika semua hal yang terjadi tentang Nick Fury yang melihat ke masa depan, perjalanan waktu, dan yang lainnya.

 

Trailer Dragon Ball Super: Broly Tampilkan Pertempuran Epik Goku & Vegeta

Pertama kali diumumkan pada Desember 2017 lalu, film ke 20 dari seri anime Dragon Ball, yaitu Dragon Ball Super: Brolly, akan memiliki cerita dimana para pahlawan dari  7 universe memenangkan turnamen kekuatan dan mengalahkan Jiren. Sang kreator, Akira Toriyama, saat ini sedang sibuk untuk mengawasi proyek filmnya ini. Film ini juga akan menjadi debut dari desain terbaru untuk Broly.

Dalam trailer terbaru yang dirilis kemarin ini, memperlihatkan Goku dan Vegeta, sedang berada dalam sebuah pertarungan besar melawan Broly. Saat pertarungan tersebut berlangsung, keduanya menggunakan form Super Saiyan biru, yang mana hal itu merupakan indikasi kalau Broly memiliki level jauh diatas mereka dibandingkan dengan film sebelumnya. Satu hal yang menjadi sorotan dalam trailer ini adalah ada sebuah adegan dimana Vegeta terlihat menggunakan form dewa Super Saiya untuk pertama kalinya. Dalam aniimenya, Vegeta melewati form ini dan langsung masuk ke form Super Saiya biru.

Juga beberapa karakter lain seperti Beerus, Picolo, dan Frieza, juga muncul dalam trailer ini yang kemungkinan mereka semua juga akan memiliki peran besar dalam filmnya. Yang menarik lainnya adalah meskipun keduanya terlihat memukul Broly dengan sekuat tenaga, tapi salah satu mereka sepertinya tidak menggunakan kekuatan mereka sepenuhnya. Di akhir Dragon Ball Super, Goku mencapai sebuah level kekuatan baru yang disebut Ultra Instinct.

Ada kemungkinan Goku akhirnya akan menggunakan form tersebut untuk mengalahkan Broly. Beberapa fans berspekulasi bahwa Goku dan Vegeta akan dipaksa untuk melakukan fusion  dan menjadi Super Saiyan Blue Gogeta. Film ini juga akan menjadi penampilan keempat bagi Broly untuk muncul di film Dragon Ball. Film ini juga akan kembali menampilkan cerita origin dari Broly dan memberikan alasan baru kenapa dia harus bertarung melawan Goku dan Vegeta.

Film Hansel & Gretel Mulai Proses Produksi!

Film produksi Orion Pictures, Gretel and Hansel, saat ini sedang memasuki masa produksi. Film yang dibintangi oleh Sophia Lilis dan Sammy Leakey sebagai dua pemeran utama ini, sudah mulai melakukan proses pengambilan gambar di Dublin, Irlandia. Cerita asli dari kisah Gretel and Hansel adalah sepasang adik-kakak diculik oleh seorang penyihir yang senang untuk memakan anak-anak. Cerita paling terkenal dari Gretel and Hansel adalah versi tahun 1812 yang diproduksi oleh Brother Grimm.

Hansel and Gretel sekali lagi akan mendapatkan adaptasi baru yang akan mengarah kepada horror. Selain mengumumkan dimana mereka melakukan proses pengambilan gambar, rumah produksi Orion Pictures juga mengabarkan kalau film ini disutradarai oleh Osgood Perkins dan Rob Hayes bertugas untuk menulis naskahnya. Mereka juga memberikan sedikit sinopsis tentang film ini.

Pada jaman dahulu kala di sebuah desa ajaib yang jauh, seorang gadis muda mengajak adik kecilnya untuk pergi ke hutan gelap karena mereka merasa putus asa saat mencari makanan dan minuman, dan mereka ternyata harus bertemu dengan seorang penyihir jahat yang sangat kejam.

Lilis sendiri merupakan pemeran Beverly dalam film horror sukses, IT. Dia juga akan kembali tampil dalam film keduanya, IT: Chapter Two, dengan Jessica Chastain yang akan memerankan versi dewasa dari dirinya. Dan setelah dia harus menghadapai ibu yang jahat, Adora, dalam film Sharp Object, Lilis sekarang harus bersiap menghadapi seorang penyihir jahat yang gemar memakan anak-anak.

Menarik juga untuk dilihat apa yang akan dilakukan oleh Perkins terhadap film ini sekaligus membangun namanya dalam genre horror. Pada 2013 silam, film Hensel and Grethel: Witch Hunters memiliki sedikit tone komedi tapi, sayangnya hal tersebut tidak terlalu banyak membantu film tersebut.

Film Captain Marvel Mengambil Latar Waktu Tahun 1995

Sampai saat ini, yang kita bisa konfirmasi dari film Captain Marvel adalah film ini akan memili latar waktu pada tahun 1990. Hal tersebut memberikan Captain Marvel sebuah langkah konkrit tentang dimana posisinya dalam lini masa MCU. Tapi, sepertinya kita akhirnya tahu kapan tepatnya waktu yang menjadi latar waktu film Captain Marvel.

Situs resmi Disney Jepang akhirnya memperjelas waktunya tersebut. Secara spesifik, film Captain Marvel memiliki latar waktu pada tahun 1995. Hal ini pas dan sesuai dengan yang kita lihat dalam trailer resminya, yang memperlihatkan kita petunjuk tentang waktunya. Dalam salah satu adegan awal, Carol terjatuh ke bumi di sebuah toko Blockbuster Video, yang Blockbuster sendiri melakukan branding ulang pada 1996. Hal itu kemudian mengkonfirmasi bahwa film ini akan mengambil latar waktu pada akhir 1990.

