Penundaan perilisan Spider-Man: Beyond the Spider-Verse akhirnya mendapat penjelasan langsung dari duo sutradara Phil Lord dan Chris Miller. Film animasi ketiga dalam trilogi Into the Spider-Verse itu mundur hingga tiga tahun dan kini dijadwalkan tayang pada Juni 2027, setelah sempat direncanakan rilis tak lama usai film keduanya pada 2023.
Menurut Lord dan Miller, alasan utama keterlambatan bukan semata faktor eksternal seperti pemogokan industri Hollywood, melainkan persoalan kreatif yang lebih kompleks. Skala cerita yang terus berkembang membuat mereka harus membongkar ulang struktur film demi memastikan kualitasnya setara bahkan melampaui dua film sebelumnya.

Awalnya, kisah penutup ini dirancang sebagai satu film tunggal. Namun dalam proses pengembangan, materi cerita dianggap terlalu besar untuk dirangkum dalam satu bagian. “Pada satu titik, itu adalah satu film, tetapi materinya terlalu banyak, jadi dipisahkan menjadi dua. Namun ketika melihat bagian keduanya, terasa bahwa itu bukan alur cerita yang memiliki awal, tengah, dan akhir yang utuh,” ungkap Miller dilansir dari Screenrant.
Meski mereka sudah mengetahui arah akhir cerita, bagian tengah justru menjadi tantangan terbesar. Lord menjelaskan bahwa titik terang baru muncul ketika tim menemukan benang merah emosional yang lebih kuat. “Kami tahu ke mana ceritanya akan menuju, tetapi kami perlu memahami lebih baik apa yang terjadi di bagian tengah. Lalu kami menemukan gagasan yang sangat menarik, yaitu ketika keluarga terpisah karena panggilan hidup dan bakat seseorang, bagaimana cara menyatukannya kembali? Bagaimana bisa memiliki semuanya?” katanya.
Dua film sebelumnya mencetak sukses besar baik secara kritik maupun komersial. Capaian tersebut menciptakan ekspektasi tinggi terhadap film penutup trilogi ini. Namun Miller mengakui tekanan terbesar justru datang dari diri mereka sendiri. “Tidak ada yang memberi tekanan lebih besar kepada kami selain diri kami sendiri. Kami ingin melampaui pencapaian sebelumnya, menampilkan sesuatu yang belum pernah dilihat, dan menghadirkan pengalaman yang benar benar baru. Upaya untuk membuat film yang layak dibanding dua film sebelumnya itulah yang mendorong kami,” ujarnya.
Lord juga menyebut bahwa memberi ruang bagi tim untuk bereksperimen, mencoba ide baru, dan bahkan melakukan kesalahan merupakan bagian penting dalam menemukan bentuk akhir yang tepat.
Meski penantian penggemar menjadi lebih panjang, Lord dan Miller meyakini hasil akhirnya akan sepadan. Dengan ambisi untuk menghadirkan penutup yang inovatif dan emosional, Spider-Man: Beyond the Spider-Verse diharapkan mampu menutup trilogi animasi ini dengan standar tinggi yang telah mereka bangun sejak awal.










