Karakter legendaris asal Jepang, Astro Boy, berpotensi kembali ke layar lebar dalam format live action. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Sony Pictures tengah mengembangkan proyek adaptasi tersebut dengan menggandeng Jason Reitman dan Gil Kenan, dua sineas yang sebelumnya terlibat dalam dua film Ghostbusters terbaru.

Menurut laporan yang beredar, Reitman belum secara resmi dikonfirmasi sebagai sutradara, namun namanya disebut berada dalam tahap pembicaraan awal dan berpeluang memimpin proyek tersebut. Reitman dikenal sebagai sutradara Ghostbusters: Afterlife serta beberapa kali masuk nominasi Oscar. Sementara itu, Gil Kenan yang menyutradarai Ghostbusters: Frozen Kingdom juga terlibat dalam pengembangan proyek ini. Keduanya saat ini juga tengah menggarap film animasi Ghostbusters dan serial animasi untuk Netflix.

Astro Boy, atau dikenal di Jepang dengan nama Mighty Atom, merupakan karya maestro manga Osamu Tezuka yang kerap dijuluki sebagai Bapak Manga. Serial komik aslinya terbit antara 1952 hingga 1968 dan mengisahkan robot bernama Atom yang diciptakan menyerupai anak laki laki bernama Tobio, putra ilmuwan Umataro Tenma yang meninggal dunia. Terinspirasi dari kisah Pinocchio, cerita ini mengikuti perjalanan Atom yang dijual ke sirkus sebelum akhirnya diadopsi oleh Profesor Ochanomizu dan menjalani kehidupan layaknya anak manusia, meski kerap terlibat dalam petualangan heroik.

Sebagai ikon budaya pop Jepang, Astro Boy telah berkali kali diadaptasi. Serial anime pertamanya pada 1963 menjadi salah satu pionir yang memperkenalkan anime ke pasar Barat. Versi tersebut kemudian dibuat ulang pada 1980 dan 2003. Pada 2009, film animasi CGI produksi studio Hong Kong Imagi sempat dirilis di bioskop, namun meraih review kurang dan performa box office yang kurang memuaskan.

Dalam beberapa tahun terakhir, warisan karya Tezuka kembali dihidupkan lewat reinterpretasi kreator lain. Manga Pluto karya Naoki Urasawa menghadirkan ulang salah satu alur cerita Astro Boy dalam nuansa thriller politik, sementara Atom: The Beginning karya Tetsurō Kasahara mengeksplorasi kisah awal sebelum cerita utama. Keduanya juga telah diadaptasi menjadi anime.

Meski proyek live action ini masih berada pada tahap pengembangan awal, keterlibatan nama besar seperti Reitman dan Kenan memicu perhatian industri. Tantangan terbesar tentu terletak pada bagaimana menerjemahkan karakter manga klasik ke format live action, untuk menghindari “bencana” seperti yang dialami oleh film Ghost in the Shell.

Belum ada jadwal produksi maupun tanggal rilis yang diumumkan. Namun jika proyek ini berlanjut, Astro Boy berpeluang kembali terbang tinggi dan memperkenalkan generasi baru pada salah satu karakter paling berpengaruh dalam sejarah manga dan anime.

Arif Wijaya
Penulis di Greenscene.co.id sejak 2023, sangat passionate mengenai film & tokusatsu.