Proses produksi film Man of Tomorrow yang tengah berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, memicu sorotan setelah dilaporkan berdampak pada aktivitas narapidana di lokasi syuting. Film terbaru DC Universe tersebut diketahui menggunakan fasilitas penjara FCI Atlanta sebagai latar pengganti VanKull Department of Corrections, tempat karakter Lex Luthor ditahan dalam cerita.
Menurut laporan yang beredar, aktivitas syuting disebut mengganggu rutinitas harian para narapidana. Mereka dikabarkan harus lebih sering berada di dalam sel dibandingkan biasanya, bahkan akses ke fasilitas tertentu seperti kantin internal juga dibatasi selama produksi berlangsung. Situasi ini memicu keluhan, meski pihak terkait menilai langkah tersebut sebagai bagian dari prosedur keamanan.
Otoritas terkait tidak memberikan komentar rinci mengenai kebijakan internal tersebut. Namun, perwakilan lembaga pemasyarakatan menyatakan bahwa setiap perubahan operasional, termasuk pembatasan aktivitas, umumnya dilakukan demi menjaga keselamatan petugas maupun narapidana. Mereka juga memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan, air, serta layanan medis dan psikologis tetap tersedia.
Di sisi lain, penggunaan lokasi penjara ini menjadi bagian penting dalam alur cerita film, terutama terkait perjalanan Lex Luthor setelah peristiwa di Superman dan serial Peacemaker. Dalam film ini, karakter tersebut diceritakan akan bertransformasi dari seorang tahanan menjadi sekutu sementara Superman dalam menghadapi ancaman besar.
Ancaman tersebut datang dari Brainiac, sosok antagonis yang digambarkan sebagai ancaman global. Konflik antara kepentingan pribadi, ambisi, dan kebutuhan untuk bekerja sama menjadi salah satu elemen utama yang akan diangkat dalam film garapan James Gunn ini.
Meski menuai polemik di balik layar, proses produksi Man of Tomorrow dipastikan tidak akan berlangsung lama di lokasi penjara tersebut dan akan segera berpindah ke set lain. Film ini dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2027 dan menjadi salah satu proyek penting dalam pengembangan semesta DC yang baru.