Kemudian pada menjelang akhir, kita melihat Carol meninju seorang wanita tua di dalam sebuah kereta bawah tanah. Sebuah perta yang tertempel di dalamnya memperlihat Los Angeles Green Line di latar belakang. Green Line hanya dibuka pada 1995. Oleh karena itum berdasarkan trailer tersebut film ini memiliki latar waktu pada awal 1996 atau 1996. Situs Disney Jepang juga memiliki referensi menarik yang berhubungan dengan plot film Captain Marvel, disebutkan kalau ceritanya merupakan “kelahiran dari Avengers.”

Meskipun dengan dikonfirmasinya latar waktu yang menjadi setting film ini ada beberapa hal yang menganggu, seperti masalah kontinuitas minor, tapi orang tidak akan memepermasalahkan hal tersebut.

 

Simak Penampilan Resmi Pertama Superman & Lois Lane Versi Arrowverse

Mantan bintang Grimm, Elizabeth Tulloch beberapa waktu yang lalu diumumkan akan memerankan karakter Lois Lane dalam event Arrowverse “Elserworld” tahun ini. Dia akan tampil bersama Hoechlin yang kembali berperan sebagai Superman serta Ruby Rose yang akan tampil perdana juga dalam crossover Arrowverse sebagai Batwoman. Tentunya beberapa aktor baru lain dan juga aktor lama akan muncul di event tersebut.

TV Insider sudah membagikan beberapa detail dan juga sedikit kutipan dari Hoechlin tentang Lois dan Clark dalam crossover ini. Menurut laporan tersebut, keduanya akan diperkenalkan dalam “budaya lokal yang menarik” dan juga tempat yang sangat emosional dalam hubungan mereka.

(Superman dan Lois) tentu saja mempunyai hubungan yang sangat kuat yang sudah lama terjalin. Sangat dalam hubungan tersebut, sehingga ada faktor kenyamanan dan mereka tahu satu sama lainnya dengan sangat baik. Mereka benar-benar memiliki sebuah kehidupan bersama.

Yang menarik dari penampilan resmi pertama Superman dan Lois Lane versi Arrowverse adalah paaian mereka. Untuk Superman, kita tidak terlalu kaget dengan gaya pakaiannya. Hoehlin menggunakan kostum klasik Superman berwarna merah dan biru yang sudah lama tidak dia gunakan sejak penampilan pertama Supergirl dan bukan versi hitam yang akan dia gunakan. Sedang Lois, menggunakan dress berwarna putih, yang mengembang, yang menurut sejarah Supergirl, sepertinya dia nampak berasal dari Krypton.

Dengan komentar Hoechlin tentang hubungan Superman dan Lois, dan di akhir crossover sebelumnya yang diakhiri dengan dua pernikahan, sangat memungkinkan kalau “Elseworld” bisa saja memunculkan adegan antara Lois dan Clark. Tapi, ini hanya sekedar spekulasi saja ya Geeks. Yang pasti hal ini bisa mengkonfirmasi tentang kabar Tulloch yang akan berperan sebagai Lois, Ruby Rose sebagai Batwoman, dan LaMonica sebagai The Monitor.

Bagaimana Gigan Hadir Di Monsterverse?

Gigan adalah salah satu monster paling terkenal dan musuh terkuat dari Godzilla selain King Ghidorah. Banyak penggemar yang menginginkan agar monster satu ini muncul di dalam franchise Godzilla milik Legendary Studio, yakni Monsterverse. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah: bagaimana cara memasukan Gigan ke dalam Monsterverse?

Pertanyaan ini menjadi serius mengingat Gigan aslinya adalah alien dari luar angkasa. Sementara Legendary memperlakukan para monster di dalam Monsterverse mereka sebagai spesies super yang telah hidup lama di bumi, dan menjadi salah satu bagian dari alam. Nah, di dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa teori yang dapat membawa Gigan ke dalam Monsterverse. Baca terus artikel ini!


Perkenalan Unsur Alien Di Godzilla: King of the Monsters


Di dalam Kong: Skull Island dijelaskan bahwa Kong bukanlah satu-satunya “raja” di bumi. Begitu juga di dalam Godzilla: King of the Monsters, Godzilla nantinya akan menghadapi “raja” dan “ratu” seperti King Ghidorah, Rodan, dan Mothra. Di dalam film kedua Godzilla dari Legendary Studio ini para super spesies yang telah lama tinggal di bumi ini memiliki julukan “The Titans.” Namun, bagaimana apabila konsep super spesies atau para Titans ini tidak hanya berada di bumi? Bagaimana apabila galaksi dan seantero isinya ternyata menyimpan para Titans lain? Salah satunya kemungkinan adalah Gigan.

Harus diakui kalau memasukkan unsur alien ke dalam dunia Monsterverse memang riskan, mengingat Legendary lebih mengarahkan monster mereka dengan unsur realitas. Sepanjang pengetahuan yang di dapat, hal inilah yang Legendary lakukan terhadap King Ghidorah milik mereka, apalagi Mothra, yang di dalam serial aslinya terdapat unsur fantasi. Namun, masih menjadi pertanyaan apakah King Ghidorah itu adalah Titans “asli” yang berasal dari bumi atau bukan. Apabila nanti terungkap kalau King Ghidorah adalah alien di dalam Godzilla: King of the Monsters maka ada kesempatan untuk memperkenalkan Gigan di dalam film ketiga Godzilla.


