Waralaba Jurassic World dipastikan belum selesai. Setelah kesuksesan Jurassic World Rebirth di bioskop tahun 2025, dilansir dari Screenrant, menyebutkan bahwa sekuel film tersebut kini resmi masuk tahap pengembangan. Meski belum ada detail soal jadwal rilis maupun jajaran kru yang kembali terlibat, langkah studio untuk melanjutkan kisah terbaru dunia dinosaurus ini dinilai cukup masuk akal melihat performa finansial film sebelumnya yang tetap kuat di pasar global.
Film Jurassic World Rebirth memang menjadi judul pertama dalam era baru Jurassic World setelah trilogi yang dibintangi Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard berakhir lewat Jurassic World Dominion. Kali ini tongkat estafet diberikan kepada Scarlett Johansson yang memimpin cerita bersama Jonathan Bailey dan Mahershala Ali. Walau menjadi film Jurassic World dengan pemasukan terendah dan gagal menembus angka 1 miliar dolar AS, Rebirth tetap sukses besar dengan total pendapatan sekitar 869 juta dolar AS di seluruh dunia.
Dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai 180 juta dolar AS, film tersebut sebenarnya hanya perlu meraup sekitar 360 hingga 450 juta dolar AS untuk mencapai titik impas. Hasil akhirnya jauh melampaui angka tersebut dan membuat studio tetap mengantongi keuntungan besar. Selain performa box office, sambutan penonton juga cukup positif. Skor kritikus di Rotten Tomatoes memang berada di angka 50 persen, namun penonton memberi respons lebih baik dengan skor audiens mencapai 70 persen.
Cerita Jurassic World Rebirth sendiri berfokus pada karakter Zora Bennett yang diperankan Johansson, seorang tentara bayaran yang menjalankan misi bersama ilmuwan paleontologi Dr. Henry Loomis dan Duncan Kincaid untuk mengambil sampel DNA dari tiga dinosaurus terbesar yang hidup di darat, laut, dan udara. Misi tersebut membawa mereka ke sebuah pulau terpencil yang penuh ancaman mematikan. Di akhir film, data DNA berhasil dipublikasikan secara terbuka agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan medis dunia.
Akhir cerita itu kini disebut menjadi salah satu petunjuk arah sekuel berikutnya. Banyak spekulasi menyebut data DNA dinosaurus yang sudah tersebar luas kemungkinan akan disalahgunakan oleh pihak tertentu, memicu ancaman baru yang lebih berbahaya dibanding film sebelumnya. Konsep tersebut dinilai dapat membuka ruang eksplorasi baru bagi franchise yang selama ini identik dengan eksperimen genetika yang berujung bencana.
Waralaba Jurassic Park sendiri masih menjadi salah satu properti terbesar milik Universal Pictures sejak pertama kali dimulai lewat film klasik karya Steven Spielberg pada 1993. Meski sudah beberapa kali berganti generasi pemeran dan pendekatan cerita, antusiasme penonton terhadap dunia dinosaurus tampaknya belum surut. Dengan sekuel baru yang kini mulai disiapkan, studio tampaknya ingin memastikan raungan dinosaurus Jurassic World terus terdengar di layar lebar dalam beberapa tahun ke depan.











