Film Masters of the Universe kembali mencuri perhatian setelah merilis trailer terbaru yang menampilkan dunia Eternia dengan skala yang jauh lebih megah. Proyek garapan Amazon MGM Studios ini menjadi salah satu rilisan yang mengandalkan nostalgia, sekaligus mencoba menghadirkan interpretasi modern dari kisah klasik He-Man.

Dalam trailer tersebut, penonton akhirnya diajak melihat lebih dalam kehidupan di Eternia, termasuk kemegahan Castle Grayskull yang menjadi sumber kekuatan Prince Adam. Karakter yang diperankan Nicholas Galitzine itu terlihat kembali ke dunia asalnya setelah lama terpisah, sebelum konflik besar muncul ketika pasukan Skeletor mulai menghancurkan wilayah tersebut.

Skeletor tampil dominan dalam trailer dengan dialog yang cukup kuat. “Semesta akan bergetar di bawah bayanganku,” ujarnya, sebelum menantang Prince Adam dengan kalimat, “Kau punya kekuatan, tapi terlalu takut untuk menggunakannya.” Namun, meski dialognya menuai pujian, sebagian penggemar justru mengkritik interpretasi suara karakter tersebut yang dianggap terlalu serius dan berbeda dari versi klasik yang lebih ikonik.

Di sisi lain, performa Galitzine sebagai He-Man justru mendapat respons positif, terutama dari rekan mainnya Morena Baccarin yang memerankan The Sorceress. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi sang aktor dalam mempersiapkan peran tersebut. “Itu gila. Saya melihatnya di lokasi syuting, dia berlatih selama berbulan-bulan. Saya sampai bertanya, bagaimana dia bisa melakukan itu?” ujarnya.

Pendekatan film ini tampak lebih gelap dan serius dibandingkan adaptasi sebelumnya, termasuk versi live-action 1987 yang dibintangi Dolph Lundgren. Perubahan tone ini menjadi salah satu hal yang membedakan reboot terbaru, sekaligus menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar lama.

Dengan visual yang ambisius dan interpretasi karakter yang lebih matang, Masters of the Universe dijadwalkan tayang pada 5 Juni 2026. Film ini diharapkan mampu menghidupkan kembali waralaba legendaris tersebut dengan pendekatan yang relevan bagi generasi baru tanpa melupakan akar klasiknya.