Senjata Yang Dikirimkan Para Alien


Apabila seandainya Legendary memang memasukkan unsur alien ke dalam Monsterverse, maka Gigan bisa jadi sama seperti kemunculannya di awal film: senjata dari sebuah ras alien untuk menyerang bumi. Bila seandainya King Ghidorah adalah alien yang jatuh ke bumi, maka ia bisa jadi adalah senjata pertama yang digunakan alien. Nah, seandainya King Ghidorah dapat dikalahkan di dalam Godzilla: King of the Monsters, maka para alien tersebut mulai berpikir untuk mengirimkan senjata mereka yang paling mematikan: Gigan. Ada banyak materi dari masa lalu yang dapat digunakan untuk Gigan di dalam Monsterverse. Legendary tinggal memilih, kemudian merevisi, sesuai arahan mereka.

Di dalam film aslinya, Godzilla vs Gigan, Gigan adalah salah satu dari monster yang dikirim oleh alien M Space Hunter Nebula untuk menghancurkan bumi bersama dengan King Ghidorah. Berkat bantuan Angurius, Godzilla pada akhirnya berhasil mengusir keduanya kembali ke luar angkasa. Namun, Gigan kembali lagi di dalam Godzilla vs Megalon. Kali ini ia dipanggil dari luar angkasa untuk membantu monster pelindung penduduk lautan (Seatopians), Megalon, dari ancaman dunia luar. Kali ini Godzilla mendapat bantuan dari cyborg buatan manusia bernama Jet Jaguar untuk melawan ancaman Megalon dan Gigan.


Gigan Adalah Buatan Manusia


Bagaimana jika pada akhir dari Godzilla: King of the Monsters umat manusia menyadari bahwa Godzilla bukanlah pelindung, namun sebuah ancaman bagi seluruh umat manusia? Tentunya pemerintah dunia tidak akan mengumpulkan penjahat super untuk melawan sang raja monster seperti di Suicide Squad. Mereka harus memiliki “raja” mereka sendiri yang dapat bertindak sesuai kehendak mereka. Di dalam film aslinya, Gigan adalah seekor dinosaurus luar angkasa yang dimodifikasi menjadi cyborg. Legendary bisa menggunakan alasan ini untuk menciptakan Gigan, apabila Godzilla tidak berniat menjadi pelindung keseimbangan di bumi lagi.

Apabila Legendary tidak berniat memasukkan unsur alien ke dalam Monsterverse, maka mereka dapat menggunakan monster lama mereka. Salah satunya adalah M.U.T.O. dari film Godzilla pertama. M.U.T.O. memiliki banyak kesamaan dengan Gigan: mata berwarna merah, tangan berbentuk pengait, paruh, kemampuan untuk terbang, tempat untuk gergaji di dada (setelah tertusuk gedung di film pertama tahun 2014), dan warna yang sama dengan Gigan di Godzilla: Final Wars. Tentu saja Legendary dapat menggunakan pilihan lain apabila mereka tidak menginginkan M.U.T.O. menjadi Gigan, toh konsep alien seperti film aslinya masih terbuka untuk digunakan.


Monster Mutan Hasil Eksperimen


Jika konsep alien dan cyborg buatan manusia bukanlah pilihan Legendary untuk menampilkan Gigan ke dalam Monsterverse, maka mereka dapat melakukan cara klasik dari film monster zaman dulu: Gigan adalah monster mutan hasil eksperimen manusia yang gagal. Cara klasik di mana manusia mencoba bermain sebagai Tuhan ini seringkali digunakan di dalam film-film monster terkenal, contoh paling dekat adalah franchise film Jurassic Park. Dalam hal ini, Jurassic World yang paling mendekati.

Bisa saja Gigan adalah percobaan untuk membuat jenis super spesies baru untuk menyaingi Godzilla, namun Gigan pada akhirnya memberontak, dan Godzilla pun turun tangan untuk membasminya. Legendary juga dapat memasukkan karakterisasi ke dalam Gigan, seperti bagaimana ia ingin menghancurkan dunia karena sadar bahwa ia tidak lain adalah sebuah hasil eksperimen yang gagal. Godzilla pun bisa mengerti perasaan Gigan sehingga ia ragu untuk membunuhnya. Seandainya ia membunuh Gigan, bisa jadi Godzilla kesal dengan umat manusia dan ia pun mulai berpikir berbeda mengenai manusia.

 

Bagaimana Geeks, kira-kira apakah Legendary akan memasukkan Gigan ke dalam Monsterverse? Bila iya, tulis melalui komentar di bawah mengenai bagaimana caranya agar Gigan dapat masuk ke dalam Monsterverse.

Bane Akan Membunuh Sidekick Batman!

Bane terus melanjutkan misinya untuk menghancurkan sang kelelawar malam, Batman, dengan mendatangi sidekick terbaik Batman yang juga merupakan butler pribadinya, yaitu Alfred Pennyworth. Alfred menjadi korban baru Bane dari cerita yang ditulis oleh Tom King dalam komik Batman #58.

Setelah berhasil mengagalkan pernikahan Batman dan Catwoman, menjadi orang yang mempengaruhi KGBeast untuk menembak kepala Nightwing, yang menyebabkan Dick Grayson harus kehilangan ingatakannya, usaha terkini dari Bane akan mencoba untuk menghancurkan support terakhir dan pilar terkuat Batman. Kabar baiknya adalah Bane menemui beberapa perlawanan saat menghabisi nyawa Alfred. Setelah menyewa jasa Penguin untuk membunuh butler Bruce Wayne tersebut, beberapa anggota gang kecil  kota Gotham justru lebih mendukung Batman.

