Serial Lanterns perlahan mulai menjadi salah satu proyek DC Universe yang paling menarik untuk diikuti. Sejak awal diumumkan, banyak orang mengira serial ini hanya akan menjadi kisah detektif yang berfokus pada dua Green Lantern terkenal, Hal Jordan dan John Stewart. Apalagi berbagai informasi awal menggambarkan proyek ini sebagai cerita misteri bernuansa investigasi yang lebih membumi dibanding film superhero DC pada umumnya. Namun semakin banyak materi promosi yang muncul, semakin terasa bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang disiapkan.
Banyak penggemar mulai memperhatikan detail-detail kecil yang mungkin terlihat sederhana pada pandangan pertama. Beberapa adegan memperlihatkan simbol, dialog, dan suasana yang berulang kali menyinggung rasa takut. Hal itu memunculkan satu nama yang cukup besar dalam sejarah Green Lantern, yaitu Parallax. Karakter ini bukan penjahat biasa. Dalam dunia DC Comics, Parallax adalah ancaman yang berada di level jauh lebih besar dibanding musuh Green Lantern pada umumnya.
Jika teori tersebut benar, maka Lanterns mungkin tidak hanya menjadi serial pengenalan Green Lantern di DC Universe baru. Bisa jadi proyek ini justru sedang menanam fondasi konflik besar yang nantinya memengaruhi masa depan semesta DC secara keseluruhan. Menariknya lagi, jika melihat sejarah karakter Parallax di komik, ada beberapa petunjuk yang terasa cukup mengarah ke sana.
Petunjuk Kecil
Sejak trailer Lanterns mulai diperlihatkan ke publik, sebagian besar perhatian memang tertuju pada hubungan Hal Jordan dan John Stewart. Namun di balik berbagai adegan tersebut, ada detail lain yang tampaknya sengaja ditampilkan berulang kali. Salah satunya adalah tema ketakutan. Dalam beberapa momen, dialog yang menyinggung rasa takut muncul lebih dari sekali. Sekilas hal ini mungkin terlihat biasa, tetapi bagi penggemar Green Lantern di komik, tema tersebut memiliki arti yang sangat besar.
Dalam mitologi Green Lantern, emosi bukan sekadar perasaan biasa. Setiap emosi memiliki hubungan dengan spektrum energi yang berbeda. Green Lantern menggunakan kekuatan kehendak, sementara warna kuning identik dengan rasa takut. Di sinilah Parallax memiliki hubungan yang sangat penting. Karakter ini bukan sekadar musuh yang kebetulan kuat. Ia adalah representasi dari ketakutan itu sendiri.
Hal lain yang menarik adalah bagaimana Hal Jordan diperlihatkan dalam beberapa adegan. Karakternya tampak lebih murung, lebih sinis, dan terlihat berbeda dibanding citra Hal Jordan yang biasanya penuh percaya diri. Ada kesan bahwa ia sedang menghadapi sesuatu yang perlahan mengubah dirinya. Beberapa penggemar bahkan mulai berspekulasi bahwa perubahan sikap Hal bukan sekadar proses karakter biasa.
Dalam komik DC, Hal Jordan pernah mengalami salah satu momen paling kelam dalam sejarah Green Lantern ketika ia dipengaruhi oleh Parallax. Pengaruh tersebut membuat Hal berubah secara drastis. Sosok pahlawan yang selama ini dikenal sebagai penjaga galaksi perlahan kehilangan dirinya sendiri dan menjadi ancaman besar.
Karena itu, beberapa petunjuk di Lanterns mulai terasa menarik. Jika serial ini benar-benar mengambil inspirasi dari cerita tersebut, maka kemungkinan Parallax hadir bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi serial ini juga dikabarkan memperlihatkan Hal sebagai mentor bagi John Stewart. Jika DC memang sedang menyiapkan cerita tentang pergantian peran Green Lantern, pengaruh Parallax dapat menjadi alasan yang sangat masuk akal.
Menariknya, serial ini sejak awal juga sering dibandingkan dengan True Detective. Banyak orang fokus pada unsur misteri dan penyelidikannya. Padahal jika melihat lebih jauh, True Detective juga terkenal karena nuansa horor psikologis dan suasana mencekam yang perlahan berkembang di balik cerita utamanya. Dan jika DC ingin membawa unsur misteri dengan sentuhan horor kosmik, Parallax terasa seperti pilihan yang sangat cocok.
Siapa Itu Parallax? – Ke Halaman 2











