Serial Lanterns menjadi salah satu proyek yang paling menarik dalam rencana besar DC Universe alias DCU. Selama bertahun-tahun, Green Lantern selalu menjadi salah satu konsep terbesar yang dimiliki DC karena dunia mereka tidak hanya berbicara tentang satu pahlawan, melainkan jaringan penjaga galaksi yang tersebar di seluruh semesta. Karena itulah banyak penggemar menaruh harapan besar pada serial ini. Selain menjadi pintu masuk menuju dunia Green Lantern Corps, Lanterns juga membawa dua nama besar yang memiliki sejarah panjang di komik, yaitu Hal Jordan dan John Stewart.
Menariknya, pembahasan mengenai serial ini bukan hanya berpusat pada ancaman yang akan dihadapi atau misteri apa yang menunggu kedua karakter tersebut. Sejak awal, muncul satu teori yang terus berkembang di kalangan penggemar, yaitu kemungkinan Hal Jordan tidak akan memiliki masa depan panjang di DC Universe. Dugaan tersebut bahkan semakin ramai dibahas setiap kali informasi baru mengenai serial ini muncul.
Sekilas teori itu memang terdengar aneh. Hal Jordan bukan karakter kecil. Ia adalah salah satu Green Lantern paling terkenal dalam sejarah DC Comics. Namun jika melihat berbagai petunjuk yang perlahan bermunculan, ada kemungkinan serial ini sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar memperkenalkan dua pahlawan baru. Meski belum ada jawaban pasti, beberapa detail yang muncul membuat teori tersebut cukup menarik untuk dibahas. Apalagi jika melihat bagaimana DC selama ini sering menggunakan karakter senior sebagai titik awal untuk melahirkan generasi baru.
Lanterns Adalah Kisah Regenerasi
Jika melihat berbagai film dan serial superhero selama beberapa tahun terakhir, pola hubungan antara karakter senior dan karakter muda sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Formula ini cukup sering digunakan ketika sebuah waralaba ingin melakukan regenerasi tanpa menghilangkan hubungan dengan masa lalu. Karakter lama tetap dipertahankan agar penonton merasa familiar, tetapi di saat bersamaan karakter baru mulai dipersiapkan untuk menjadi pusat cerita berikutnya.
Kesan seperti itulah yang mulai terasa dalam Lanterns. Sejak awal, Hal Jordan dan John Stewart memang ditempatkan sebagai dua karakter utama. Namun dinamika yang muncul tidak terlihat seperti dua pahlawan yang akan tumbuh bersama dalam jangka panjang. Justru ada nuansa hubungan mentor dan penerus yang cukup kuat. Hal Jordan diperlihatkan sebagai sosok yang telah sangat lama menjalani tugasnya, sementara John Stewart berada pada posisi seseorang yang masih harus memahami dunia baru yang akan ia masuki.
Perbedaan posisi tersebut penting karena dalam banyak cerita, karakter senior yang berada di fase akhir perjalanan sering kali memiliki fungsi tertentu. Mereka hadir untuk memberikan pengalaman, membentuk karakter baru, lalu perlahan mundur dari pusat cerita. Situasi ini pernah muncul di berbagai waralaba besar. Kadang karakter senior pensiun, ada yang menghilang, dan tidak sedikit yang akhirnya mengorbankan diri demi membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Hal Jordan sendiri tampak memiliki ciri yang cukup mirip dengan pola tersebut. Ia bukan digambarkan sebagai sosok pahlawan muda yang sedang berada di masa kejayaan. Sebaliknya, kesan yang muncul justru seperti seseorang yang telah terlalu lama menjalani tugas yang sama. Ada rasa lelah yang cukup terasa dari cara karakter ini diperlihatkan. Hal seperti itu sering menjadi pertanda bahwa karakter sedang memasuki fase perubahan besar.
Selain itu, keberadaan John Stewart juga membuat teori pergantian generasi terasa semakin masuk akal. John bukan karakter baru dalam dunia DC. Ia memiliki basis penggemar yang sangat besar dan selama bertahun-tahun sering dianggap sebagai salah satu Green Lantern paling populer. Bahkan bagi banyak penonton, terutama generasi yang tumbuh lewat serial animasi Justice League, John Stewart justru lebih dikenal dibanding Hal Jordan.
Karena itu, sulit mengabaikan kemungkinan bahwa DC memang sedang menyiapkan John sebagai pusat Green Lantern di masa depan. Jika benar seperti itu, maka Lanterns mungkin bukan sekadar serial yang mempertemukan dua karakter penting. Dan jika sebuah cerita berbicara tentang regenerasi, biasanya ada sesuatu yang harus ditinggalkan agar perubahan itu terasa memiliki dampak.
Ke Halaman 2