Komik ini dimulai saat Penguin menerima misi untuk membunuh Alfred dari Bane. Dia beralasan bahwa Bruce Wayne sudah menjadi ancaman bagi dunia kriminal, dan sebagai gantinya, butlernya harus dibunuh. Oswald Cobblepot sepertinya setuju dengan penawaran dari Bane. Dia kemudian menyewa pembunuh bayaran dan menyuruh mereka untuk pergi ke Wayne manor. Tapi, saat mereka berhasil menangkap Alfred, tujuan Penguin pun terungkap bahwa dia tidak ingin membunuh Alfred.

Melalui Batman #58, sang kesatria malam sudah mencari villain yang telah membuat hidupnya berantakan sejak dia menjalani sebuah percobaan yang memaksanya mengakui kalau Batman salah. Hal tersebut berubah menjadi Penguin yang memimpin pencarian jejak tersebut yang mengarahkan Batman kepada dirinya. Meskipun pada awalnya Cobblepot melakukan hal itu agar Batman bisa melihat bagaimana Alfred mati, Penguin justru memberikan sebuah penawaran kepada Batman saat mereka bertemu. Penguin tidak memberikan perintah untuk untuk menembak Alfred, sebaliknya justru dia memrintahkan anak buahnya untuk saling bunuh, dan berkata kepada Batman kalau dia ingin berbicara.

Masih belum diketahui mengapa Penguin ingin bekerja sama dengan Batman. Ada beberapa petunjuk yang bisa mengarahkan kepada alasan mengapa Penguin melakukan hal tersebut. Meskipun tidak secara eksplisit ditampilkan, Batman #58 memiliki lataw waktu setelah kejadian di komik Red Hood and the Outlaws #25, yang mana Red Hood Menembak Penguin di wajahnya dengan harapan bisa membunuhnya. Dalam Batman #58 kita bisa melihat kalau Penguin masih hidup, namun dia menggunakan sebuah penutup mata di tempat dimana Red Hood menembaknya.

Mengingat Red Hood membuka topengnya, yaitu Jason Todd, sebelum membunuh Cobblepot, sepertinya Penguin sudah menyadari bahwa idetintas asli dari seorang Batman adalah Bruce Wayne. Meskipun Bane mengetahui identitas asli Batman, tapi dia tidak pernah menyebarkan identitas tersebut kepada sesama super-villain. Bahkan ketika Bane memberikan Penguin misinya untuk membunuh Alfred, dia menyebutkan bahwa hal itu sebagai bentuk perlawanan kepada Bruce Wayne, teman dari Batman, bukan sebagai sang vigilante.

Tapi, kembali, mungkin ada banyak alasan mengapa Penguin ingin Batman berhutang budi kepadanya tapi, alasan paling memungkinkan lainnya adalah dia tidak senang menjadi orang yang disuruh-suruh oleh siapapun, termasuk Batman. Penguin ingin menjadi dalang yang sebenarnya dari semua kejahatan, dan menggunakan Batman untuk menghabisi Bane. Saat ini, Penguin sudah mengetahui identitas Batman dan juga nyawa Alfred berada di tangannya. Ada juga kemungkinan kalai Bane, yang merupakan seorang villain yang jenius, sudah tahu kalau Penguin akan berkhianat dan sudah memiliki rencana lain untuk menghabisi nyawa Alfred.

Video Promo Terbaru Film Creed II Tampilkan Victor Drago

Michel B. Jordan akan kembali berperan sebagai anak Apollo Creed, yaitu Adonis Creed dalam film Creed II.  Dan dalam film tersebut Rocky Balboa kembali ke dunia tinju dengan menjadi mentor bagi Adonis. Dia akan menghadapi anak dari musuh dari Rocky, Ivan Drago, yaitu Victor Drago. Setelah Adonis cukup banyak mendapat sorotan dalam promosi film ini kini, giliran Ivan yang mendapat sorotan tersebut.

MGM kemarin merilis sebuah video untuk film Creed II yang isinya adalah memperkenalkan karakter dari Victor Drago. Video ini sebagian besar berisi keseharian dari seorang petinju Florian “Big Nasty” Muntenau yang berperan sebagai Victor. Keputusan MGM untuk memilih Muntenau sebagai Victor di film Creed II bisa dibilang sangat cerdas. Petinju asal Rumania tersebut memiliki postur tubuh yang luar biasa serta kehadirannya bisa memberikan efek intimidasi kepada Adonis. Memberikan kesan bahwa dia merupakan sebuah ancaman besar bagi karirnya.

Selain itu, dengan fisik yang dimiliki oleh Muntenau akan membuat para penonton lebih percaya bahwa itu adalah anak dari seorang Ivan Drago yang sudah dilatih sejak lama oleh ayahnya sebagai seorang petinju “brutal” seperti yang ditunjukan dalam viideo tersebut. MGM juga semakin memperjelas bahwa sekuel film Creed berfokus kepada Adonis dan Victor yang sama-sama saling ingin mengalahkan. Dan juga bagaimana mereka “mewarisi” kebencian yang diturunkan oleh ayah mereka.

Hal itu bisa membuat Creed II menjadi film yang menyediakan cerita yang lebih mendalam dan emosional secara substansi, bersama dengan adegan dimana mereka akan saling baku hantam. Meskipun Ryan Coogler tidak menggarap film keduanya ini, Steven Caple Jr. bisa menjadi pengganti yang sepadan bagi Coogler.

Film Jonny Quest Alami Perkembangan

Meskipun tidak pernah mencapai kesuksesan yang sama dengan Scooby-Doo atau The Flintstones, seri animasi Jonny Quest yang sama-sama diproduksi oleh Hanna-Barbera ini tetap dikenal menjadi bagian dari budaya pop sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960 lalu. Selain itu juga, seri animasi Jonny Quest belum pernah mendapat treatment untuk digarap ke layar lebar, walaupun berbagai usaha sebelumnya pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Seperti dalam laporan dari The Wrap, sutradara film The Lego Batman Movie, Chris McKay, sudah ditunjuk untuk menjadi sutradara bagi film live-action Johnny Quest. Seperti TV series orisinalnya, filmnya ini akan mengikuti cerita seorang Jonny Quest yang pergi berpetualang dalam sebuah perjalanan yang gila bersama ayahnya, Dr. Benton Quest, penjaga mereka, Race Bannon, dan adik angkatnya, Hadji.

