Kabar terbaru mengenai kelanjutan franchise Rush Hour kembali mencuat, namun belum sepenuhnya menggembirakan. Dua bintang utamanya, Jackie Chan dan Chris Tucker, dilaporkan belum menyetujui tawaran awal untuk kembali membintangi film keempat yang telah lama dinantikan tersebut.
Salah satu faktor utama yang menjadi penghambat adalah nilai kontrak yang ditawarkan. Keduanya disebut hanya ditawari bayaran sekitar 8 juta dolar AS per orang, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan pendapatan mereka di film sebelumnya yang mencapai kisaran 20 juta dolar AS. Penurunan signifikan ini memicu keraguan, terlebih mengingat status keduanya sebagai wajah utama kesuksesan franchise tersebut.
Selain persoalan gaji, proyek Rush Hour 4 juga disebut belum memiliki kepastian pendanaan secara penuh. Kondisi ini menambah ketidakjelasan arah produksi, termasuk bagaimana skala film akan digarap dan kapan proses syuting benar-benar bisa dimulai. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait kesiapan finansial proyek tersebut.
Rencana produksi pun ikut terdampak. Jadwal syuting yang sebelumnya diharapkan segera berjalan kini mengalami penundaan, dengan kemungkinan baru dimulai paling cepat pada September mendatang. Penundaan ini semakin memperpanjang masa tunggu bagi penggemar yang sudah menantikan kelanjutan kisah duo detektif ikonik tersebut.
Sejak film terakhir dirilis, Rush Hour memang terus menjadi salah satu waralaba aksi-komedi yang memiliki basis penggemar kuat. Chemistry antara karakter yang diperankan Jackie Chan dan Chris Tucker menjadi daya tarik utama yang sulit tergantikan, sehingga kehadiran keduanya di film keempat dianggap krusial bagi keberhasilan proyek ini.
Dengan berbagai kendala yang masih membayangi, masa depan Rush Hour 4 kini berada di titik yang belum pasti. Keputusan akhir dari kedua aktor tersebut kemungkinan akan sangat menentukan apakah film ini benar-benar bisa terwujud atau kembali tertunda tanpa kepastian.











