Home SERIES SERIES FEATURES 7 Perbedaan Spider-Noir dan Spider-Man Versi Live Action!

7 Perbedaan Spider-Noir dan Spider-Man Versi Live Action!

Terdapat beberapa perbedaan yang cukup mencolok antara series Spider-Noir yang baru saja rilis dan berbagai proyek Spider-Man versi live-action. Setelah diperkenalkan di film Spider-Man: Into the Spider-Verse karakter Spider-Noir yang suaranya diisi oleh Nicolas Cage mulai populer. Popularitas tersebut pada akhirnya membuat platform streaming Amazon Prime memutuskan untuk menghadirkan proyek series live-action dari Spider-Noir. Ada beberapa perbedaan mencolok dari Spider-Noir dan Spider-Man versi live-action. Apa saja?

7 Protagonis Utama

Perbedaan Spider-Noir dan Spider-Man live-action pertama dan paling mencolok tidak lain adalah protagonis utama dari ceritanya. Seperti yang Geeks ketahui bahwa protagonis utama dari series Spider-Noir adalah Ben Reilly. Hal ini berbeda dengan versi live-action dari Spider-Man yang notabene protagonis utamanya adalah Peter Parker – baik versi Sam Raimi, Marc Webb, maupun Jon Watts.

Dalam cerita komiknya sendiri sebenarnya sosok di balik topeng Spider-Noir tidak lain adalah Peter Parker dari universe alternatif. Namun, pihak Amazon memberikan protagonis berbeda karena seriesnya sendiri menghadirkan setting yang berasal di universe yang berbeda dari berbagai proyek Spider-Man versi live-action lainnya. Hal ini sebenarnya memberikan kebebasan bagi para kreator seriesnya untuk berkspresi tanpa perlu terikat kepada cerita komik atau proyek sebelumnya.

Proyek series Spider-Noir juga menghadirkan origin story yang berbeda dari versi komiknya di mana Ben Reilly diceritakan adalah seorang detektif swasta yang pada awalnya menghadapi kehidupan yang indah. Akan tetapi, pasca kejadian mengerikan yang terjadi kepada sang kekasih membuatnya harus mengalami kehancuran dalam hidupnya. Selain itu, kita juga mendapatkan cerita yang berbeda tentang asal-usul kekuatannya.

6 Perbedaan Visual

Perbedaan visual juga jadi salah satu perbedaan yang mencolok dari series Spider-Noir dan Spider-Man live-action. Dalam berbagai cerita Spider-Man live-action kita bisa melihat bahwa semuanya dihadirkan dalam visual yang berwarna dan memiliki resolusi tajam. Namun, hal ini berbeda dengan series Spider-Noir di mana seriesnya menghadirkan dua versi visual yaitu hitam-putih dan berwarna.

Fakta menariknya adalah berdasarkan berbagai laporan yang ada mulai dari episode 3 hingga 8 semuanya mendapatkan rating yang nyaris sempurna. Kemudian, baik versi berwarna ataupun versi hitam-putih sama-sama mendapatkan pujian yang tinggi dari para kritikus. Series Spider-Noir juga menjadi proyek Marvel pertama yang menghadirkan versi hitam-putih dan tetap berhasil meraih kesuksesan.

5 The Daily Bugle

Perbedaan Spider-Noir dan Spider-Man live-action selanjutnya adalah The Daily Bugle. Spider-Man atau Peter Parker memang tidak pernah lepas dari The Daily Bugle. Dalam berbagai cerita Bugle sendiri merupakan sebuah media cetak koran yang menjadi tempat bekerja Peter Parker dalam mengejar berita Spider-Man. J. Jonah Jameson adalah pemimpin redaksi dari koran tersebut yang terobsesi dengan Spider-Man.

Di MCU sendiri The Daily Bugle dirubah konsepnya menjadi sebuah situs berita di internet yang dibuat oleh J. Jonah Jameson. Dalam film No Way Home diperlihatkan bahwa situs ini yang kemudian menyebarkan video rekaman dari Quentin Beck alias Mysterio di mana terungkap bahwa identitas asli dari Spider-Man adalah Peter Parker. Series Spider-Noir kembali menghadirkan pendekatan The Daily Bugle adalah koran mengingat setting waktunya adalah era 1930-an.

Menariknya adalah Howard Walters merupakan editor yang menjadi “pengganti” J. Jonah Jameson. Sedangkan, sosok Peter Parker digantikan oleh karakter lainnya yaitu Robbie Robertson. Menariknya adalah Robbie merupakan jurnalis yang dipecat oleh Bugle dan dia berusaha untuk menggunakan berbagai cara agar bisa kembali jadi bagian dari Bugle. Dia juga adalah sosok yang mengetahui identitas dari Ben Reilly.

4 Asal-Usul Kekuatannya

Asal-usul kekuatan Ben Reilly menjadi Spider-Noir menjadi salah satu perbedaan lainnya yang sangat mencolok dari Spider-Man versi live-action. Ben Reilly mendapatkan kekuatannya melalui asal-usul yang jauh lebih gelap dan mengerikan dibandingkan kebanyakan versi Spider-Man. Berbeda dengan Peter Parker yang digigit laba-laba radioaktif Ben justru mendapatkan kekuatannya setelah digigit oleh Man-Spider.