Informasi terbaru berdasarkan laporan tersebut adalah seorang bintang besar sedang didekati untuk berperan dalam film ini. karir Chris McKay dalam memproduksi film animasi sudah tidak perlu diragukan lagi. Meskipun dia sudah banyak memproduksi baik animasi TV seri ataupun film, The Lego Batman Movie adalah karya yang paling dikenal oleh seluruh pecinta film. Film live-action Jonny Quest juga akan menjadi proyek live-action ketiga bagi McKay setelah Dungeons & Dragons dan Nightwing.

Diperkirakan film ini akan dirilis pada 2021 nanti. Pengembangan film live-action Jonny Quest ini sebenarnya sudah dimulai pada pertengah 1990an. Pada 2009, Zac Efron dan Dwayne Johnson sempat dikabarkan akan berperan sebagai Johnny dan Race Bannon. Pada 2015, Robert Rodriguez sudah ditunjuk untuk menyutradarai film ini. Masih belum diketahui apakah McKay akan tetap mempertahankan beberapa elemen dari pengembangan sebelumnya ataukah akan dimulai dari awal.

 

Kevin Feige Ungkap Pentingnya Quantum Realm Bagi MCU

Dunia Quantum atau Quantum Realm pertama kali diperkenalkan di film Ant-Man pada 2015 silam, ketika Scott Lang menciut menjadi seukuran subatom. Dia berada di sebuah dimensi dimana hukum waktu dan ruang sangat tidak relevan. Dunia Quantum sendiri diambil dari teori mekanik quantum di dunia nyata, yang bunyinya jika kita menciut melebihi dari ukuran yang sudah ditentukan, hukum semesta alam akan hancur.

Kevin Feige mengerti betul kalau teori tersebut sangat memberikan pengaruh besar bagi MCU. Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan dalam  Marvel Studios: The First 10 Years, Kevin Feige mengkonfirmasi bahwa dunia Quantum akan memiliki peran penting dalam MCU kedepannya.

Di akhir (film) Ant-Man kita mengikuti Scott Lang masuk ke dunia Quantum untuk pertama kali. Kita mulai membuka lapisan pertama yang kemudian dibuka seluruh lapisannya dalam film Doctor Strange saat kita pergi ke multiverse. Jadi itu adalah sebuah tes kecil yang kami lakukan.

Tapi, dunia Quantum sekarang adlah keseluruhan teritori yang berbeda yang bisa kita mainkan pada cerita kami. Dunia Quantum ini lebih luas daripada yang kita bayangkan, dan ada banyak petualangan disana, yang mana kemungkinan kami akan eksplor lebih jauh lagi dalam film.”

Ada dua kunci yang perlu diperhatikan dalam ucapan Feige tersebut. Pertama adalah multiverse. Ada kemungkinan maksud dari multiverse versi MCU berbeda dengan versi komiknya. Dalam cerita komik, multiverse adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendenotasikan sebuah lini masa paralel. Contohnya adalah sebuah realita alternatif dimana Apocalypse mengambil alih bumi atau Tony Stark adalah seorang perempuan. Sedangkan bagi Marvel Studios, multiverse adalah sebuah realita lain yang berada di atas atau di bawah dari realita yang kita miliki sekarang. Doctor Strange adalah contohnya.

Yang kedua adalah tentu saja dunia Quantum. Marvel sendiri membayangkan dunia Quantum adalah sebuah tempat yang tidak berpenghuni. Sementara itu, banyak sekali concept art yang tidak terpakai untuk dunia Quantum, seperti istana ingatan Quantum atau Quantum Memory Palace. Dan seperti yang diungkapkan oleh Feige, Marvel juga bisa “bermain” lebih dalam lagi dengan dunia Quantum setelah lama mengeksplor dunia kosmik.

Avengers 4 Akan Menjadi Film Terlama Marvel!

Sempat ragu untuk membuat film dengan berdurasi lebih dari tiga jam, Joe dan Anthony Russo sepertinya kini sudah tidak ragu lagi untuk melakukan hal tersebut. Menurut wakil sutradara Avengers 4, Joe Russo, yang menggarap film ini dengan sang kakak yang juga sutradara film ini, Anthony Russo, menyebutkan kalau saat ini durasi film Avengers 4 mencapai tiga jam. Hal tersebut praktis membuat film ini menjadi film paling laman dalam sejarah Marvel Cinematic Universe.

Kabar ini segera terungkap saat Joe Russo melakukan sesi tanya jawab dengan para fansnya di Instagram saat mempromosikan bar baru miliknya, Duello, yang terletak di Los Angeles. Dibandingkan membahas tentang bar barunya tersebut, seperti yang sudah diduga, mereka lebih tertarik untuk membahas tentan Avengers 4. Akhirnya ada seseorang yang bertanya tentang durasi film tersebut dan jawabannya cukup membuat banyak orang tercengang.

Durasi untuk Avengers 4 saat ini berada di tiga jam. Kita akan lihat apakah nantinya akan tetap (durasinya).”

[fve]https://youtu.be/myWXibB9QBs[/fve]

Film Avengers: Infinity War saat ini adalah film Marvel Cinematic Universe yang memiliki durasi terpanjang. Durasinya adalah dua jam 40 menit. Dengan perbedaan waktu sekitar 20 menit, apakah seluruh cerita yang terjadi di film sebelumnya akan bisa terselesaikan? Tapi, tentunya mengingat film ini akan menjadi film terakhir untuk Phase 3 MCU, rasanya para fans juga tidak akan keberatan dengan durasi tersebut. Terlebih film tersebut juga akan menjadi film terakhir bagi beberapa bintang utama mereka.

Tentu saja, seperti yang diungkapkan oleh Joe Russo kalau durasi tersebut bukan ruasi final. Tim pasca produksi masih memiliki pekerjaan banyak untuk melakukan proses penyuntingan video tersebut dan membereskan semua hal yang diperlukan.

Kami sudah setengah jalan dalam prosesnya (editing). Kami benar-benar memfokuskan diri kepada berbagai shots dengan efek khusus. Ada sekitar lebih dari 3.000 shots dengan efek khusus dalam film ini, semuanya membutuh banyak waktu dan pikiran dan energi dan usaha, dan kami benar-benar masih di awal untuk penyelesaian efek khsusus tersebut. kami baru saja memulai pekerjaan tersebu dengan Alan Silvestri yang akan mengisi score (musik), dan kami masih melakukan pemotongan gambar pada saat ini.

Proses Reshoot Film Shazam! Diperpanjang

Dengan kegagalan besar yang diraih Warner Bros. untuk film Justice League, kini WB berharap franchise DC Comics mereka bisa kembali ke jalur kesuksesan untuk film keempatnya, Shazam! yang akan tayang pada tahun depan. Film arahan David F. Sandberg ini akan menjadi film DC pertama yang akan terasa lebih “ringan” dan tidak seperti film-film DC sebelumnya, yang akan dicoba oleh WB dan DC sebagai formula baru mereka.

Sebelumnya dilaporkan kalau film Shazam! akan melakukan proses pengambilan gambar ulang. Menurut laporan HN Entertainment, proses tersebut akan dilakukan sampai tanggal 22 Desember mendatang. Sebelumnya proses pengambilan gambar ulang ini akan dilakukan sampai 18 November tapi, mereka menambahkan waktu sekitar empat minggu lagi untuk proses ini.

Kata reshoots atau pengambilan gambar ulang menjadi sebuah kata yang memiliki konotasi negatif dalam beberapa tahun belakangan ini. Hal itu dikarenakan proses tersebut pada akhirnya “merusak” hasil akhir dari film yang sedang diproduksi. Contohnya adalah Justice League, Solo: A Star Wars Story, dan masih banyak film lainnya. Tapi, perlu untuk diingat bahwa setiap film blockbuster yang memiliki ongkos produksi besar tidak terlalu menghawatirkan waktu yang dihabiskan. Proses ini juga jadi hal yang lumrah dalam produksi film di era modern sekarang.

WB sepertinya senang dengan feedback yang diterima dari film ini. Oleh karena itu, Sandberg diberi waktu lebih untuk melakukan proses pengambilan gambar ulang ketika dirasa perlu. Tujuannya tentu saja agar filmnya bisa sukses di pasaran.

Prekuel Rogue One Gaet Bintang Narcos!

Meskipun banyak kalangan yang meminta kepada Disney dan Lucasfilm untuk lebih “pelan” dalam merilis berbagai properti dari Star Wars, sepertinya hal tersebut tidak menghentikan Disney untuk terus memperluas cerita dari Star Wars. Untuk TV series sendiri, saat ini Disney dan Lucasfilm sedang memproduksi The Mandalorian yang akan menjadi TV series live-action pertama yang akan tayang di Disney Plus. Sekarang mereka akan membuat satu lagi TV series untuk Star Wars.

TV series live-action Star Wars lain yang akan tayang di Disney Plus  adalah Rogue One: A Star Wars Story. Seri tersebut akan menjadi prequel bagi berbagai karakter di film Rogue One. Dan kemarin Disney juga mengumumkan kalau Diego Luna akan kembali memerankan Cassian Andor dalam seri live-action baru tersebut. masih belum ada sutradara yang ditunjuk untuk menggarap proyek ini tapi, dalam siaran persnya mereka memberikan sedikit info tentang seri ini.

seri ini akan mengangkat cerita tentang spionase dan misi yang menantang untuk mengembalikan harapan sebuah galaksi yang berada dalam genggaman Empire yang kejam.

Selain itu, Luna juga membagikan kebahagiaanya untuk kembali memerankan karakternya tersebut. “kembali ke universe Star Wars adalah sangat spesial bagiku. Aku memiliki banyak kenangan dari kerja keras yang kami lakukan secara bersama-sama dan berbagai hubungan yang aku bangun melalui petualangan ini. Kami memiliki petualangan yang luar biasa yang menanti, dan format baru yang luar biasa ini akan memberikan kami kesempatan untu mengeksplor karakter ini lebih dalam.

Namun, para penggemar Star Wars sepertinya harus menunggu lebih lama untuk bisa menyaksikan seri Rogue One. Dalam siaran pers disebutkan proses produksi baru akan dimulai pada tahun depan tapi, reporter dari Variety, Justin Kroll, mencuit bahwa proses produksinya bisa saja lebih lama lagi karena Luna sedang fokus untuk produksi TV seri Narcos musim selanjutnya.

Disney Konfirmasi TV Series Loki!

Layanan streaming baru milik Disney, yaitu Disney Plus, saat ini sedang mengembangkan beberapa konten orisinal mereka untuk bisa ditayangkan berbarengan dengan jadwal perilisan layanan tersebut pada 2019 mendatang. Konten orisinal tersebut diantaranya adalah sebuah mini seri yang terdiri dari 8-10 episode. Karakter-karakter MCU yang kurang mendapatkan screentime, dikabarkan akan mendapatan mini seri tersebut, diantaranya adalah Loki, Scarlet Witch, Winder Soldier, dan Falcon.