Dalam cerita kilas balik Ben Reilly setelah menyelamatkan Cat Hardy terungkap bahwa Ben juga merupakan veteran perang yang ikut bertempir di Prancis Timur pada era Perang Dunia I. Ben kemudian menemukan fakta bahwa Nazi sedang melakukan eksperimen mengerikan di mana para tawanan perang jadi subyek uji coba tersebut. Ben terkejut ketika dia melihat ada seseorang yang bermutasi menjadi manusia setengah laba-laba yang kemudian menggigitnya.

Gigitan tersebut memberikan kemampuan laba-laba ke dalam diri Ben dan dia mengaku bahwa efek dari hal tersebut adalah dia merasakan perubahan signifikan dalam dirinya. Dia memiliki insting hewan yang besar, pikiran yang kacau, dan kehilangan sisi manusianya. Karena itulah, dia harus menonton film untuk bisa kembali merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia.

3 Megawatt Jadi Salah Satu Villain

Electro merupakan salah satu karakter villain klasik dari Spider-Man. Dia merupakan salah satu anggota dari tim villain Sinister Six bersama dengan para villain lainnya seperti Rhino, Doc Oc, dan sebagainya. Electro sendiri pada akhirnya muncul dalam versi live action di film The Amazing Spider-Man 2 di mana karakternya diperankan oleh Jamie Foxx. Sayangnya, kualitas CGI yang dihadirkan membuat karakternya justru banyak dihujat.

Electro kembali muncul di film Spider-Man: No Way Home produksi Marvel Studios dan langsung banyak mendapatkan sambutan positif. Akan tetapi, menariknya adalah meskipun Electro adalah salah satu karakter villain klasik Spider-Man karakternya justru tidak dihadirkan di series Spider-Noir. Meskipun sempat muncul rumor yang santer disebutkan bahwa Andrew Lewis Caldwell akan berperan sebagai Electro namun, muncul laporan yang menyatakan bahwa dia bukan akan berperan sebagai Electro melainkan Megawatt.

Dalam wawancaranya dengan IGN, Oren Uziel selaku sosok kreatif di balik series Spider-Noir mengatakan bahwa ada beberapa karakter yang memang tidak diizinkan untuk digunakan meskipun tidak dijelaskan secara spesifik. Di sisi lain, Uziel juga ingin meghadirkan sesuatu yang baru dan menjadi “ciri khas” dari seriesnya. Megawatt sendiri memang merupakan karakter dari Marvel Comics namun, sangat jarang orang yang mengetahui sosok Dirk Layden.

2 Spider-Sense Versi Spider-Noir

Sama halnya seperti Peter Parker – dan para Spider-People lainnya – Ben Reilly juga memiliki Spider-Sense namun, dengan versinya sendiri. Sayangnya, tidak ada penjelasan mengenai Spider-Sense versi Spider-Noir ini di sepanjang 8 episode seriesnya meskipun menurut referensi para karakter dalam ceritanya Ben sering menganggap hal tersebut sebagai sebuah “indera keenam” dan sebuah gangguan migrain.

Dalam cerita komik dan juga versi live-action diperlihatkan bahwa Spider-Sense mirip seperti sebuah sensasi tersendiri yang memberikan petunjuk mengenai bahaya yang akan terjadi – karena itulah di versi MCU sendiri Spider-Sense merujuk pada kata “Peter’s tingling/tingle.” Sedangkan, di series Spider-Noir diperlihatkan bahwa Ben biasanya akan merasakan rasa sakit di bagian pundak ketika Spider-Sense tersebut muncul.

Ketika hal tersebut terjadi Ben diperlihatkan sebuah misteri besar dan terkadang dia juga melihat karakter lain yang memiliki kekuatan super saat Spider-Sense muncul. Bisa dibilang, penggambaran Spider-Sense versi Ben Reilly lebih bisa dijelaskan dalam konteks visual dan masuk akal daripada sekedar memperlihatkan bahwa Peter Parker bisa merasakan adanya bahaya yang muncul.

1 Sosok Yang Memotivasi

Perbedaan Spider-Noir dan Spider-Man live-action paling mencolok terakhir dalam daftar ini adalah sosok yang menghadirkan motivasi bagi sang protagonis utama. Seperti dijelaskan di atas bahwa protagonis utama dari series Spider-Noir bukanlah Peter Parker seperti versi komik melainkan Ben Reilly. Selain itu, sosok yang memberikan motivasi dalam kehidupan mereka sebagai Spider-People juga berbeda.

Dalam berbagai cerita dan versi alternatif Spider-Man, mereka selalu memiliki versi Paman Ben tersendiri. Satu hal yang tetap sama adalah kata-kata motivasi, “With Great Power Comes Great Responsibility.” Akan tetapi, di series Spider-Noir diperlihatkan bahwa yang memberikan motivasi tersebut bukanlah paman Ben melainkan kekasih dari Ben yaitu Ruby sebelum dia tewas tenggelam.

Hal ini tentunya menarik karena memberikan kondisi emosional yang berbeda dari Spider-Man yang biasanya kita ketahui. Paman Ben sendiri merupakan bagian dari keluarganya sedangkan, Ruby adalah kekasih atau sosok yang tadinya hendak menjadi pasangan hidupnya. Perbedaan ini, seperti halnya Megawatt, memberikan sesuatu yang baru bagi mitologi Spider-Man dalam versi live-action.

Series Spider-Noir benar-benar memberikan warna berbeda dan sesuatu yang baru bagi para fans Spider-Man, khususnya untuk para fans versi live-action.

Exit mobile version