Dalam sebuah siaran langsung dari laporan pendapatan kuarter keempat Disney tahun 2018, CEO dari Disney, Bob Iger, secara resmi mengkonfirmasi bahwa seri spinoff Loki saat ini sedang dalam masa pengembangan. Dan juga aktor Tom Hiddleston akan kembali memerankan karakternya tersebut. Tetapi, Bob tidak menjelaskan apakah seri tersebut akan ditayangkan secara terbatas seperti dalam laporan sebelumnya. Juga belum ada konfirmasi dari seri Scarlet Witch atau apakah Elizabeth Olsen akan kembali memerankan karakternya tersebut.

Seluruh seri (atau mini seri) yang akan tayang di Disney Plus, akan diawasi oleh sang bos Marvel yaitu Kevin Feige. Sebelumnya Feige mengatakan bahwa para fans Marvel, khususnya pecinta komik Marvel, bisa menantikan seluruh seri tersebut karena akan sesuai dengan apa yang dilihat dalam versi komiknya dibandingkan dengan versi film. Feige juga menjanjikan pengalaman yang sama dengan versi layar lebar dan juga inovatif.

Meskipun masih belum ada konfirmasi tentang seri Scarlet Witch, sepertinya seri tersebut sudah tidak akan lama lagi akan masuk dalam proses pengembangan sehingga Disney bisa segera mengumumkan proyek tersebut. Juga ada kemungkinan kalau Bob Iger sangat berhati-hati karena takut terlalu banyak memberikan pengumuman.

Berbagai Cara Namor Masuk MCU Dan Avengers?

Apabila DC memiliki Aquaman sebagai raja dari seluruh penjuru lautan, maka Marvel memiliki Namor the Sub-Mariner. Namun, tidak seperti Aquaman yang adalah seorang pahlawan super, Namor lebih bermain di dalam wilayah ­anti-hero. Tentu ia memiliki banyak momen-momen heroik, namun ada kalanya ia juga dapat menjadi tokoh antagonis dari pahlawan Marvel lainnya. Namor telah muncul di berbagai judul komik, serial animasi, dan video game. Sayangnya, hingga saat ini ia belum memiliki penampilan perdana di layar lebar atau live-action.

Setelah terganjal masalah hukum yang menyebabkannya tidak dapat hadir di MCU, Kevin Feige mengumumkan bahwa pada akhirnya Namor dapat digunakan. Hanya saja Feige dan eksekutif Marvel lainnya masih memikirkan bagaimana caranya menghadirkan sang Sub-Mariner ini. Nah, di dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa cara agar Namor dapat hadir ke dalam MCU. Ia sendiri adalah karakter yang terkenal di dalam dunia Marvel, sehingga sangat sayang apabila ia tidak hadir ke dalam MCU.


Film Solo Namor


Namor the Sub-Mariner adalah salah satu karakter yang kurang diketahui oleh khalayak umum, begitu juga dengan Iron Man, Thor, Guardians of the Galaxy, dan Ant-Man, sebelum mendapat film mereka sendiri. Sehingga apabila Marvel ingin memperkenalkan Namor dan membuatnya populer, film solo adalah jawabannya. Namor sendiri memiliki banyak materi untuk mendapat film solonya, seperti rekan seperjuangan Namorita dan musuh seperti Attuma, sembari menjelajahi Atlantis seperti Aquaman di DCEU.

Mengenai latar belakang waktu film Namor bisa saja pada saat Perang Dunia ke-II. Hal ini dikarenakan Namor di dalam komik perdananya ia bertarung dengan Nazi, sehingga filmnya bisa menjadi film period seperti Captain America: The First Avenger. Atau bisa saja ia akan mengambil setting yang belum pernah diambil seperti tahun 60-atau 70-an. Di saat yang sama tidak ada kendala apabila film Namor mengambil setting di zaman sekarang. Hal ini dikarenakan sang Sub-Mariner yang awet muda, sehingga setelah banyak kejadian yang terjadi di dalam MCU, ia bisa keluar dari laut untuk memeriksa keadaan dunia.


Black Panther 2


Sebelumnya pernah dibilang kalau Namor juga dapat berperan sebagai antagonis. Nah, di dalam komik Avengers vs X-Men sang Sub-Mariner adalah orang yang bertanggung jawab dalam menghancurkan Wakanda. T’Challa dan Namor sendiri memiliki hubungan baik selama bertahun-tahun, namun kehancuran Wakanda telah merusak hubungan keduanya. Meski T’Challa adalah salah satu karakter yang menjadi “korban” di dalam Avengers: Infinity War, ia dipastikan akan kembali, mengingat masih banyak mitologi yang harus dijelajahi di dalam dunia Black Panther.

BACA JUGA : 10 Komik Batman Terbaik Tanpa Bruce Wayne!

Akan sangat menarik apabila dapat melihat kedua pemimpin dari dunia yang berbeda ini saling adu jotos dengan satu sama lain. Satu-satunya masalah yang dimiliki beberapa penggemar adalah memasukkan mitologi Atlantis ke dalam dunia Black Panther. Di dalam film pertama penggemar hanya disuguhkan sedikit gambaran mengenai Wakanda, sehingga penggemar pastinya akan mengharap lebih banyak sejarah dan kebudayaan negara termaju di Afrika tersebut, daripada memasukkan mitologi dan kebudayaan baru.


Fantastic Four


Kembalinya Captain America disebabkan oleh komik Avengers, nah pada tahun 1960-an Namor kembali diperkenalkan lewat komik Fantastic Four. Di dalam komik tersebut Namor tengah menderita amnesia dan hidup sebagai seorang tuna wisma di Manhattan. Setelah ingatannya dipulihkan oleh Johnny Storm, ia kembali ke Atlantis. Sayangnya ia malah menemukan bahwa Atlantis hancur karena ujicoba senjata nuklir. Oleh karena itulah ia berusaha membalas dendam kepada umat manusia atas kehancuran kampong halamannya.

Sama seperti Black Panther 2, Namor dapat menjadi musuh utama dari reboot Fantastic Four di MCU. Kemungkinan ia tidak akan menjadi musuh selamanya dari Fantastic Four, mengingat ia juga memiliki karakteristik pahlawan di dalam komiknya. Selain itu akan sangat menarik apabila hubungan romantisnya dengan Sue Storm, sang Invisible Woman, dieksplorasi seperti di dalam komik. Hal ini kemungkinan dapat menyebabkannya memiliki konflik dengan suami Sue, Reed Richards alias Mr. Fantastic.


X-Men


Namor sebenarnya memiliki lebih banyak persamaan dengan X-Men bila dibandingkan superhero lainnya. Ia telah lama dijuluki sebagai “mutan Marvel pertama,” karena memiliki pergelangan kaki bersayap dan kekuatan yang jauh lebih kuat dari warga Atlantis biasa. Hal ini disebabkan oleh ayahnya dan ibunya yang seorang warga Atlantis. Memang, mutan seperti Apocalypse dan Wolverine berusia lebih panjang dari Namor, namun dalam urusan publikasi Namor adalah yang pertama.

BACA JUGA : 15 Villain Harry Potter Berbahaya & Terbaik Sepanjang Masa

Namor memang mutan, namun loyalitasnya yang paling utama adalah pada Atlantis. Sehingga sebuah film X-Men yang baru, di mana Namor menyerang dunia permukaan, akan menjadikan sang Sub-Mariner seorang supervillain yang menarik. Setelah Marvel Studios mendapat hak penuh dari X-Men dan Fantastic Four dari Fox, maka “zaman baru” dari X-Men akan dimulai. Tentunya X-Men versi Disney ini akan memperkenalkan banyak karakter baru, salah satunya bisa jadi Namor.


The Illuminati


Namanya memang sama dengan organisasi rahasia yang sering menjadi topik favorit dan kontroversial dari segelintir masyarakat. Namun, Illuminati di dalam dunia Marvel adalah organisasi yang dibentuk setelah perang yang terjadi antara Kree dengan Skrull, berisikan karakter paling kuat dan pintar di dunia Marvel. Mereka adalah Iron Man, Mr. Fantastic, Black Bolt, Doctor Strange, Professor X, dan Namor. Para tokoh-tokoh di dunia Marvel ini akan berkumpul secara rahasia untuk berbagi informasi agar dapat menangkal ancaman yang berbahaya.

Kemungkinan film solo Illuminati tidak akan ada, mengingat Robert Downey Jr. akan pensiun dari perannya sebagai Tony Stark. Meski begitu, masih banyak karakter yang dapat menjadi kandidat Illuminati seperti namor. Sama seperti Nick Fury yang hadir selama Phase 1, Illuminati bisa saja menjadi benang yang menghubungkan antara Phase 4 dengan fase yang akan datang. Melalui fase ini Marvel dapat memperkenalkan karakter baru seperti Namor dan karakter lainnya dari Fantastic Four dan X-Men, setelah urusan hukum dengan Fox selesai.

Ini Jadwal Rilis Fantastic Beast 2 Di Indonesia

Seperti yang sudah kita ketahui, kalau November adalah bulan perilisan dari sekuel film Fantastic Beasts and Where to Find Them, yaitu Fantastic Beasts: The Crimes of Grindewald. Film yang masih akan melanjutkan kisah Newt Scamander ini akan mulai diputar di bioskop Amerika pada tanggal 16 November mendatang. Namun, beberapa negara termasuk beruntung karena bisa lebih dahulu film ini.

Lalu, kapan film The Crimes of Grindewald tayang di Indonesia? Berdasarkan cuitan dari Cinema21, film tersebut akan mulai tayang di Indonesia pada 14 November mendatang. Hanya berbeda dua hari dengan jadwal perilisan di Amerika. Indonesia bisa dibilang menjadi salah satu negara yang beruntung karena, bisa menyaksikan sebuah film terbaru lebih awal dibanding beberapa negara tertentu bahkan, dari negara yang memproduksi film tersebut.

Selain The Crimes of Grindewald, salah satu contoh film yang diputar lebih dahulu di Indonesia dibanding beberapa negara lainnya adalah Avengers: Infinity War. Para fans Marvel Indonesia sudah bisa menyaksikan film tersebut pada 25 April, sedangkan di Amerika sendiri film tersebut baru bisa dinikmati dua hari setelah Indonesia.

Hal ini membuktikan kalau Indonesia merupakan salah satu market terbesar bagi Industri Hollywood. Indonesia memiliki basis penggemar yang cukup banyak, khususnya untuk film pahlawan super. Namun, Indonesia juga memiliki penggemar film yang cukup banyak, tidak hanya penggemar film superhero. Jadi, apakah kalian akan menonton pada tayang perdananya Geeks?

Paling Fresh!

8 Detail Sekuel Game of Thrones Versi Jon Snow!

Geeks, setelah berakhirnya Game of Thrones, HBO sempat mempertimbangkan sekuel yang berfokus pada Jon Snow. Proyek ini dikembangkan langsung oleh Kit Harington dengan konsep...